Shadow Word generated at Pimp-My-Profile.com
Tampilkan postingan dengan label akhlak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label akhlak. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 April 2013

Lepaskan Amarahmu Dengan Cara yang Luhur!


tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik."
Pada suatu waktu, seorang warga Madinah melihat Imam Musa. Ia menghadang beliau lalu menyampaikan kata-kata kasar dan makian terhadap beliau. Para sahabat Imam berkata, “Izinkan kami untuk menghajarnya, wahai Imam!”
Imam berkata, “Biarkanlah, jangan kalian ganggu dia.”
Beberapa hari kemudian, tidak ada berita tentang orang tersebut. Imam menanyakan ihwal kesehatan orang itu. Penduduk kota menjawab, “Ia pergi bercocok tanam di ladangnya yang terletak di luar kota Madinah.” Mendengar kabar tersebut, Imam as segera menunggang kudanya dan bergerak menuju ke ladang orang tersebut.
Ketika orang itu melihat kedatangan Imam as, ia berteriak dengan lantang dari kejauhan, “Jangan sekali-kali kau menginjakkan kakimu di ladangku. Aku adalah musuhmu dan musuh datuk-datukmu.”
Namun, Imam malah mendekatinya, menyampaikan salam, dan menanyakan kesehatan serta keadaan hidupnya. Dengan penuh ramah Imam bertanya, “Berapa dinar yang Anda habiskan untuk biaya ladangmu ini?”

Senin, 18 Februari 2013

Beginilah Akhlak Pecinta Ahlulbait

Betapa sulitnya menjadi Syiah!
1. Dari Ayahandaku, semoga Allah swt memberi rahmat kepadanya, ia mengatakan telah meriwayatkan kepadaku Ali Bin Husain Asyad Abadi dari Jabir bin Ju’fi, ia mengatakan telah berkata Abu Ja’far,: “Apakah cukup yang menjadi syiah dengan hanya mengatakan cinta kepada Ahlulbait? Imam menjawab, “Demi Allah , tiada lain Syiah kami adalah mereka yang bertakwa kepada Allah dan mentaati-Nya, Mereka hanya dikenal dengan ketawadhuan, kekhusyu’an, menunaikan amanat, dan banyak berdzikir kepada Allah, shaum, shalat, berbuat baik kepada orang tua, baik kepada tetangga yang miskin, yang fakir, yang punya hutang, anak-anak yatim, jujur, membaca Quran, menjaga lisan kecuali dengan perkataan yang baik, Orang-orang syiah adalah amanah bagi para keluarga mereka”. Jabir kemudian mengatakan,:“Wahai putra Rasulullah saw, kami mengenal mereka tetapi tidak memiliki sifat-sifat seperti ini”. Syeikh Shâduq (305-381)

Senin, 11 Februari 2013

Ringkasan Taklim Ustadz Alam Firdaus Tentang Persaudaraan

Ahmadinejad dan Hugo Chaves
*. Saudara tidak harus sekandung. Ada pula persaudaraan yang tak berkaitan dengan hubungan darah, tapi berkaitan dengan keimanan. Imam Ali as berkata, "barangkali kau memiliki saudara yang tak dilahirkan ibumu."
*. Salah satu manfaat persaudaraan sejati adalah syafa’at. Rasulullah saw bersabda, "perbanyaklah saudara-saudara kalian. Sesungguhnya tiap mukmin bisa memberi syafa’at di hari kiamat."
*. Hal-hal yang melanggengkan persaudaraan : 1) sikap obyektif 2) saling mengasihi 3) membuang rasa dengki.

Khulasoh Ta'lim Ustadz Alam Firdaus Tentang Iri Hati (Hasad)

Imam Ali Al-Hadi as
Ta'lim dilaksanakan di Masjid Imam Mahdi afs selepas salat isya' berjamaah. Berikut poin-poin pentingnya.
  1. iri hati ada dua. Yang pertama, iri hati yang positif. Iri hati ini hanya sebatas iri dan tidak ada niat untuk merebut ataupun merusak karunia Allah yang telah diberikan kepada orang yang kita hasad tersebut. Artinya, selama kita hanya sekedar iri, tanpa mengganggu orang lain, maka iri hati seperti ini disebut sebagai iri hati yang positif. Kenapa demikian ? Karena sudah menjadi perkara fitrah, manusia hasad kepada orang yang lebih berkecukupan dari dia. Dan selama itu tak mendorong ia untuk melakukan kejahatan pada orang yang ia hasadi tentu ini adalah hal yang positif. Apalagi hal yang ia hasadi berupa masalah ukhrawi. Yang kedua, iri hati yang negatif. Iri hati ini merupakan akhlak tercela yang harus dihindari. Karena hasad ini membuat seseorang menjadi gelap mata dan akan melakukan apa saja agar orang yang ia hasadi tidak memiliki lagi apa yang telah diberikan Allah kepadanya dan ia (orang yang hasad) saja yang bisa memiliki karunia tersebut. Untuk menegaskan betapa tiada bergunanya iri hati (yang negatif tentunya), akan dibawakan dua buah kisah yang menarik untuk disimak.

Khulasoh Ta’lim Ustadz Alam Firdaus tentang Dusta (al-kidzib)

Dilarang Bohong!
Ta’lim dilaksanakan di masjid Imam Mahdi af. Ada beberapa poin penting yang disimpulkan dari ta’lim ini, antara lain :
1. Para pendusta akan dijauhi malaikat. Rasulullah saww bersabda “ketika seorang hamba berdusta, maka malaikat akan menjauhinya sejarak satu mil akibat bau busuknya.” Di alam malakut sana (alam di mana segala sesuatu terlihat dalam wujud aslinya) berbohong tak ubahnya seperti bau busuk. Ketika manusia menjauhi bangkai karena bau busuknya, maka malaikatpun juga akan menjauhi manusia pendusta karena bau busuk yang dihasilkan dari perbuatan dustanya.
2. Tidak mungkin keimanan bercampur dengan kedustaan. Imam Ja’far ash-Shodiq as pernah ditanya Hasan bin Mahbub, “apakah bisa seorang mukmin menjadi bakhil ?” imam menjawab, “ya”, 
“menjadi pengecut ?”

“ya”
“kalau menjadi pembohong ?”
“tidak”, beliau lantas berkata, “seorang mukmin bisa saja memiliki sifat baik dan buruk kecuali berdusta dan berkhianat.” Ketika keimanan memang ada dalam diri seseorang, mustahil ia akan berdusta. Jadi, harus dipertanyakan keimanan seseorang apabila ia sering berdusta.

KhulasohTa’lim Ustadz Alam Firdaus : Menjaga Lidah

Allamah Thabathabai
Ta’lim dilaksanakan di Masjid Imam Mahdi selepas sholat maghrib dan isya’ berjamaah. Berikut beberapa poinnya :
  1. Dari semua anggota tubuh, yang paling (harus) diperhatikan adalah lidah. Kita harus menjaga lidah kita. Maksud menjaga di sini bukan menjaga kesehatan lidah, tapi menjaganya dari perkataan-perkataan yang buruk. Imam Ali as berkata, “lidah itu bak binatang buas”. Jika binatang buas  dibiarkan begitu saja, maka dia akan memangsa banyak orang , begitu juga lidah. Lidah juga bisa menghancurkan banyak orang dan mencelakakan manusia. Dan yang celaka bukan hanya orang lain, tapi juga orangnya itu sendiri.

Rabu, 12 Desember 2012

Adab Syekh Abbas Qummi Luar Biasa!

Suatu hari, anak Syeikh Abbas Qommi mengutip dari almarhum Sultan al-Wa'izin Shirazi, penulis Shabha-ye Peshawar (Malam Peshawar):
"Masa itu buku Mafatih al-Jinan baru saja terbit. Suatu hari ketika berada di Sardab Samarra, Irak saya membawa buku ini dan sibuk membaca ziarah dengan panduan buku Mafatih al-Jinan. Saya melihat seseorang dengan pakaian ulama sederhana dan sebuah Ammamah kecil (sorban) sedang sibuk berzikir.
Tiba-tiba syeikh itu bertanya kepada saya, "Apa buku yang ada di tanganmu?"
Saya menjawab, "Ini buku yang ditulis oleh Muhaddits Qommi, nama lengkapnya adalah Haji Syeikh Abbas Qommi."
Setelah itu saya mulai memuji-muji Syeikh Abbas Qommi dengan karyanya ini.
Syeikh itu berkata, "Orang yang Anda puji itu sebenarnya tidak demikian. Kamu salah memuji orang."
Saya agak marah mendengar ucapannya. Kepadanya saya berkata, "Hai syeikh! Bangun dan pergi jauh-jauh dari sini!"
Seseorang yang duduk di dekatnya memegang tanganku dan berkata, "Kamu semestinya yang sopan! Beliau ini adalah Muhaddits Qommi!"
Mendengar itu saya langsung berdiri dan meminta maaf sambil mencium pipinya. Saya membungkuk dan berusaha meraih tangannya untuk kucium. Tapi Syeikh Qommi tidak mengizinkan saya melakukannya.
Sebaliknya, Muhaddits Qommi yang menunduk dan meraih tanganku lalu menciumnya. Setelah itu ia berkata, "Anda seorang sayid."
Sumber: IRIB
Farazdaq Khaza'i

Kamis, 18 Oktober 2012

Diantara Hikmah yang Diajarkan Luqman al-Hakim

1. jika sejak kanak-kanak kamu didik dirimu, maka masa dewasa kelak kamu akan memperolah manfaatnya.
2. jauhilah kemalasan, gunakanlah sebagian umurmu untuk pendidikan dan janganlah berdebat dan berdiskusi dengan orang yang keras kepala.
3. janganlah mendebat fukaha. Janganlah berkawan dengan orang fasik. Janganlah orang fasik kamu jadikan sahabat. Janganlah duduk bersama orang yang tertuduh.
4. takutlah hanya kepada Allah dan berharaplah hanya kepada-Nya. Jadikanlah takut dan harapmu kepada Allah dalam hatimu adalah satu kesatuan.
5. janganlah kamu bersandar dan cinta kepada dunia. Pandanglah dunia sebagai sebuah jembatan.

Selasa, 27 Desember 2011

Hadiah Natal dari Imam Khomeini

Penulis dan pemikir Lebanon, Dr. Hasan Az-Zain menulis, “Imam Khomeini mewakili peristiwa besar dalam sejarah. Nama Khomeini identik dengan pergerakan Islam dan sesuatu yang bersih dan abadi. Tidak mungkin memisahkan gagasan Imam Khomeini dan pergerakan yang dihasilkan dari pandangannya tentang apa yang terjadi di seluruh dunia Islam dan lainnya. Ide dan jalan Imam itu hidup dan menghidupkan.”
Imam Khomeini memiliki karakteristik yang begitu mulia, yang dengan itulah ia menghasilkan gelombang pasang surut revolusi Islam dan mengembalikan kepada masyarakat semangat kebenaran, keadilan, kebebasan, persaudaraan, pengorbanan diri dan membela kebajikan.
Bahkan non-muslim terkesan dengan kepribadian dinamis Imam Khomeini. Dokter asal Prancis, Dr. Louie, yang masih remaja pada akhir tahun 1978, bercerita ketika Imam menjadikan sebuah desa di Paris, Neauphle lè Château, sebagai tempat tinggal sementaranya sebelum kepulangannya yang bersejarah ke Tehran dari pengasingan:

Sabtu, 08 Oktober 2011

Belajar Dari Indahnya Akhlak Imam Ali Ar-ridho as



Salamun 'ala Ar-ridha as
Sebagai  manusia suci (maksum), Imam Ali bin Musa ar-ridha ‘alaihima salam sungguh memiliki akhlak yang sangat mulia. Ketika kita membuka lembaran sejarah kehidupan beliau, kita akan menyaksikan betapa akhlak Rasul saww mengalir deras dalam diri beliau. Kelembutan beliau terhadap orang lemah, kesederhanaan beliau,  penghormatan beliau terhadap seluruh makhluk membuat siapapun, entah kawan atau lawan, akan mengakui keutamaan beliau. Khalifah Makmun pernah berkata dengan kepada Fadhl  bin Shahl dan saudaranya, ‘tidak ada seorang pun yang lebih pandai di muka bumi ini melebihi orang ini (Imam Ali Ridha as)’ (al-irsyad, jil 2, hal 361). Ibnu Majah juga pernah berkata, ‘ia (Imam Ali Ridha) adalah pemimpin Bani Hasyim dan Makmun mengagungkannya dan memuliakannya…’ (a’yanusy-syi’ah, jil 4, hal 85)