Shadow Word generated at Pimp-My-Profile.com

Rabu, 17 Oktober 2012

Memperingati Yaumul Mahabbah, Mengetahui Kemuliaan Sayyidah Fathimah as


Ustadz Miqdad Turkan ketika memberi sambutan
Jepara-Yayasan Darut Taqrib Jepara mengadakan majlis Peringatan Yaumul Mahabbah di Pondok Pesantren Darut Taqrib pada Selasa malam (16/10). Dalam majlis yang dimulai pada sekitar pukul delapan malam itu,  itu para hadirin menimba ilmu dari Syekh Muhammad Haydar selaku pembicara.
Yaumul Mahabbah yang dalam bahasa Indonesia berarti ‘hari kecintaan’, adalah hari pernikahan dua manusia suci yakni Imam Ali bin Abi Thalib as dan Sayyidah Fathimah az-Zahra as yang tercatat pada tanggal 1 Dzulhijjah.

Pada awal pembicaraan, Syekh Muhammad Haydar yang berbicara dalam bahasa Arab dan diterjemahkan oleh Ustadz Husain Syahab, membawakan sebuah hadits Nabi saw yang berbunyi, ‘Wahai Ali, jika Allah tidak menciptakanmu, maka tak ada yang bisa mendampingi Fathimah.’ Dari hadits inilah kemudian Syekh Haydar menjelaskan beberapa kemuliaan Sayyidah Fathimah as yang demikian agung. Di antaranya adalah bahwa Sayyidah Fathimah merupakan contoh nyata dari ‘manusia sempurna’. Sayyidah Fathimah tak hanya memiliki jasad yang sempurna-karena benih beliau as berasal dari buah-buahan surga-, tapi putri Nabi ini juga memiliki ruh yang sangat istimewa.
Lebih dari itu, Sayyidah Fathimah as juga telah mencapai maqam ‘’ishmah’. Ini berarti, Sayyidah Fathimah as, sebagaimana Rasulullah saw dan para Aimmah as, adalah manusia ma’shum, terhindar dari segala nista, aib, dan dosa. Menurut Syekh Haydar, kemaksuman Sayyidah Zahra as termasuk dhoruriyat (hal-hal yang jelas) dalam madzhab Ahlulbayt. Tentu klaim ini didukung dalil yang kuat semisal firman Allah dalam surat al-Ahzab ayat 33 dan hadits tsaqalain. Salah satu keistimewaan lain penghulu para wanita ini adalah bahwa Sayyidah Fathimah as telah menapaki maqam ‘hujjiah’. Artinya, kita bisa memanggil Ummul Hasanain ini dengan sebutan ‘hujjatullah’ (bukti). Menurut Ustadz Husain Syahab, hujjatullah bermakna orang yang menghubungkan kita dengan Allah swt. Jadi, Sayyidah Zahra as adalah penghubung kita dengan Tuhan semesta alam.
Melihat kemuliaan ibunda Sayyidah Zainab as ini, maka memang benar bahwa tak ada satu orang pun yang bisa mendampingi dan yang sepadan dengan Sayyidah Fathimah as selain Imam Ali bin Abi Thalib as.
Dalam acara yang ditutup dengan ziarah kepada Sayyidah Fathimah as yang dipimpin oleh Ustadz Husain Syahab itu, setelah mendengarkan ceramah dari Syekh Muhammad Haydar, para hadirin tak lupa berdoa  bersama-sama untuk para pecinta Ahlulbayt di Sampang.  Bihaqqi Fathimah wa abiiha wa ba’liha wa baniiha wa sirril mustauda’i fiiha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar