Shadow Word generated at Pimp-My-Profile.com
Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Maret 2013

Kunjungan Rahbar ke Rumah Syahid Kristen dalam Kenangan Seorang Pasukan Pengawal

Rahbr di Gua Syuahada
Rahbar memulai kunjungan dan pertemuannya dengan keluarga syuhada sejak awal masa  Perang Pertahanan Suci ketika beliau menjabat sebagai utusan Imam Khomeini ra di Kementerian Pertahanan yakni saat menjadi wakilnya Syahid Chamran.
Ketika menjadi imam shalat Jumat di Tehran, beliau memulai kembali kunjungan ini dan meneruskannya hingga kini.
Merupakan sebuah kebanggaan bagi kami, di Tehran tidak ada keluarga dua syahid atau lebih yang belum pernah dikunjungi rumahnya oleh Rahbar, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei. Hampir tidak ada daerah dan jalan-jalan utama di Tehran yang belum dikunjungi atau tidak diketahui oleh beliau. Setiap daerah kami sendiri, setidaknya saya tahu bahwa tidak ada keluarga tiga syahid, dua syahid yang belum pernah didatangi oleh beliau.
Sekitar enam, tujuh tahun di hari-hari sift kerja saya, saya yang bertugas mengatur kunjungan dan pertemuan beliau dengan keluarga syuhada. Oleh karena itu saya tahu bagaimana suasana dan kondisinya. Pertemuan dengan keluarga syuhada merupakan sebuah kelezatan tersendiri. Ada yang sangat mengharukan. Pergi ke rumah keluarga syahid yang hanya memiliki anak laki-laki semata wayang dan itupun sudah syahid. Sangat sulit bagi seorang ayah dan ibu yang membesarkan anak semata wayang, kemudian mereka serahkan anaknya di jalan Allah. Kendati mereka bangga dengan kondisinya, namun kami yang duduk memandangnya merasakan kesedihan itu.

Kamis, 18 Oktober 2012

Diantara Hikmah yang Diajarkan Luqman al-Hakim

1. jika sejak kanak-kanak kamu didik dirimu, maka masa dewasa kelak kamu akan memperolah manfaatnya.
2. jauhilah kemalasan, gunakanlah sebagian umurmu untuk pendidikan dan janganlah berdebat dan berdiskusi dengan orang yang keras kepala.
3. janganlah mendebat fukaha. Janganlah berkawan dengan orang fasik. Janganlah orang fasik kamu jadikan sahabat. Janganlah duduk bersama orang yang tertuduh.
4. takutlah hanya kepada Allah dan berharaplah hanya kepada-Nya. Jadikanlah takut dan harapmu kepada Allah dalam hatimu adalah satu kesatuan.
5. janganlah kamu bersandar dan cinta kepada dunia. Pandanglah dunia sebagai sebuah jembatan.

Sabtu, 26 Mei 2012

147 Petuah Rasulullah saw Kepada Abu Dzar (21-30)


Petuah 21
Wahai Abu Dzar, sebenarnya jiwa dan hati orang mukmin lebih keras berguncang atas dosa dari pada seekor burung kecil yang dijerat perangkap.
Petuah 22
Wahai Abu Dzar, siapa yang kata-katanya selaras dengan perbuatannya, sesungguhnya ia meraih keuntungan. Siapa yang kata-katanya menyalahi perbuatannya, sesungguhnya ia malah mencaci dirinya ketika pembagian pahala.
Petuah 23
Wahai Abu Dzar, seorang lelaki diharamkan rezekinya karena dosanya yang ia lakukan.
Petuah 24
Wahai Abu Dzar, tinggal apa yang tidak ada apa apa dan jangan bicara tentang apa yang tidak berguna bagimu, dan jagalah lidahmu seperti engkau menjaga uangmu.

Kamis, 22 Maret 2012

147 Petuah Rasulullah saw Kepada Abu Dzar (11-20)


Petuah 11
Wahai Abu Dzar, aku tidak melihat sesuatu seperti api neraka dan surga, orang yang lari darinya (neraka) malah tertidur, orang yang menginginkannya (surga) pun tertidur.

Petuah 12
Wahai Abu Dzar, jadilah orang yang lebih pelit atas umurmu dibanding dirham dan dinarmu.

Kamis, 08 Maret 2012

147 Petuah Rasulullah saw Kepada Abu Dzar

            Syekh Thusi dalam kitab Amali jilid kedua cetakan Najaf, halaman 138-152, Syekh Thabarsi dalam kitab Makarim al-akhlaq, cetakan Beirut halaman 455-471, bab 12 pasal 5, Waram bin Faras dalam kitab Majmu’ah Waram, cetakan Qum, Iran tahun 1375, halaman 273-284, dan Majlisi dalam kitab Bihar al-anwar cetakan Iran, jilid 77 halaman 74-91, bab 4 hadits ke 63 dan dalam kitan ‘Ain al-hayat, semuanya dari awal sampai akhir adalah berisi syarh hadits Abu Dzar. Semua ulama besar ini dalam kitab mereka secara bersanad dan dalam Majmu’ah waram secara mursal meriwayatkan dari Abu Dzar Ghifari ra. Abu Dzar mengatakan, “di suatu pagi saya masuk ke masjid, ketika itu saya melihat tidak ada orang selain Rasulullah saw dan Imam Ali bin Abi Thalib. Suasana tidak ramai itu saya manfaatkan untuk bertanya. Saya menyatakan, ‘ayah dan ibuku menjadi tebusanmu wahai Rasulullah, berilah saya nasihat sehingga Allah memberikan manfaat kepadaku berkat nasihat itu.’” Lalu Rasulullah saw berkata, ‘aku akan memberi nasihat kepadamu, engkau ini sangat mulia dan mendapat tempat di sisi kami. Wahai Abu Dzar, engkau adalah bagian dari Ahlulbayt kami, sesungguhnya aku akan memberikan nasihat-nasihat yang agung kepadamu, maka engkau, dalam pikiran dan amal, jagalah, karena itu menghimpun  seluruh kebaikan. Kalau engkau menjaganya dan melaksanakannya, maka engkau akan mendapatkan keuntungan yang besar, rahmat ilahi, kebaikan dunia dan kebaikan akhirat.’ “
Petuah 1
Wahai Abu Dzar, sembahlah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, jika engkau tidak bisa melihat-Nya, Dia melihatmu.

Kamis, 01 Maret 2012

Cara Menikmati Kedekatan dengan Allah Swt

Ayatullah Misbah Yazdi menyatakan, “Paramater nilai akhlak dalam Islam adalah kedekatan dengan Allah Swt. Setiap amal yang lebih mendekatkan manusia dengan Allah Swt, adalah yang lebih baik.”
Rasa News (23/2) melaporkan, Ayatullah Misbah Yazdi menambahkan, “Ketika manusia memahami bahwa kedekatan dengan Allah Swt nilainya melebihi segala sesuatu, maka ketika itulah ia menemukan semangat untuk menjalankan seluruh titah ilahi, setiap amal yang lebih mendekatkan manusia kepada Tuhannya, maka amal tersebut lebih baik daripada perbuatan lainnya.”

Sabtu, 30 April 2011

Kisah-kisah Rahbar (Sayyid Ali Khamenei)


Ketegaran Shalat Jum’at
Sayyid Ali Khamenei (Rahbar)
Suatu ketika di masa perang Iran-Irak, Ayatollah Khamenei yang saat itu menjabat sebagai presiden Republik Islam Iran, sedang menyampaikan khutbah Jum'at di Tehran. Musuh-musuh Islam telah merancang untuk meledakkan bom di tempat penyelenggaraan shalat Jum'at. Meski terjadi ledakan beliau tetap tenang dan tegar. Jamaah yang hadir pun nampak sabar dan tetap bersemangat sehingga keadaan langsung terkendali dan Ayatollah Khamenei melanjutkan khutbahnya. Seakan tidak ada peristiwa apapun yang terjadi. Padahal di dekat mereka baru saja terjadi ledakan yang menjatuhkan korban syuhada dengan tubuh yang tercabik-cabik dan warga menyaksikan hal itu. Inilah peristiwa yang selalu dikenang dalam lembaran sejarah revolusi Islam Iran.
(Diceritakan kembali oleh Hujjatul Islam Mohammadi Iraki)

Jumat, 21 Januari 2011

Sahabat Sejati dalam Penjelasan Rahbar


Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Uzhma Ali Khamenei pada kelas Bahsul Kharij di hari ke-duapuluh menjabarkan sebuah hadis yang disampaikan Imam Shodiq as yang membahas masalah sahabat sejati.
Rahbar (Sayyid Ali Khamenei)