Shadow Word generated at Pimp-My-Profile.com

Minggu, 22 Januari 2012

Ratapan Sayyidah Fathimah di atas Kubur Ayahnya, Rasulullah saww

Ya Sayyidah nisail 'alamiin

Menurut riwayat yang akurat, beliau mengambil tanah dari kuburan suci itu dan meletakkannya di wajahnya sambil berkata :
مَا ذَا عَلَى الْمُشْتَمِّ تُرْبَةَ أَحْمَدَ * أَنْ لاَ يَشَمَّ مَدَى الزَّمَانِ غَوَالِيَا
Selayaknya bagi orang yang pernah mencium turbah Ahmad untuk tidak mencium wangi-wangian sepanjang masa
صُبَّتْ عَلَيَّ مَصَائِبُ لَوْ أَنَّهَا * صُبَّتْ عَلَى الْأَيَّامِ صِرْنَ لَيَالِيَا
Aku tertimpa musibah demi musibah , seandainya musibah itu diturunkan disiang hari niscaya ia akan menjadi gelap gulita

Syaikh Yusuf as-Syâmi dalam buku Darru an-Nazim menulis bahwa Sayyidah Fatimah as melantunkan  syair duka cita ini buat ayahnya :
قُلْ لِلْمُغَيَّبِ تَحْتَ أَثْوَابِ (أَطْبَاقِ) الثَّرَى              إِنْ كُنْتَ تَسْمَعُ صَرْخَتِيْ وَ نِدَائِيَا
Katakan kepada orang yang tertimbun dibawah tanah jika engkau mendengar suara dan panggilanku
صُبَّتْ عَلَيَّ مَصَائِبُ لَوْ أَنَّهَا                      صُبَّتْ عَلَى الْأَيَّامِ صِرْنَ لَيَالِيَا
Aku tertimpa musibah yang bertubi-tubi, seandainya musibah itu dituangkan disiang hari niscaya ia akan gelap gulita
قَدْ كُنْتُ ذَاتَ حِمًى بِظِلِّ مُحَمَّدٍ                  لاَ أَخْشَ مِنْ ضَيْمٍ وَ كَانَ حِمَالِيَا
Tatkala aku berada dibawah lindungan Mohammad, aku tidak pernah merasa ketakutan dari kezaliman
فَالْيَوْمَ أَخْضَعُ لِلذَّلِيْلِ وَ أَتَّقِيْ   ضَيْمِيْ وَ أَدْفَعُ ظَالِمِيْ بِرِدَائِيَا
Namun hari ini aku harus tunduk kepada orang  hina dan takut dari kezaliman sementara penolong dan pelindungku hanya bajuku ini
فَإِذَا بَكَتْ قُمْرِيَّةٌ فِيْ لَيْلِهَا                    شَجَنًا عَلَى غُصْنٍ بَكَيْتُ صَبَاحِيَا
Lalu menangislah bintang-bintang dilangit di malam hari turut berduka, akupun menangis dipagi harinya
فَلَأَجْعَلَنَّ الْحُزْنَ بَعْدَكَ مُوْنِسِيْ                     وَ لَأَجْعَلَنَّ الدَّمْعَ فِيْكَ وِ شَاحِيَا
Aku jadikan kesedihan setelahmu sebagai kesenanganku dan aku jadikan tetesan air mata untukmu sebagai selempang.

Diambil dari Mafatihul Jinan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar