Shadow Word generated at Pimp-My-Profile.com

Jumat, 06 Juli 2012

Mengenal Imam Mahdi as dan Tugas Kita

Mushalla Al-husaini yang terletak di daerah Candi Banjaran, Jepara, kemarin (05/07), terlihat ramai. Pasalnya, di Mushalla itulah acara peringatan Milad Imam Mahdi afs diperingati. Tema yang diusung panitia kali ini adalah, ‘dengan nisfu sya’ban kita tingkatkan kesetiaan kepada Imam Mahdi as.’
Dalam acara yang dimulai sekitar pukul delapan malam itu, para hadirin, ikhwat dan akhwat yang berjumlah sekitar 350 orang, menimba ilmu dari Ustadz muda, Sayyid Muhammad bin Ali Bafaqih. Dalam ceramahnya, Sayyid Muhammad bin Ali Bafaqih mengutip sebuah ayat Al-qur’an yang berbunyi, “wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaknya kalian bersama orang-orang yang benar (ash-shadiqin).” (At-taubah : 119)
Lebih lanjut, beliau lalu menarik dua kesimpulan yakni, pertama, makna dari ash-shadiqin adalah al-ma’shumin (yang terhindar dari salah dan dosa). Karena kita diperintah pertama kali untuk bertakwa baru kemudian diperintah agar selalu bersama ash-shadiqin secara mutlak, kapanpun dan di manapun. Jika ash-shadiqin tidak ma’shum, maka tentu akan terjadi kontradiksi dengan perintah pertama (bertakwa kepada Allah). Kesimpulan yang kedua, menurut Sayyid Muhammad, adalah seluruh mukmin diwajibkan untuk mengikuti ash-shadiqin. Berarti, di setiap zaman, selalu ada ash-shadiqin.
Pertanyaan yang muncul adalah, ‘siapakah ash-shadiqin di zaman kita ini ?’ tentu jawabannya adalah Imam yang terakhir, Imam Mahdi ‘ajjallahu farajahu asy-syarif. Banyak hadits yang menceritakan tentang Imam Mahdi afs dan keghaibannya.
Pertanyaan selanjutnya adalah, ‘apa fungsi Imam yang ghaib ?’ Sayyid Muhammad setidaknya menjelaskan dua fungsi dari Imam Mahdi afs meski beliau ghaib. Sebelum menjelaskan dua fungsi Imam, Sayyid Muhammad terlebih dahulu membawakan sebuah hadits dari Imam Mahdi sendiri, “cara mendapatkan manfaat dariku ketika ghaibku, sama seperti ketika matahari tertutup oleh awan, sehingga mata-mata tak dapat melihatnya.” Hadits ini bermakna, tanpa kita dapat melihat langsung Imam pun, kita selalu merasakan manfaat beliau, sama seperti kita selalu memanfaatkan cahaya matahari.
Adapun fungsi Imam as adalah : Pertama, Imam adalah saksi bagi seluruh perbuatan kita. Dan kedua adalah kita masih bisa mendapatkan kemuliaan berjumpa dengan malam lailatul qadr karena beliau as masih di bumi ini. Dua manfaat ini tentu sangat berfaedah bagi kita.
Dalam akhir ceramah, Sayyid Muhammad kembali melontarkan satu pertanyaan, ‘apa tugas kita ?’ Allah swt telah mengutus 124.000 Nabi yang kesemuanya menyuruh agar manusia bangkit untuk melaksanakan keadilan. Kita tahu, keadilan yang seutuhnya belum terlaksana hingga kini. ‘Program Allah masih berjalan dan kita berada di dalamnya.’ Tegasnya.
Maka, tugas kita adalah menyiapkan masyarakat yang mampu dan mau menerima hukum-hukum Allah secara sempurna. Mengingat bahwa program ini hanya bisa terlaksana jika 3 syarat utama terpenuhi. 3 syarat tersebut yaitu, 1) Adanya hukum-hukum Allah. 2) Adanya Imam adil. 3) Masyarakat siap menerima hukum Allah. Syarat yang ketiga lah tugas kita.
Sebelum mengakhiri ceramahnya, Sayyid Muhammad menegaskan bahwa tugas ini hanya bisa kita laksanakan dengan baik jika dalam jiwa kita terdapat semangat Husaini. Kata-kata yang tertulis dalam bendera Imam Mahdi afs nanti adalah, ‘ya litsaratil Husain’, ‘demi pembalasan Husain’.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar