Sabtu, 26 Mei 2012

Keutamaan Bulan Rajab


Ketahuilah bahwa bulan ini, bulan Sya’ban, dan bulan Ramadhan memiliki kemuliaan yang tak terhingga, dan sangat banyak hadis yang telah menjelaskan keutamaannya. Diriwayatkan dari Rasulullah SAWW bahwa bulan Rajab adalah bulan Allah yang agung dan tidak ada bulan lain yang dapat menandingi kemuliaan dan keutamaannya; memerangi orang-orang kafir pada bulan ini adalah haram, Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku; barangsiapa berpuasa satu hari pada bulan Rajab, ia berhak untuk mendapatkan ridha Allah yang agung, terhindarkan dari murka-Nya, dan salah satu pintu Jahanam akan tertutup baginya.
Diriwayatkan dari Imam Musa bin Ja’far as, “Barangsiapa berpuasa satu hari pada bulan Rajab, api Jahanam akan menjauh darinya sejauh perjalanan satu tahun, dan barangsiapa berpuasa selama tiga, ia wajib mendapatkan surga”.

Beliau juga berkata, “Rajab adalah nama sebuah sungai di surga yang lebih putih dari air susu dan lebih manis dari madu. Barangsiapa berpuasa satu hari pada bulan Rajab, ia pasti akan meneguk air sungai tersebut”.
Diriwayatkan dari Imam (Ja’far) ash-Shâdiq as bahwa Rasulullah SAWW bersabda, “Bulan Rajab adalah bulan permintaan ampun umatku. Oleh karena itu, mintalah ampunan pada bulan ini sebanyak mungkin, karena Allah Maha Pengampun dan Penyayang. Bulan Rajab dinamakan ‘Ashabb’,  karena rahmat Allah akan dicurahkan atas umatku pada bulan ini. Dengan demikian, perbanyaklah membaca, ‘astaughfirullâh wa as`aluhut-taubah’ (aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya)”.
Ibnu Babawaeh dengan sanad yang mu’tabar meriwayatkan dari Salim. Ia berkata, “Di penghujung bulan Rajab yang pada waktu itu tinggal beberapa hari, aku pergi bertamu kepada Imam Shâdiq as. Ketika menatapku, beliau bertanya, “Apakah kamu sempat berpuasa pada bulan ini?” “Tidak, wahai putra Rasulullah”, jawabku. Beliau berkata kembali, “Pahala tak terhingga telah kau lewatkan (begitu saja) yang tak seorang pun mengetahui nilainya kecuali Allah. Sesungguhnya ini adalah suatu bulan yang telah diutamakan oleh Allah atas bulan-bulan yang lain, Ia telah mengagungkan kemuliaannya, dan mewajibkan atas diri-Nya untuk memuliakan puasa pada bulan ini”.
Aku bertanya, “Wahai putra Rasulullah, jika aku berpuasa di akhir-akhir bulan ini, apakah aku akan mendapatkan sebagian pahala-pahala itu?” Beliau menjawab, “Wahai Salim, barangsiapa berpuasa satu hari di akhir bulan ini, Allah akan melindunginya dari kedahsyatan sakratul maut, ketakutan setelah mati, dan siksa kubur. Barangsiapa berpuasa selama dua hari di akhir bulan ini, ia akan melalui jembatan Shirâth dengan mudah. Dan barangsiapa berpuasa selama tiga hari di akhir bulan ini, ia akan merasa aman dari ketakutan dan kedahsyatan hari Kiamat, dan dianugrahi kebebasan dari api Jahanam”.
Ketahuilah bahwa bulan Rajab memiliki keutamaan yang tak terhingga. Dan diriwayatkan, jika seseorang tidak mampu untuk melakukan puasa, hendaknya ia membaca tasbîh berikut sebanyak 100 kali sehingga ia akan mendapatkan pahala puasa pada bulan ini:
سُبْحَانَ اْلإِلَهِ الْجَلِيْلِ، سُبْحَانَ مَنْ لاَ يَنْبَغِي التَّسْبِيْحُ إِلاَّ لَهُ، سُبْحَانَ اْلأَعَزِّ الأَكْرَمِ، سُبْحَانَ مَنْ لَبِسَ
Maha Suci Tuhan Yang Maha Agung, Maha Suci Dzat yang segala tasbîh tidak layak kecuali untuk-Nya, Maha Suci Dzat Yang Maha Mulia nan Dermawan, Maha Dzat yang memakai (pakaian)
الْعِزَّ وَ هُوَ لَهُ أَهْلٌ‏
kemuliaan sedangkan Ia pantas untuk itu.
 Sumber : Mafatihul Jinan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

klik airnya untuk memberi makan

لوحة المفاتيح العربية