Shadow Word generated at Pimp-My-Profile.com

Sabtu, 13 Agustus 2011

Pesan Ramadhan dari Majma Jahani Ahlul Bait

Majma' Jahani AB
Menurut Kantor Berita ABNA, Majma Jahani Ahlul Bait menyampaikan pesan secara terbuka mengenai datangnya bulan Ramadhan al Mubarak kepada umat Islam. Bulan Ramadhan adalah peluang yang tepat untuk membina diri, kembali kepada fitrah dan kesucian diri serta memuhasabah jiwa dan bertafakkur, Semoga umat Islam dan hamba-hamba Allah yang beriman bisa mnedapatkan manfaat terbaik dari kedatangan bulan suci penuh berkah ini.

Teks pesan dari Majma Jahani Ahlul Bait tersebut adalah sebagai berikut:
بسم الله الرحمن الرحیم
“Wahai orang yang beriman, diwajibkan ke atas kamu berpuasa, sebagaimana yang diwajibkan ke atas orang-orang sebelum kamu, semoga kamu menjadi orang yang bertaqwa”.
Majma Jahani Ahlul Bait mengucapkan selamat kepada seluruh umat Islam se dunia dengan datangnya bulan penuh keberkahan, bulan yang paling membahagiakan bagi umat Islam dengan segala keistimewaan dan kelebihannya dibandingkan bulan-bulan yang lain, dan juga merupakan bulan jamuan Tuhan bagi tamu-tamu-Nya yang memiliki martabat yang tinggi.
Bulan Ramadhan memiliki malam Al Qadr yang merupakan malam yang lebih baik dari seribu bulan dan telah diriwayatkan dari Rasulullah saww bahwa ketika menyambut datangnya bulan Ramadhan yang agung beliau bersabda, "Wahai manusia, bulan Allah yang penuh berkah, rahmat dan ampunan datang menghampirimu. Ia adalah salah satu bulan yang paling baik di sisi Tuhan dari bulan-bulan yang lain, yang hari-harinya lebih baik dari hari-hari yang lain, malamnya lebih baik dari malam-malam yang lain dan masanya lebih baik dari masa-masa yang lain."
Ayat-ayat suci Al-Qur'an menerangkan bahwa tujuan puasa adalah ketakwaan, dan takwa sebagaimana diketahui semua orang bahwa bagiannya terdiri dari kembali kepada Allah swt, taubat, istighfar, dan berpaling kepada fitrah sendiri.
Kedatangan bulan yang penuh berkah pada tahun ini terasa lebih istimewa, sebab umat berada di zaman kebangkitan Islam dengan banyaknya umat Islam yang mulai terpanggil untuk kembali mendengarkan suara nuraninya untuk menjalankan aturan-aturan Islam dengan secara totalitas dengan berbagai dimensinya.
Kita memohon kepada Allah swt agar kebangkitan umat ini sampai kepada kemenangan yang nyata dan semoga janji-Nya bahwa dunia mencapai masa keadilan dan kejayaan di tangan juru selamat Imam Al Mahdi Al Muntazar bisa segera terwujud.
Umat Islam hendaknya bertadabbur dan merenung diri setiap saat, setiap detik selama bulan Ramadhan ini dan menyegerakan diri bertaubat dan kembali kepada Tuhan yang penuh kasih yang dapat menyebabkan berlipat gandanya pahala kebaikan dan terhapusnya dosa-dosa sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah saww, "Celakalah bagi mereka yang tidak mendapat pengampunan Ilahi di bulan yang agung ini."
Kita tidak boleh lupa dan lalai bahwa untuk mendapatkan hasil-hasil yang besar memerlukan perhatian, usaha, kegigihan amal dan keikhlasan.
Bulan yang besar ini adalah bulan untuk menilai, bertafakkur, dan memuhasabah jiwa karena manusia dalam bulan ini menahan diri dari makan, minum, dan godaan hawa nafsu seharian, dan berupaya untuk melepaskan diri dari godaan-godaan yang menggelincirkan manusia di dalamnya ke derajat yang hina.
Bulan Ramadhan Al-Mubarak memberikan peluang kepada manusia untuk memperhatikan diri sendiri dan keadaan maknawi yang diwujudkan supaya manusia didorong ke jalan pendidikan Islam dan menggunakan kesempatan sebaik-baiknya di bulan yang penuh keberkahan ini. Perkara-perkara yang yang mesti menjadi perhatian besar di bulan ini adalah:
1.    Tilawah Al-Quran. Allah swt berfirman: “Bulan Ramadhan yang diturunkan Al-Quran padanya”. Terdapat Hadis: “Setiap sesuatu ada musim semi, dan musim semi Al-Quran ialah bulan Ramadhan”. Pembacaan Al-Quran akan menyebabkan manusia memahami zatnya dan memerhatikannya sambil menemui kesalahan dan kekurangannya. Sudah tentu perkara ini berkaitan dengan Tadabbur dalam pembacaan Al-Quran, perhatian kepada pemahaman makna, perhatian kepada kadar kewajiban kepada peraturan dan arahan Al-Quran.
2.    Shalat malam sebagai peluang emas yang tidak boleh dilalaikan begitu saja oleh kaum mukminin.  Pertengahan malam adalah waktu yang paling afdal bagi seorang hamba untuk berdua-duaan dengan Tuhannya dikala manusia lain terlelap dalam tidur. Seorang mukmin tidak akan melepaskan kesempatan terbaik sebagai insan yang mengasingkan diri bersama Tuhan di pertengahan malam. Setiap mukmin hendaknya mempunyai program shalat ini agar ia dapat menuai hasil dan natijah yang paling baik di samping dapat menunaikan ibadah dengan senang hati. Sudah tentu dari shalat ini mengandung keutamaan yang sangat besar sebagaimana yang Allah swt firmankan:  (وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَى أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا) “Dan bangunlah pada sebahagian dari waktu malam serta kerjakanlah “nafilah” padanya, sebagai shalat tambahan bagimu; semoga Tuhanmu membangkitkan dan menempatkanmu pada hari akhirat di tempat yang terpuji."
3.    Doa-doa yang yang diriwayatkan untuk dibaca selama bulan Ramadhan adalah khazanah pendidikan dan maknawi yang dapat menggerakkan iradah manusia ke arah perubahan, kemajuan dan taubat dari dosa-dosa dan kekhilafan.
4.    Bulan yang mulia ini sangat tepat untuk memperkenalkan Islam kepada masyarakat internasional, menyingkirkan seluruh ikhtilaf dan kebencian pribadi antara manusia dengan yang lain. Ini adalah dakwah yang paling jelas untuk perdamaian di dalam masyarakat. Hasil yang membahagiakan akan diraih sekiranya kita bersungguh-sungguh melakukan amalan-amalan yang dianjurkan dalam bulan ini.
5.    Wajib ke atas kita dan seluruh umat Islam di dalam bulan besar ini memperkenalkan kepada pengikut berbagai agama dan seluruh orang yang mencari kemenangan dan keselamatan supaya umat manusia mendapati bahwa kehidupannya adalah untuk sampai kepada kesempurnaan dan kemajuan sehingga ia tahu betapa perlunya utusan Allah yang sesuai untuknya di bumi.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Majma’ Jahani Ahlul Bait
Ramadhan 1432 H

Tidak ada komentar:

Posting Komentar