![]() |
| Santri Ponpes Darut Taqrib Bersama Ayatullah Mujtaba Bahesty (Tengah) |
*. Seorang Muslim tidak
seyogianya hanya melaksanakan amalan-amalan wajib dan meninggalkan
amalan-amalan mustahab (sunnah). Menurut para ulama, meninggalkan amalan
mustahab merupakan peremehan terhadap hukum Allah. Ini bisa menyebabkan
datangnya azab Allah.
*. Amalan-amalan mustahab sangat
banyak. Tidak terikat pada salat dan puasa saja.
*. Para Fuqaha’ membuat kaidah yang bertumpu pada hadits Imam Shodiq as, "sesiapa yang mengamalkan sunnah Rasul, maka ia akan mendapatkan pahala amalan
tersebut. Meski Rasul tak melakukannya." Contoh : apabila Anda membaca sebuah
buku yang mengatakan bahwa Rasul saww sering berpuasa pada hari minggu (hanya
contoh), kemudian Anda berpuasa pada hari minggu, maka Anda akan tetap
mendapatkan pahala dari puasa Anda tersebut, meski ternyata Rasulullah tak
pernah berpuasa pada hari minggu. Kaidah ini menekankan bahwa amalan mustahab
sangat bermanfaat bagi kita.
