Shadow Word generated at Pimp-My-Profile.com
Tampilkan postingan dengan label sayyidah Fathimah az-zahra as. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sayyidah Fathimah az-zahra as. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Januari 2013

9 Rabiul Awal, Hari Raya Zahra

Hari Raya Keluarga Muhammad
Masa dua bulan yang menyedihkan mencapai klimaksnya pada hari wafatnya Imam Kesebelas, Imam Hasan al-Askari, pada tanggal 8 Rabiulawal. Satu hari setelahnya, menurut riwayat, adalah hari id (perayaan) bagi pencinta ahlulbait as. Dikenal sebagai Id Zahra, hari untuk menghormati putri Nabi Muhammad saw. sebagai hari kegembiraan dan kebahagiaan bagi orang-orang beriman.

Kamis, 06 Desember 2012

Khulasoh Ta’lim Muharram 1434 H. (1)


Assalamu Alaika Ya Aba Abdillah
Madrasah Karbala kembali membuka gerbangnya untuk kita. Imam Husain as dan keluarga serta sahabat setianya siap menjadi guru sejati kita. Di bulan Muharram ini, para pecinta Husain kembali dirundung duka. Namun, Asyura bukan hanya tentang duka, tapi tentang segalanya yang dibutuhkan manusia untuk mencapai kesempurnaan. Keberanian, kesetiaan, pengorbanan, dan semua ilmu penting tertuang di hamparan gersang padang Karbala yang menjadi saksi tumpahnya darah Sayyidus Syuhada Imam Husain as. Berikut adalah beberapa poin penting dari ceramah para asatidz dalam Majlis Aza’ Imam Husain as yang diadakan di Mushalla al-Muttaqin, Guyangan, Bangsri, Jepara.
Malam Pertama
Ceramah disampaikan oleh Ustadz Nur Alim yang membahas tentang kemuliaan kepribadian Imam Husain, baik di sisi Allah swt maupun Rasulullah saw, (14-11-12)
~. Ahlulbayt as selalu menghadiri Majlis Aza’ Imam Husain as.
~. Allah memuji dan memuliakan Imam Husain dalam ayat-ayat al-Qur’an seperti:
~. Ayat Tathhir (al-Ahzab:33). Dalam ayat terkenal ini, Imam Husain yang termasuk Ahlulbayt dan Ahlulkisa’ disucikan Allah sesuci-sucinya.
~. Ayat Mawaddah (asy-Syura:22). Rasulullah saw tidak membutuhkan ‘upah’ atas dakwah beliau selain “kecintaan pada al-Qurba (keluargaku).” Kata al-Qurba bermakna Ahlulbayt dan Imam Husain as termasuk Ahlulbayt.

Rabu, 17 Oktober 2012

Memperingati Yaumul Mahabbah, Mengetahui Kemuliaan Sayyidah Fathimah as


Ustadz Miqdad Turkan ketika memberi sambutan
Jepara-Yayasan Darut Taqrib Jepara mengadakan majlis Peringatan Yaumul Mahabbah di Pondok Pesantren Darut Taqrib pada Selasa malam (16/10). Dalam majlis yang dimulai pada sekitar pukul delapan malam itu,  itu para hadirin menimba ilmu dari Syekh Muhammad Haydar selaku pembicara.
Yaumul Mahabbah yang dalam bahasa Indonesia berarti ‘hari kecintaan’, adalah hari pernikahan dua manusia suci yakni Imam Ali bin Abi Thalib as dan Sayyidah Fathimah az-Zahra as yang tercatat pada tanggal 1 Dzulhijjah.

Minggu, 29 April 2012

Siapakah Fathimah binti Muhammad as ?


Ya Fathimah Zahra !

Dalam sebagian riwayat disebutkan bahwa Sayyidah Fathimah wafat pada tanggal 3 rabiul awwal, selang beberapa bulan setelah wafatnya Nabi saww. Untuk mengenang hari bersejarah ini, para pecinta Ahlulbayt Jepara dan sekitarnya menghadiri majlis peringatan Syahadah Sayyidah Fathimah as yang diadakan di halaman rumah Almarhum Habib Abdillah Albar, Saripan, Jepara, Sabtu (28/04).
Dalam majlis ini, para tamu undangan yang berjumlah sekitar 600 orang menimba ilmu dari Ustadz Habib Muhammad bin Alwi bin Syekh Abubakar. Beliau, dalam kesempatan ini, mendedah pertanyaan, ‘siapakah Fathimah ?’ Untuk menjawab pertanyaan ini, beliau terlebih dahulu mengatakan bahwa untuk mengenal Sayyidah Fathimah, kita harus kembali kepada ayahanda beliau, Rasulullah saww. Mari kita lihat siapakah Fathimah as :
·         Banyak ayat yang turun berkenaan dengan putri Rasul ini, seperti ayat tathhir, surat ad-dahr, ayat mubahalah, dan masih banyak lagi.

Peringatan Syahadah Sayyidah Fathimah as



JEPARA-Sekitar 600 orang terlihat memenuhi halaman rumah Almarhum Habib Abdillah Albar, Saripan, Jepara pada sabtu malam (28/04). Merekalah para pecinta Sayyidah Zahra as dari berbagai daerah semisal Jepara, Demak, Semarang, Pati, dst yang datang ke tempat itu guna memperingati hari syahadah Sayyidah Fathimah as yang menurut sebagian riwayat bertepatan dengan tanggal 3 rabiul akhir.
Majlis yang dimulai sekitar pukul 20.15 ini, dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-quran oleh Ustadz Budi Yuwono S.Ag dan dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Habib Dani Alaydrus, sebelum dilanjutkan dengan pembacaan Manaqib Sayyidah Fathimah as oleh Habib Hasan bin Muhammad Alattas, dan ceramah inti yang disampaikan oleh Ustadz Habib Muhammad bin Alwi bin Syekh Abubakar. Majlis ini ditutup dengan pembacaan Ziarah kepada Sayyidah Fathimah as yang dipimpin oleh Habib Ali bin Alwi Alattas.

Kamis, 19 April 2012

“Jika Tidak Ada Al-Farazdaq, Sepertiga Bahasa Arab Akan Hilang”

Siapakah al-Farazdaq?

Nama asli al-Farazdaq adalah Abu Firas Hammam bin Ghalib bin Sha’sha’ah at-Tamimi ad-Darimi. Ia lahir di Kadhima (sekarang Kuwait) pada tahun 641 namun tinggal di Basrah. Pada usia 15 tahun, Farazdaq dikenal sebagai penyair. Suatu ketika Ghalib datang kepada Imam Ali bersama putranya. Imam bertanya, “Bagaimana tentang jumlah untamu yang banyak?” Ia menjawab, “Mereka telah tersapu habis (dalam melaksanakan kewajiban), wahai Amirul Mukminin.” Imam menjawab, “Itu cara paling terpuji.”
Lalu Imam bertanya kepada Ghalib siapa anak muda ini. Dengan bahagia Ghalib menjawab, “Dia adalah putraku dan dia seorang penyair.” Ketika Imam mendengarnya, beliau berkata, “Ajari ia Alquran. Itu lebih baik baginya dari sekedar membaca syair.” Kata-kata Imam mempengaruhi al-Farazdaq sehingga ia berjanji tidak akan bebas sebelum menghafal Quran. (Lihat: Syarh Ibnu Abil Hadid). Kemudian al-Farazdaq kembali kembali membuat puisi.

Jumat, 06 April 2012

Menghantar “Keranda Malam”

Ya Syahidah
13 Jumadil Awal, saat surya bergeser ke arah barat sekitar pukul 1 siang, wanita yang sejak beberapa hari lalu terbaring sakit itu tiba-tiba terbangun dari tidurnya. Ia terlihat benar-benar pulih. Dengan sigap dan gesit ia melakukan semua pekerjaan rumah yang terbengkalai, menyapu, lalu memasak dan memandingan kedua putranya yang masih kecil.

Betapa berbunga hati suaminya tatakala memasuki rumah yang telah tertata rapi dan menemukan istrinya sedang sibuk bermain dengan kedua putranya.

“Istriku, kau terlihat sehat dan bugar hari ini”

Minggu, 22 Januari 2012

Ratapan Sayyidah Fathimah di atas Kubur Ayahnya, Rasulullah saww

Ya Sayyidah nisail 'alamiin

Menurut riwayat yang akurat, beliau mengambil tanah dari kuburan suci itu dan meletakkannya di wajahnya sambil berkata :
مَا ذَا عَلَى الْمُشْتَمِّ تُرْبَةَ أَحْمَدَ * أَنْ لاَ يَشَمَّ مَدَى الزَّمَانِ غَوَالِيَا
Selayaknya bagi orang yang pernah mencium turbah Ahmad untuk tidak mencium wangi-wangian sepanjang masa
صُبَّتْ عَلَيَّ مَصَائِبُ لَوْ أَنَّهَا * صُبَّتْ عَلَى الْأَيَّامِ صِرْنَ لَيَالِيَا
Aku tertimpa musibah demi musibah , seandainya musibah itu diturunkan disiang hari niscaya ia akan menjadi gelap gulita

Kamis, 22 September 2011

Kisah Perjalan Sayyidah Nargis, Ibunda Imam Zaman afs



Surat untuk putri dari Romawi
            Syekh Tabarsi, dalam bukunya al-ghaibah menuliskan riwayat dari bashar al-anshari, pelayan imam Naqi as. Suatu hari, Imam as berkata, ‘wahai Basyar, engkau berasal dari kaum Anshar, yang selalu setia kepada kami selama ini. Karena itu, aku telah memilihmu untuk menjalan sebuah misi penting.
Imam Naqi as kemudian menulis surat dalam bahasa romawi, lalu menutupnya dan diberi cap khusus milik Imam. Beliau as lalu memberikan surat itu beserta satu kantong berisikan 220 uang emas dinar. Basyar diperintahkan untuk pergi ke Baghdad dan menunggu di jembatan sungai Furat. Imam mengatakan pada Basyar bahwa di tepi sungai Furat itu dia akan mendapati perahu-perahu yang membawa para tawanan perempuan yang akan dijual sebagai budak. ‘perhatikanlah dari jauh, akan ada seorang pedagang budak bernama Umar bin Yazid an-nakhas. Tunggu sampai dia menggunakan pakaian sutra. Perempuan itu menggunakan cadar dan menolak membuka cadarnya, dan menolak siapapun menyentuhnya. Dia akan berteriak dalam bahasa Romawi untuk menghindarkan dirinya dari penodaan’ jelas Imam Ali Naqi as.  Selanjutnya, imam menambahkan, ‘seorang pembeli akan mengagumi kesuciannya, sehingga menawarkan uang 300 dinar kepada pedagang budak. Perempuan itu akan berkata padanya, ‘aku tidak menginginkanmu, meskipun kau menggunakan baju raja Sulaiman dan memiliki kerajaannya, jadi jangan buang-buang uangmu untukku.
Si pedagang akan berkata, ‘apa maksudmu? Bagaimanapun, engkau akan kujual!’ lalu perempuan itu akan menjawab, ‘mengapa terburu-buru? Aku akan memilih pembeli yang disukai hatiku, yaitu pembeli yang setia dan jujur.’ ‘Pada saat itu’ kata Imam kepada basyar, ‘datangilah pedagang budak itu dan katakana padanya bahwa engkau membawa surat dari seorang pria mulia yang ditulis dalam bahasa Romawi. Tunjukkan surat ini pada perempuan itu. Jika dia setuju, maka belilah budak perempuan itu.
            Setelah mendengarkan semua pesan Imam Ali Naqi as, Basyar pun berangkat menuju Baghdad. Benar saja, ia menyaksikan ada seorang perempuan dengan karekteristik seperti yang dikatakan Imam Naqi as. Basyar segera menyerahkan surat imam Naqi as kepadanya. Perempuan itu menangis setelah membaca isi surat tersebut, lalu segera berkata kepada penjualnya, ‘juallah aku kepada pemilik surat ini!’ setelah tawar menawar, akhirnya si penjual menerima harga sejumlah uang yang telah diberikan oleh Imam Naqi as kepada Basyar. Basyar melihat perempuan itu tersenyum senang. Lantas, Basyar pun membawa ke tempatnya menginap selama di Baghdad. Ketika tiba disana, Basyar melihat perempuan itu kembali membuka surat dari Imam dan menciumnya.

Rabu, 20 April 2011

Diantara Karomah Sayyidah Fathimah binti Muhammad 'alaihas salam

            Rasulullah saww pernah bersabda 'Fathimah adalah bagian dari diriku, barangsiapa yang membuatnya marah maka ia telah membuatku marah.' (Shahih Bukhari, kitab awal penciptaan, bab manaqib keluarga dekat Rasulullah saww)
Dengan satu hadits ini saja, kita setidaknya sudah bisa meraba-raba betapa mulianya putri Rasulullah saww ini. Apalagi setelah kita melihat paparan karomah-karomah yang dimiliki Sayyidah Fathimah as berikut ini, akan membuat kita berani berkata dengan tegas 'Sayyida Fathimah adalah wanita mulia yang tak mampu disaingin oleh siapapun'. Rasul saww pernah ditanya perihal putri beliau, 'wahai Rasul, apakah Fathimah merupakan penghulu wanita di zamannya ?' kontan saja Rasulullah saww bersabda 'itu adalah Maryam binti Imran (Ibunda Nabiullah Isa as). Adapun putriku, Fathimah, merupakan penghulu kaum wanita di alam semesta, sejak awal sampai akhir.' (Al-bihar, juz 43, hal 24)

Karomah-karomah beliau as :
1. Berbicara dalam kandungan ibunya
Rasulullah saw bersabda: “Jibril datang kepadaku dengan membawa buah apel dari surga, kemudian aku memakannya lalu berhubungan dengan Khadijah kemudian ia mengandung Fatimah.” Khadijah berkata: Aku hamil dengan kandungan yang ringan. Ketika engkau keluar rumah janin dalam kandunganku ngajak bicara denganku. Ketika aku akan melahirkan janinku aku mengirim utusan pada perempuan-perempuan Quraisy agar membatuku untuk melahirkan janinku, tapi mereka tidak mau datang bahkan mereka berkata: Kami tidak akan datang untuk menolong isteri Muhammad. Ketika itulah datang empat perempuan yang berwajah cantik dan bercahaya, salah dari mereka berkata: Aku adalah ibumu Hawa’; yang satu lagi berkata: Aku adalah Asiyah binti Muzahim; yang lain berkata: Aku adalah Kultsum saudara Musa; dan yang lain lagi berkata: Aku adalah Maryam binti Imran ibunda Isa. Kami datang untuk menolong urusanmu ini. Kemudian Khadijah berkata: Maka lahirlah janinku dalam kedaan sujud dan dengan jari-jarinya terangkat (seperti orang berdoa). (Dzakhair Al-‘Uqba, hal 44)
2. Malaikat membantu sayyidah Fathimah as
            Abu Dzar al-ghifari ra berkata 'aku diutus Rasulullah saww untuk memanggil imam Ali. Aku bergegas mendatangi rumah beliau. Pada saat aku memanggil-manggil beliau, tak seorangpun yang menjawab panggilanku. Namun aku melihat alat penggilingan sedang berputar tanpa seorangpun yang kulihat ada disana. Kembali aku memanggil beliau; tak lama kemudian, beliau pun keluar dan kuajak menemui Rasulullah saww. Kemudian Rasulullah  mengatakan sesuatu sambil berbisik kepada beliau, yang tidak dapat kudengar. Lalu aku berkata 'sungguh mengherankan penggilingan di rumah Ali yang berputar sendiri tanpa seorangpun yang menggerakkan.' Rasulullah kemudian menjawab 'sesunguhnya Allah telah memenuhi hati dan sekujur tubuh putriku, Fathimah, dengan keimanan dan keyakinan. Dan sesungguhnya Allah telah mengetahui kelemahannya sehingga Dia membantunya sepanjang masa..,' (Al-bihar, juz 43, hal 29)
3. Makanan dari sisi Allah swt
            Jabir anshari ra berkisah bahwa beberapa Rasulullah saww tidak makan sedikitpun makanan sehingga dirinya lemas, kemudian beliau mendatangi istri-istrinya untuk mendapat sesuap makanan, tapu hasilnya nihil. Lalu beliau mendatangi sayyidah Fathimah as dan berkata 'wahai putriku, apakah engkau punya makanan untuk aku, aku lapar.' Sayyidah Fathimah as berkata 'demi Allah, demi ayah dan ibuku, aku tidak punya makanan.'
ketika Rasul saww keluar dari rumah sayyidah Fathimah as, ada seorang perempuan mengirimkan dua potong roti dan sepotong daging, lalu sayyidah Fathimah as mengambilnya dan meletakkannya dalam mangkok besar dan menutupinya. sayyidah Fathimah as berkata, 'sungguh makanan ini akan kuutamakan untuk Rasulullah saww daripada diriku dan keluargaku. Meski mereka juga membutuhkan sesuap makanan.'
Sayyidah Fathimah as berkata 'lalu aku mengutus Hasan dan Husain kepada kakeknya, Rasulullah saww. Kemudian Rasulullah datang kepadaku. Aku berkata 'ya Rasulallah, demi ayah dan ibuku, Allah telah mengaruniakan kepada kami sesuatu, lalu aku menyimpannya untuk kupersembahkannya kepadamu.' beliau as melanjutkan, 'ada seseorang mengantarkan makanan padaku, lalu aku meletakkannya dalam mangkok besar dan aku menutupinya. Saat itu juga, dalam mangkok itu penuh dengan roti dan daging. Ketika aku melihatnya, aku merasa takjub. Aku tahu bahwa itu adalah keberkahan dari Allah swt, lalu aku memujiNya dan bershalawat kepada nabiNya.'
Rasul lalu bertanya, 'dari mana makanan ini wahai putriku ?' sayyidah Fathimah as menjawab 'makanan ini datang dari sisi Allah, Allah mengaruniakan rejeki kepada orang yang dikehendakiNya secara tak terduga. Kemudian Rasul mengutus seseorang kepada imam Ali as, lalu ia datang. Rasulullah, imam Ali, sayyidah Fathimah as, imam Hasan as dan imam Husain as serta semua istri Nabi makan makanan itu hingga mereka kenyang. Namun makanan itu tetap memenuhi mangkok itu. Lalu aku juga mengantarkan makanan itu pada semua tetanggaku. Allah menjadikan dalam makanan itu keberkahan dan kebaikan yang panjang waktunya. Padahal awalnya, makanan dalam mangkok itu hanya dua potong roti dan sepotong daging, selebihnya adalah keberkahan dari Allah.'
Dalam  hadits lain, disebutkan bahwa Rasul bersabda kepada sayyidah Fathimah as dan imam Ali as, 'segala puji bagi Allah yang tidak mengeluarkan kalian berdua dari dunia sehingga Allah menjadikan bagimu (Ali) apa yang telah terjadi pada Zakaria, dan menjadikan bagimu wahai Fathimah apa yang telah terjadi pada Maryam. Inilah yang dimaksudkan dalam Firman Allah, 'setiap Zakaria masuk untuk menemui Maryam di mihrabnya, ia dapati makanan disisinya. (Ali Imran : 37)' (Tafsir al-kasysyaf, karya Zamakhsyari, tentang tafsir ayat diatas)
Jpr, Minggu pagi, 16-04-11

           

Kamis, 14 April 2011

Kemuliaan Sayyidah Fathimah Az-Zahra' as




'Mereka memenuhi nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata dimana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. (sambil berkata) 'sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridhoan Allah, kami tidak mengharap balasan dan terima kasih darimu. Sungguh, kami takut akan azab Tuhan pada hari ketika orang-orang berwajah masam penuh kesulitan'.'i

Rasulullah saww bersabda 'Fathimah adalah bagian dariku, siapa yang mengganggunya berarti telah menggangguku dan siapa yang menyakitinya berarti menyakitiku.'ii

Kamis, 24 Maret 2011

Peran Wanita dalam Revolusi Imam Zaman afs (‘ajjalallahu farajahu asy-syarif)



Ini Baru Wanita Muslim !
 Dalam riwayat disebutkan bahwa sebagian besar pengikut Dajjal adalah wanita dan orang-orang Yahudi [1]. Namun ini tak berarti bahwa dalam revolusi Imam Zaman tak ada peran bagi wanita. Sebab, menurut sebagian riwayat yang lain, para wanita memiliki andil yang besar dalam revolusi Imam Zaman afs.

            Dari Mufadhdhal bin Umar ra yang mengatakan ‘aku mendengar Imam Ja’far ash-shodiq as berkata ‘akan bersama al-qo’im (Imam Zaman) 300 perempuan.’ Aku bertanya ‘apa tugas mereka ?’ beliau as menjawab ‘mereka mengobati orang-orang yang menderita luka dan merawat orang-orang yang sakit sebagaimana yang dilakukan wanita-wanita di zaman Rasulullah saww...[2]

Kamis, 20 Januari 2011

Do'a Sayyidah Fathimah Az-zahra as



Dalam kitab Muhaj ad-da'awat, Sayyid Ibnu Thawus ra menukil sebuah hadits dari Salman Al-farisi. Di akhir-akhir hadits disebutkan bahwa ia berkata, 'Sayyidah Fathimah Zahra as telah mengajarkan sebuah doa kepadaku yang beliau dapatkan dari Rasulullah saww dan selalu dibacanya setiap pagi dan malam. Beliau berpesan, 'jika engkau ingin tidak pernah terserang demam, bacalah doa tersebut secara terus menerus'
doa tersebut adalah sebagai berikut :

Sabtu, 20 Februari 2010

Seputar Al-Mahdi as

Seputar Al-Mahdi afs

Al-'ajal Ya Maulay !
Al-mahdi. Mungkin semua muslim sudah pernah mendengar nama yang satu ini. Dialah simbol harapan manusia “messias” yang menurut Rasulullah saww akan mengubah wajah dunia dari kelemah-lesuan karena banyaknya maksiat di muka bumi ini menjadi wajah yang cerah berseri karena keadilan yang terjamin di seluruh penjurunya.
Sekarang kita akan melihat ‘ramalan’ Rasul saww tentang Al-mahdi ini.
1. Rasulullah saww bersabda “meskipun masa keberadaan dunia ini telah habis dan hanya tersisa satu hari sebelum hari kiamat tiba, Allah akan memperpanjang hari itu hingga waktu tertentu untuk menegakkan kerajaan orang yang berasal dari ahlul-baytku yang akan dinamai dengan namaku. Ia akan mengisi dunia ini dengan kedamaian dan keadilan sebagaimana dunia ini akan dipenuhi ketidak-adilan dan penindasan setelahnya”(Shahih Tirmidzi, jld 2, hal 86; Al-majma’ oleh At-thabrani, hal 217; As-sawaiq al-muhriqah oleh Ibnu hajar, bab 11, bag. 1, hal 249)

2. Nabi saww bersabda “dunia ini tidak akan hancur hingga seorang lelaki dari kalangan bangsa arab yang namanya sama denganku muncul” (Shahih Tirmidzi, jld 9, hal  74)

Lantas siapakah Al-mahdi itu?
1.Ummu salamah ra mengutip Rasulullah saww bersabda “Mahdi adalah dari ahlulbaytku dan keturunan Fathimah as” (Sunan Ibnu Majah, kitab al-fitan, vol 2, hal 1368, no. 4076; Sunan Abi dawud, kitab al-mahdi, no. 3735)

2. ada riwayat yang dicatat oleh Qunduzi dalam kitabnya Yanabi al-mawaddah       dari sanad Abu sa’id alkhudri berkata “Rasulullah sakit keras. Fathimah mendatanginya ketika aku sedang berada di sana. Melihat Rasulullah saww yang lemah, Fathimah menangis tersedak. Rasulullah pun menepuk pundak Fathimah dan berkata “Mahdi adalah dari keturunan Husain. Salam atasnya semua”( Yanabi al-mawaddah vol 3, hal 394) 

Apakah Al-mahdi sudah lahir?
Ya, Beliau lahir pada tanggal 15 sya’ban 255h/869m di Samarra’ Irak.

Haaa..?! bagaimana mungkin Al-mahdi bisa berumur ribuan tahun, sekitar 1141 tahun(dari 869-2010m)?
Tahukah Anda bahwa nabi Nuh as menjadi nabi selama 950 tahun?(Q S al-ankabut:14)
Apakah Anda tidak percaya kalau nabi  Khidr as masih hidup sampai sekarang? Berapakah umurnya? Anda yakin kalau Nabi Isa as masih hidup dan akan turun lagi kebumi kan? Lantas kenapa Al-mahdi tidak bisa seperti Nabi Isa as? Bukankah Al-mahdi adalah imam sholat Nabi Isa as?(shahih muslim, bag.2, hlm 193; musnad Ahmad bin hanbal, jld 3, hlm 45,384; sawaiq al-muhriqah oleh Ibnu hajar, hlm 251)
Yang berarti Al-mahdi mempunyai kedudukan yang lebih tinggi? Jadilah maka jadilah!




Lantas dimanakah Al-mahdi sekarang?
Pertama, Imam Mahdi as menghilang pada tahun 260h/874m ketika beliau diangkat menjadi imam. Dan terakhir kali beliau terlihat di gudang rumah ayahnya di Samarra (Irak). Akan tetapi ini tidak berarti beliau berada di sana sekarang.
Imam Mahdi as kadang-kadang berada di suatu tempat dan melakukan perjalanan mengelilingi dunia, sama seperti keyakinan kita tentang nabi Khidr as. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat Kasyful gummah oleh Abul hasan al-irbili jilid 3, hal. 283 atau Kasf al-astar oleh Mirza Husain an-nuri hal, 210-216.
Kedua, mengenai kegaiban imam Mahdi as, Qur’an tidak mengatur kegaiban sama sekali. Sekali lagi contoh Nabi Isa as dan Nabi Khidr as adalah contoh yang mirip dengan Al-mahdi afs(‘ajjalallahu farajahu asy-syarif). Semuanya berjalan sesuai dengan kehendak Allah ‘azza wa jalla.

BIODATA SINGKAT
Nama lengkap : Muhammad bin hasan bin ali bin muhammad bin ali bin musa bin      
                           ja’far bin muhammad bin ali bin husain bin ali bin abi thalib as
nama panggilan (laqob) : Al-qoim( orang yang akan menegakkan aturan Allah);
                                        al-hujjah(bukti Allah); Shahib al-zaman(pemilik zaman kita);
                                        al-muntadzar(yang dinanti)
Nama ayah      : Hasan bin Ali Al-askari as
Nama ibu         : Narjis (cucu kaisar Romawi)
TTL                 : Samarra’ Irak, 15 sya’ban 255h/869m

Eh, lupa! Satu lagi n paling penting. Kapan beliau akan muncul?
Pertama, imam Mahdi as akan muncul setelah umat siap menerimanya. Sepanjang sejarah umat manusia tidak pernah siap menyambut para nabi atau imam. Mereka lebih memercayai ideologi yang mereka buat sendiri daripada ideologi yang telah ditetapkan Allah untuk makhluk-Nya. Ketika semua manusia sudah kecewa dan putus asa dari semua ideologi mereka, barulah mereka akan siap menerima Imam Mahdi as dan beliau akan datang.
Kedua, imam Mahdi as akan datang ketika ia memiliki 313 pembantu dari orang-orang yang paling dekat dengan Tuhannya. Kita semua tahu bahwa pemerintahan tidak akan bisa berjalan kalau hanya satu orang yang mengaturnya. Setiap presiden memiliki menteri begitu juga imam Mahdi as membutuhkan orang-orang yang terpercaya.
namun yang jadi pertanyaan adalah apakah kita sudah siap menyambut imam Mahdi as? Apakah kita sudah memenuhi kriteria laskar imam zaman? Yaitu bertakwa pada Allah? Semoga saja!
Oleh karena itu, Ayo kita mulai mempersiapkan kedatangan pemimpin kita Shohibuz-zaman afs dengan mulai melakukan apapun yang baik untuk diri kita dan lingkungan sekitar. APAPUN! Labbaika ya Mahdi al-muntadzar..!! []