Sabtu, 25 Mei 2013

Khulasoh Ta’lim Ustadz Miqdad Turkan: Tirulah Ali, Makmurkan Bumi Ini!


Ustadz Miqdad Turkan
Ta’lim dilaksanakan untuk memperingati milad imam Ali bin Abi Thalib as, di masjid Imam Mahdi afs, Jum’at (25/05). Berikut poin-poin pentingnya:
                ~. Untuk mengetahui sejarah para imam, kita bisa membaca buku-buku sejarah. Namun, untuk memahami perilaku para imam, perlu penjelasan dan perenungan yang tinggi.
                ~. Siapapun yang mempelajari sejarah imam Ali as dari segala sisinya, akan menginspirasikan perubahan dalam dirinya.
                ~. Salah seorang sahabat imam Ali yang bernama Isbath bin Nubatah mengisah: Selepas menemani Imam sepanjang hari, ia pulang bersama Imam ke rumah. Karena lelah, Isbath langsung berbaring di depan rumah Imam. Belum juga tertidur, Isbath melihat Imam sudah terjaga kembali dan hendak keluar. “Apa yang Anda inginkan, Imam?” Isbath bertanya. Jawaban Imam membuatnya terkejut, “aku ingin salat beberapa rakaat untuk Tuhanku.” “Tidakkah engkau ingin beristirahat sedikit, tuanku?” Imam menjawab, “bagaimana mungkin aku bisa tidur? Jika aku tidur di siang hari, aku telah menyia-nyiakan kesadaranku. Dan jika aku tidur di malam hari, maka aku telah menyia-nyiakan diriku (di hadapan Tuhanku.)”
                ~. Kisah ini mengajarkan bahwa

Mengenal Ali as, Mengenal Keagungan Allah swt


Ustadz Alam Firdaus
                Dalam konteks irfan, Allah ingin hamba-Nya melihat keagungan-Nya. Namun, karena mustahil kita melihat langsung keagungan-Nya, maka Allah menciptakan jiwa-jiwa suci yang mampu mencerminkan keagungan-Nya. Imam Ali bin Abi Thalib  adalah salah satu jiwa suci itu. Begitulah ungkapan ustadz Alam Firdaus ketika membuka ceramah beliau dalam peringatan hari lahir imam Ali bin Abi Thalib as di mushalla al-Husaini, Candi, Rabu (22/5).
                Dalam acara yang diselenggarakan PHBI remaja Candi itu, ustadz Alam Firdaus mula-mula menjelaskan bahwa sebagaimana kita tak pernah jemu memandang pemandangan indah, demikian juga kita tak akan merasa bosan mendengar dan mempelajari kemuliaan-kemuliaan imam Ali as.

Kamis, 09 Mei 2013

Yang Terjadi di Bulan Rajab; dari Kelahiran Imam Baqir Hingga Hari Mab’ats




Rajab, Bulannya Allah Ta'ala
Rasulullah saw pernah bersabda, “bulan Rajab adalah bulan Allah yang besar dan bulan kemuliaan. Di dalam bulan ini perang dengan orang kafir diharamkan. Rajab adalah bulan Allah, Sya'ban adalah bulanku, dan Ramadan adalah bulan umatku.”
Ya, Rajab adalah bulan yang mulia dan suci. Banyak peristiwa-peristiwa agung yang terjadi di bulan ini. Seperti kelahiran maupun kesyahidan para imam, peristiwa Isra’ Mi’raj, Hari Bi’tsah (pegangkatan) Nabi Muhammad saw. Berikut beberapa peristiwa besar yang terjadi di bulan Allah ini:
1.       Kelahiran Imam Muhammad Baqir as
Tanggal 1 Rajab 57 Hijriah,

Selasa, 16 April 2013

Membongkar Kedustaan Voa-Islam Mengenai Fatwa Ayatullah Sistani

Foto Asli?
Menurut Kantor Berita ABNA, Voa-Islam sebuah media berita yang mulai beroperasi pada tanggal 1 Juni 2009 dengan salah satu misinya, "Menjadi media terpercaya yang mengedepankan kebenaran dan keadilan secara professional", kembali menyebar fitnah terhadap ulama marja taklid Syiah. Dengan mengambil kesimpulan secara sembrono redaksi Voa-Islam menulis berita, "Mut’ah dengan Putri Ulama Syiah menyebabkan Kekal di Neraka Bersama Iblis".
Berikut nukilan postingan berita yang dimuat di page Voa-Islam:
Mut’ah dengan Putri Ulama Syiah menyebabkan Kekal di Neraka Bersama Iblis

Please Don't Be a Muslim

Bom Boston, Amerika Serikat
Dina Y. Sulaeman

Menyusul tragedi pengeboman di Boston, situs Washington Post memuat artikel berjudul “Please Don’t Be a Muslim” (semoga jangan orang Islam). Ya, saat mendengar berita pengeboman di Boston, agaknya, hampir semua orang, termasuk kaum muslim, secara refleks teringat pada Al Qaida atau sejenisnya. Menurut artikel tersebut, meski tragedi Boston masih belum diselidiki, di twitter sudah bertebaran pesan singkat, Please don’t be a ‘Muslim.’ Semoga jangan muslim pelakunya. Ungkapan belasungkawa juga segera dilakukan kaum muslim berbagai negara melalui media sosial. Seolah mereka semua sedang diposisikan sebagai tertuduh dan cepat-cepat berusaha menunjukkan bahwa mereka tidak setuju dengan aksi pengeboman itu. Menyedihkan, sejak tragedi  9 September 2001 (penghancuran gedung WTC), terorisme menjadi identik dengan muslim.

Sabtu, 13 April 2013

Lepaskan Amarahmu Dengan Cara yang Luhur!


tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik."
Pada suatu waktu, seorang warga Madinah melihat Imam Musa. Ia menghadang beliau lalu menyampaikan kata-kata kasar dan makian terhadap beliau. Para sahabat Imam berkata, “Izinkan kami untuk menghajarnya, wahai Imam!”
Imam berkata, “Biarkanlah, jangan kalian ganggu dia.”
Beberapa hari kemudian, tidak ada berita tentang orang tersebut. Imam menanyakan ihwal kesehatan orang itu. Penduduk kota menjawab, “Ia pergi bercocok tanam di ladangnya yang terletak di luar kota Madinah.” Mendengar kabar tersebut, Imam as segera menunggang kudanya dan bergerak menuju ke ladang orang tersebut.
Ketika orang itu melihat kedatangan Imam as, ia berteriak dengan lantang dari kejauhan, “Jangan sekali-kali kau menginjakkan kakimu di ladangku. Aku adalah musuhmu dan musuh datuk-datukmu.”
Namun, Imam malah mendekatinya, menyampaikan salam, dan menanyakan kesehatan serta keadaan hidupnya. Dengan penuh ramah Imam bertanya, “Berapa dinar yang Anda habiskan untuk biaya ladangmu ini?”

Senin, 08 April 2013

Ini Dia Anonymous Indonesia yang Berjihad Menghapus Israel

Serangan hacker Anonymous ke situs-situs Israel pada Ahad kemarin, 07/04/13, dilaporkan berhasil merontokkan lebih dari 1.000 situs Israel diantaranya 961 account Facebook dikuasai dan ratusan lagi data pribadi dari bank Israel termasuk data kartu kredit lengkap telah dicuri dan disebarluaskan secara online hingga Ahad (7/4/13) sore.

Hasil serangan Anonymous yang dipublikasikan di fanspage Op-Israel di Facebook dan di Twitter itu menunjukkan, ancaman kelompok hacker tersebut serius dan tidak main-main untuk menghapus Israel dari dunia maya.

Anonymous itu meretas situs-situs pemerintah Zionis, perbankan dan bisnis hingga jejaring sosial warga Israel didukung oleh berbagai kelompok hacker dari berbagai penjuru dunia. Tidak terkecuali, Indonesia.

Jumat, 29 Maret 2013

Wahabi di Mata Pahlawan Pendidikan

Greg Mortenson, Pahlawan yang Saya Maksud
Saya pernah membaca sebuah novel berjudul ‘Three Cups of Tea’. Sebuah novel memoar yang mengabadikan usaha Greg Mortenson membangun sekolah-sekolah di daerah terpencil di sekitar Pakistan Utara. Novel ini memulai kisahnya ketika Greg Morteson gagal menaklukkan puncak gunung tertinggi kedua, K2. K2 terletak di Pakistan Utara. Ketika ia menyusuri jalan pulang, ia tersesat masuk ke sebuah desa yang bahkan tak pernah ia lihat dalam peta sebelumnya, Korphe. Di sana ia diperlakukan dengan sangat istimewa, meski ia seorang ‘kafir angrezi’(orang kulit putih asing ).
Keramahan orang-orang Korphe meninggalkan kesan yang sangat mendalam dalam diri Greg. Ia bertekad untuk balas budi. Apa yang dapat ia lakukan? Setelah melihat bagaimana anak-anak Korphe yang miskin bersekolah dengan berlutut di atas tanah yang membeku tanpa guru, ia berjanji pada haji Ali, kepala desa Korphe, “aku akan membangun sekolah. Aku berjanji.”
Maka dimulailah kisah pemenuhan janji itu. Selama satu dekade 1993-2003, pahlawan pendidikan ini telah membangun tak kurang dari lima puluh satu sekolah, terutama untuk anak-anak perempuan, di sekitar Pakistan Utara. Tentu banyak halangan yang harus dilalui Greg; dari masalah dana, ancaman-ancaman dari para mullah hinga madrasah-madrasah wahabi. Dalam tulisan ini, saya hanya ingin memfokuskan perhatian kita pada pandangan Greg Mortenson tentang wahabi. Kenapa?

Sabtu, 23 Maret 2013

Kisah Putra Pemilik Juventus

Eduardo Agnelli
Eduardo Agnelli namanya. Dia adalah putra tunggal Gianni Agnelli, bos besar Fiat Group, sekaligus keluarga besar pemilik klub besar Juventus. Ayahnya adalah Kristiani dan ibunya adalah seorang puteri Yahudi.
Suatu hari dia menyaksikan acara debat politik di televisi Atlanta. Tema yang mereka bahas adalah tema “panas” pada saat itu: krisis di Iran pasca-Revolusi Islam. Ada empat tamu dalam acara itu. Tiga wartawan dan seorang jubir Kedubes Iran di Roma, bernama Hassan Ghadiri Abyaneh.
Abyaneh mendapat giliran bicara yang pertama. Dalam bahasa Italia, dan dengan penuh keyakinan ia berucap, “Dengan Nama Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dengan Nama Tuhan yang Lebih Besar dari kapal-kapal induk Amerika.”
Kalimat itu membuat studio seperti tersihir, kamera seperti membeku, begitu pula Eduardo di depan televisi. Ketika debat usai, keputusan Eduardo sudah bulat: dia harus mendatangi rumah Abyaneh di Roma. Abyaneh mengenangnya dengan perkataan, “Dia datang dengan skuter butut.” Seolah-olah dia ingin dikenal sebagai orang biasa, meski bisa saja datang dengan membawa Ferrari.
Kepada satpam dia mengenalkan diri dengan nama Eduardo. Dia mengatakan kenal Abyaneh di televisi, dan ingin berdiskusi sekaligus meminjam buku-buku tentang Imam Khomeini, pemimpin besar Revolusi Islam Iran.

Jumat, 22 Maret 2013

Syaikh Muhammad Said Al Buthi Tewas Diterjang Bom di Masjid

Syahid Syaikh Said Ramadhan Buthi
Kejam. Dan di luar batas kemanusiaan. Serangan bom bunuh diri di Masjid Al Iman, Damaskus, telah menewaskan ulama besar Suriah Syaikh Muhammad Said Ramadhan Al Buthi saat memberikan ceramah, Kamis kemarin waktu setempat (Kamis, 21/3/2013).

Serangan biadab itu tidak hanya menewaskan Said al Buthi, tapi juga 20 orang lainnya. Sementara itu, sebagaimana dilansir AFP, bom bunuh diri ini juga membuat 40 orang terluka. Jama'ah di dalam masjid langsung berhamburan ke luar masjid sesaat setelah bom bunuh diri itu meledak.

Said Ramadhan Al Buthi adalah ulama besar terkemuka dan mendunia. Ia beraliran Sunni dan menjadi pembela Presiden Bashar Assad. Pengetahuannya yang luas telah memberikan pengaruh cukup luas di kalangan aktivis, cendekiawan muslim serta kelompok santri di Indonesia.

Ayatullah Khatami: Ada Tiga Tersangka Utama dalam Krisis Suriah

Ayatullah Khatami
Khatib shalat Jumat Tehran, Ayatullah Ahmad Khatami menyinggung ketamakan kekuatan imperialis terhadap Suriah dan Irak seraya menyatakan, "Kaum imperialis dunia mempersenjatai anasir teroris di Suriah dengan bom-bom kimia yang membunuh banyak orang serta melukai puluhan warga tak berdosa Suriah."
IRNA (22/3) melaporkan, Sayid Ahmad Khatami dalam khutbah kedua shalat Jumat di Tehran mengatakan, "Suriah saat ini berada di garis terdepan dan jika dunia imperialis sampai berhasil mencapai tujuannya di Suriah, maka target mereka selanjutnya adalah Irak."
Ayatullah Khatami menambahkan, "Saat ini dua pemerintahan independen di dua negara tersebut (Suriah dan Irak) dan kaum imperialis menginginkan dua pemerintahan boneka. Oleh karena itu mereka selalu merongrong kedua negara itu dan kita menyaksikan berbagai aksi pengeboman termasuk di Irak."
Menurut khatib shalat Jumat Tehran, dalam berbagai kejahatan di dua negara tersebut ada tiga tertuduh yang terlibat. Tertuduh pertama adalah Amerika Serikat, Inggris dan rezim Zionis Israel. Sebagaimana yang telah dijelaskan Ayatullah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei (Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran), jika rezim Zionis berani berulah dengan Iran, maka Republik Islam akan meratakan Tel Aviv dan Haifa dengan tanah.
Ayatullah Khatami menjelaskan, "Perancis juga termasuk di antara para tersangka utama. Mereka adalah para penjahat yang berkoar tentang HAM namun pada saat yang sama berusaha menyulut pertumpahan darah di Suriah dan di Irak."
Adapun tersangka kedua adalah negara-negara despotik Arab seperti Arab Saudi dan Qatar yang mempersenjatai kelompok teroris. Sementara tersangka ketiga adalah para mufti Wahabi yang mengeluarkan fatwa halal penumpahan darah sesama saudara Muslim dan perampasan harta kekayaan mereka.
Ayatullah Khatami memperingatkan bahwa dunia Islam harus mengetahui bahwa mereka ini adalah para pengkhianat agama Islam, Al-Quran dan para ulama yang menjual agama mereka demi kekayaan serta bahwa pihak yang mendengarkan seruan para ulama Wahabi itu akan terjebak dalam tindak kejahatan dan nasibnya tidak lain kecuali neraka.
Sumber: IRIB

Sabtu, 09 Maret 2013

Kunjungan Rahbar ke Rumah Syahid Kristen dalam Kenangan Seorang Pasukan Pengawal

Rahbr di Gua Syuahada
Rahbar memulai kunjungan dan pertemuannya dengan keluarga syuhada sejak awal masa  Perang Pertahanan Suci ketika beliau menjabat sebagai utusan Imam Khomeini ra di Kementerian Pertahanan yakni saat menjadi wakilnya Syahid Chamran.
Ketika menjadi imam shalat Jumat di Tehran, beliau memulai kembali kunjungan ini dan meneruskannya hingga kini.
Merupakan sebuah kebanggaan bagi kami, di Tehran tidak ada keluarga dua syahid atau lebih yang belum pernah dikunjungi rumahnya oleh Rahbar, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei. Hampir tidak ada daerah dan jalan-jalan utama di Tehran yang belum dikunjungi atau tidak diketahui oleh beliau. Setiap daerah kami sendiri, setidaknya saya tahu bahwa tidak ada keluarga tiga syahid, dua syahid yang belum pernah didatangi oleh beliau.
Sekitar enam, tujuh tahun di hari-hari sift kerja saya, saya yang bertugas mengatur kunjungan dan pertemuan beliau dengan keluarga syuhada. Oleh karena itu saya tahu bagaimana suasana dan kondisinya. Pertemuan dengan keluarga syuhada merupakan sebuah kelezatan tersendiri. Ada yang sangat mengharukan. Pergi ke rumah keluarga syahid yang hanya memiliki anak laki-laki semata wayang dan itupun sudah syahid. Sangat sulit bagi seorang ayah dan ibu yang membesarkan anak semata wayang, kemudian mereka serahkan anaknya di jalan Allah. Kendati mereka bangga dengan kondisinya, namun kami yang duduk memandangnya merasakan kesedihan itu.

Kamis, 07 Maret 2013

Surat Chaves untuk Mahmoud Ahmadinejad

Ahmadinejad dan Hugo Chaves
“Saudaraku, Mahmud Ahmadinejad, Presiden Republik Islam Iran.

Mewakili rakyat Venezuela, terimalah salam hangat dan salam persaudaraanku ini. Begitu pula, sampaikanlah penghormatan yang dalam dan penuh kecintaanku kepada seluruh rakyat Iran yang pemberani nan kokoh.

Sahabatku! Saudaraku yang mulia!

Setelah saya mendengar bahwa dua orang warga Amerika: Joshua Fattal dan Shane Bauer yang ditangkap lantaran aksi spionase dibebaskan, saya letakkan tanganku di atas dadaku sembari bergumam,

‘Sampai sekarang masih ada para aparatur negara yang tidak melupakan kejantanan dan masih menghidupkan kemuliaan insani.’

Rabu, 06 Maret 2013

Mengenal Sahabat Maksumin: Kumail bin Ziyad an-Nakhai



Makam Kumail bin Ziyad an-Nakhai ra di Najaf, Irak
Setiap malam Jum’at, umat islam menghabiskan waktunya dengan berdoa. Salah satu doa yang paling disarankan untuk dibaca adalah doa Kumail. Doa Kumail adalah doa panjang yang sangat indah. Di dalamnya, terdapat permohonan-permohonan kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Baik berupa permohonan duniawi maupun ukhrawi. Lihatlah kata-kata indah yang mengalun menyelimuti bumi di malam Jum’at itu, “ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu. Dengan kekuatan-Mu yang dengannya Engkau taklukkan segala sesuatu. Dan dengannya menunduk segala sesuatu... Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang meruntuhkan penjagaan, dosa-dosaku yang menyebabkan petaka, dosa-dosaku yang merusak nikmat, dosa-dosaku yang menghalangi doa, dosa-dosaku yang menurunkan bencana...”
Siapakah Kumail?
Ada kesalahan di dalam gadget ini

لوحة المفاتيح العربية