Shadow Word generated at Pimp-My-Profile.com

Kamis, 13 September 2012

Ketika Rahbar Membuat Menlu Pakistan Berbusana Muslimah Rapih

Busana beda Hina Rabbani Mentri Luar Negeri Pakistan di hadapan Imam Khamenei menyulut pelbagai reaksi di sebagain media-media internasional dan dunia Islam.
Sebagian media-media Arab dan Islam menilai hijab sempurna Hina Rabbani sebagai tanda penghormatan khusus semua umat Islam dunia kepada Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dan posisi istimewa beliau di tengah-tengah umat Islam.

Di sisi lain, sebagian media Barat yang geram karena kesuksesan KTT GNB Iran, bahkan juga semakin marah menyaksikan busana Islam menteri luar negeri Pakistan ini dan menulis, “Dia selama ini telah muncul sebagai teladan busana bagi para wanita pejabat negara-negara Islam, mengapa dan bagaimana mungkin dia bisa tertegun dan memakai busana berbeda di depan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran?”
Disebutkan, Hina Rabbani Khar terlahir 19 November 1977 politikus Pakistan dan menteri luar negeri negara itu sejak bulan Juli 2011 menduduki jabatan ini.
Ia adalah orang termuda dan wanita pertama yang terpilih di kementerian luar negeri Pakistan dan pada tahun 2008-2011 menjabat sebagai menteri ekonomi negara ini.
Menteri luar negeri Pakistan menjadi perhatian media-media dunia karena busananya.
Kunjungan Menteri Luar Negeri wanita Pakistan yang pertama kalinya ke India beberapa waktu yang lalu memunculkan banyak isu-isu.
Di hari-hari itu, koran Asharq Alawsat terbitan London dalam laporannya menulis, kendati pertemuan terakhir para Menteri Luar Negeri Pakistan dan India tidak membuahkan hal-hal penting yang bisa menempati topik awal surat-surat kabar, namun isu-isu sampingan pertemuan ini mendapatkan banyak reaksi di surat-surat kabar India.
Hina Rabbani yang baru saja menjabat sebagai menteri luar negeri Pakistan menjadi menteri luar negeri wanita pertama dengan usia 34 tahun, sekaligus menjadi menteri luar negeri termuda negara ini.
Dalam laporan itu dikatakan, begitu menteri luar negeri termuda dan wanita pertama kalinya Pakistan ini turun dari tangga pesawat, kalung mutiara dan kacamata “roberto cavvalli” serta tas “birkin”-nya membuat orang-orang India takjub dan memujinya!
Rasa takjub dan pujian ini juga muncul ketika mentrei luar negeri wanita Pakistan pertama kali bertemu dengan rekan Indianya di New Delhi.
Terkait kecantikan Hina Rabbani Surat-surat kabar India menulis, ia telah mengubah gambaran seluruh menteri luar negeri Pakistan sebelumnya.
Atasan dan celana Hina beserta sepasang giwang dan kalung mutiara, serta kacamatanya yang bermerk adalah satu set. Sementara kacamatanya menutupi hampir separuh wajahnya.
Seakan-akan topik terpenting kunjungan Rabbani adalah pakaian dan model. Surat-surat kabar India menulis, di hari kedua baju Hina lebih menyala. Ia memakai baju berwarna putih dan krem agar perbedaan usia antara Hina yang berusia 34 tahun dengan rekan Indianya yang sudah tua S.M Krishna semakin tampak jelas.

Dalam pertemuan ini Mentri Luar Negeri India, S.M Krishna memakai dasi berwarna ungu dan baju berwarna biru.
Menteri luar negeri Pakistan ini membuat semua orang berbicara tentang cara dia berpakaian dan mengatakan, Hina selain pandai diplomatik dan politik, ternyata ia lebih pandai lagi dalam bidang berpakaian dan berbusana.
Di India bahkan para model fashion dan busana yang pada intinya tidak tertarik pada urusan politik akhirnya mengikuti fenomena ini. Tanpa menyinggung perbedaan politik dan pelbagai kritikan partai oposisi, mereka menilai Hina berselera fashion sejajar dengan Michelle Obama dan Carla Bruni.
Pusat-pusat model dan busana bahkan membicarakan selera fashion mentri luar negeri Pakistan ini di twitter.
Himanshu Parmekar salah satu fashionista di India lewat akun twitter-nya menulis, “Hina Rabbani stylista terbaru di India.”
Hina Rabbani bahkan dalam pertemuannya sebelum ini dengan Hillary Clinton, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, menjadi bahan perhatian karena kepandaiannya dalam bidang politik. Sebagian media Barat berupaya memuji gaya berbusananya.
Kini, Hina Rabbani Khar politikus Pakistan yang senantiasa dieluk-elukan oleh Barat karena busana dan selera fashionnya dan berusaha dibesar-besarkan untuk dijadikan sebagai teladan busana bagi para muslimah, akhirnya mendapat kemarahan media-media Barat. Itu pun tepat ketika Hina Rabbani memakai hijab sempurna Islami dan tanpa dandanan duduk tertegun di hadapan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei. 
Sumber : IRIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar