Shadow Word generated at Pimp-My-Profile.com
Tampilkan postingan dengan label Zionisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Zionisme. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Oktober 2012

Membongkar Hegemoni Zionis di Hollywood

Sinema saat ini merupakan salah satu sarana terpenting seni dan industri untuk menyebarkan identitas,budaya dan ideologi. Investor besar Zionis memiliki pandangan khusus mengenai industri ini. Zionis sangat cepat memahami pengaruh sinema dan urgensitasnya dalam propaganda dan berusaha keras untuk menguasai sarana ini. Mesin mesin propaganda mereka dengan bantuan para investor besar Yahudi sejak munculnya sinema di dunia berusaha menguasai industri penting ini guna mensukseskan tujuan busuk mereka.
Oleh karena itu kita menyaksikan para Yahudi ini mulai ramai-ramai membeli perusahaan film besar dunia khususnya di Amerika Serikat sehingga mereka mampu menguasai industri perfilman dunia, dan mereka memonopoli industri perfilman Barat. Saat ini berbagai perusahaan film besar di Amerika dimiliki oleh investor Zionis. Selain mendapatkan keuntungan yang besar dari penjualan film para Zionis ini juga memanfaatkan industri perfilman untuk mendiktekan ide-ide mereka kepada dunia.

Kamis, 10 November 2011

Al-Azhar Keluarkan Fatwa Haram Bagi Negara Islam Bersekongkol dengan Barat Menyerang Iran

Mantan Ketua Komisi Fatwa al-Azhar Mesir, Syeikh Abdul Hamid al-Atrash, dalam fatwa terbarunya menyatakan, setiap negara Islam yang bekerjasama dengan Amerika Serikat dan Israel dalam melawan Iran, maka negara tersebut telah dosa dan kejahatan terhadap Islam. 
 
Koran al-Jumhuriyah terbitan Mesir (10/11) menulis, Syeikh al-Atrash menegaskan bahwa setiap setiap negara Arab yang bekerjasama dengan Amerika Serikat dalam melawan Iran, maka negara tersebut telah melakukan dosa dan kejahatan terhadap Islam, karena membantu musuh yang sama sekali tidak beriman kepada Allah Swt dan rasul-Nya.

Jumat, 21 Oktober 2011

Sayid Hasan Nasrullah; Perang akan datang, Tel Aviv target Hizbullah

Fa Inna Hizballah Humul Ghalibuun
Sekjen Hizbullah, Sayid Hasan Nasrullah mengingatkan bahwa bila terjadi perang dengan rezim Zionis Israel maka Tel Aviv yang akan menjadi target para pejuang Hizbullah.
Sebagaimana dilaporkan Mehr mengutip surat kabar al-Akhbar, Lebanon, Sayid Hasan Nasrullah selama dua pekan lalu melakukan pertemuan dengan para komandan Hizbullah Lebanon dan memperbincangkan banyak masalah.

Kamis, 21 Juli 2011

Ternyata Ada Syahid Asal AS di Perang 33 Hari!!!

Hizbullah
AS setelah perang 33 hari di Lebanon mengeluarkan statemen resmi bahwa salah satu warganya tewas dalam serangan Israel ke Lebanon. Untuk itu, Washington menghendaki kejelasan nasib warganya yang bernama Radwan Saleh.
Terkait hal ini, Kantor Berita Fars News menurunkan laporan khusus untuk mengungkap keberadaan warga AS dalam perang 33 hari di Lebanon. Dalam laporannya, Fars News menceritakan desa Yaroun yang jaraknya 126 km dari ibukota Lebanon. Desa itu juga termasuk bagian wilayah Bent Jbeil. Menurut data yang ada, penduduk desa itu berjumlah sekitar 6 ribu orang. Akan tetapi di daerah itu hanya sekitar sepertiga dari warga asli Lebanon, sedangkan sisanya adalah warga asing. Pada umumnya, warga AS dan Australia memilih desa itu sebagai tempat tinggal.

Kamis, 30 Juni 2011

Gelorakan Jihad Islam Hancurkan Zionis

Melihat Hegemoni Barat terutamanya Amerika terhadap perlakuan yang tidak adil USA dan sekutunya, terutama sikap standar ganda yang korup dan dzhalim atas sesama kaum muslimin dan nasib kaum mustadh'afin selama ini.
Di mana kaum muslimin diberikan sanksi sebagai jaringan Teroris Internasional, sementara pada saat yang sama rezim jahat Israel dibiarkan sedemikian rupa menjajah Palestina, dan menguatkan cengkramannya atas kaum muslimin Palestina. Hal ini, kembali memperlihatkan kecongkakan dan tiraninya dengan melanggar kehormatan, mencemari lingkungan suci Masjdil Aqsha serta membunuhi umat Islam. Rezim ini telah menumpahkan darah para jamaah shalat dan memberondong seorang bocah kecil dalam pelukan ayahnya dengan peluru hingga gugur sebagai syahid. Adegan ganas dan brutal yang dilakukan rezim ini dalam kurun waktu 50 tahun sekarang kembali diperagakan, anehnya Amerika Serikat bungkam seribu bahasa. Bahkan melindungi dan membiarkan perlakuan Zionis Israel tersebut.
Kini kita lihat Tragedi Kemanusiaan di Iraq, setelah diberlakukan embargo ekonomi, kemudian dilucuti senjatanya atas nama PBB, apa yang yang kita perhatikan saat ini. Rezim Amerika dan tentara koalisi Inggris, Ausralia membombardir jutaan amunisi ke seluruh pelosok wilayah kedaulatan Irak. Tak ubahnya mereka sedang beronani di tengah-tengah penderitaan dan ketidak berdayaan rakyat Irak. Rezim ini berangan-angan bahwa mereka akan bisa memadamkan kobaran jihad untuk memperjuangkan kemerdekaan dan kebenaran yang tak kenal lelah. Mereka akan dapat melicinkan proses perdamaian dan memaksakan ambisi secara lebih keras terhadap pihak yang pro-perdamaian.