![]() |
| “tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik." |
Pada
suatu waktu, seorang warga Madinah melihat Imam Musa. Ia menghadang beliau lalu
menyampaikan kata-kata kasar dan makian terhadap beliau. Para sahabat Imam
berkata, “Izinkan kami untuk menghajarnya, wahai Imam!”
Imam
berkata, “Biarkanlah, jangan kalian ganggu dia.”
Beberapa
hari kemudian, tidak ada berita tentang orang tersebut. Imam menanyakan ihwal
kesehatan orang itu. Penduduk kota menjawab, “Ia pergi bercocok tanam di
ladangnya yang terletak di luar kota Madinah.” Mendengar kabar tersebut, Imam
as segera menunggang kudanya dan bergerak menuju ke ladang orang tersebut.
Ketika
orang itu melihat kedatangan Imam as, ia berteriak dengan lantang dari
kejauhan, “Jangan sekali-kali kau menginjakkan kakimu di ladangku. Aku adalah
musuhmu dan musuh datuk-datukmu.”
Namun,
Imam malah mendekatinya, menyampaikan salam, dan menanyakan kesehatan serta
keadaan hidupnya. Dengan penuh ramah Imam bertanya, “Berapa dinar yang Anda
habiskan untuk biaya ladangmu ini?”








