Shadow Word generated at Pimp-My-Profile.com
Tampilkan postingan dengan label Mahdawiyyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mahdawiyyah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Februari 2013

20 Hadits dari Imam Mahdi afs

Ya Abas Shalih al-Mahdi

Hadis 1

إن الله تعالى لم يخلق الخلق عبثا و لا أهملهم سدى بل خلقهم بقدرته و جعل لهم أسماعا و أبصارا و قلوبا و ألبابا ثم بعث إليهم النبيين (ع)  مُبَشِّرِينَ وَ مُنْذِرِينَ يأمرونهم بطاعته و ينهونهم عن معصيته و يعرفونهم ما جهلوه من أمر خالقهم و دينهم‏

 بحارالأنوار ج : 53 ص : 194
Imam Mahdi as bersabda:
Sesungguhnya Allah SWT tidak menciptkan mahluknya dengan sia-sia, dan mereka tidak dibiarkan begitu saja, akan tetapi Dia menciptakan mereka dengan kekuasaanNya, dan mereka dianugerahi telinga, mata, hati, dan akal pikiran, kemudian Allah mengutus kepada mereka para nabi untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan, mereka (para nabi) menyeru makhluk untuk taat kepdaNya dan mencegah mereka untuk bermaksiat, dan memberi tahu kepada mereka tentang hal-hal yang tidak mereka ketahui dari perintah tuhan mereka dan agama mereka.

Hadis 2

ثم بعث محمدا ص رحمة للعالمين و تمم به نعمته و ختم به أنبياءه و أرسله إلى الناس كافة

 بحارالأنوار ج : 53 ص : 194
Imam Mahdi as bersabda:
Kemudian Allah SWT mengutus nabi Muhammad saw sebagai rahmat untuk seluruh alam, dan dengan perantara beliau Ia akan merampungkan nikmatNya, dan dengan beliau Allah mengakhiri mata rantai suci kenabian, dan mengirim beliau untuk seluruh ummat manusia.

Hadis 3

و جعل الأمر بعده إلى أخيه و ابن عمه و وصيه و وارثه علي بن أبي طالب ع ثم إلى الأوصياء من ولده واحدا واحدا أحيا بهم دينه و أتم بهم نوره

Imam Mahdi as bersabda:
Dan Allah SWT  menjadikan urusan (kepemimpinan ilahiyah) sepeninggal - nabi saw - kepada saudaranya, anak paman, washi dan sekalian  pewaris beliau yaitu imam Ali bin Abi Thalib as, yang kemudian diserahkan kepada para pengganti selanjutnya yang tak lain anak cucunya satu demi satu, dengan perantara mereka Allah akan menghidupkan agama dan menyempurnakan cahayaNya.

Hadis 4

و جعل بينهم و بين إخوانهم و بني عمهم و الأدنين فالأدنين من ذوي أرحامهم فرقانا بينا يعرف به الحجة من المحجوج و الإمام من المأموم بأن عصمهم من الذنوب و برأهم من العيوب و طهرهم من الدنس و نزههم من اللبس و جعلهم خزان علمه و مستودع حكمته و موضع سره و أيدهم بالدلائل و لو لا ذلك لكان الناس على سواء و لادعى أمر الله عز و جل كل أحد و لما عرف الحق من الباطل و لا العالم من الجاهل‏

بحارالأنوار ج : 53 ص : 195
Imam Mahdi as bersabda:
Dan dijadikan perbedaan yang gamblang diantara (para imam), saudara-saudara dan kemenakan dan kerabat dekat mereka yang jelas sehingga hujjah Allah dapat dikenali oleh masyarakat umum, dan supaya dapat dibedakan antara imam dan makmum. Dari sini mereka dapat terjaga  dari dosa, terbebas dari aib-aib, tersucikan dari kotoran dan bersih dari kerancauan, dan menjadikan mereka –para imam- sebagai gudang-gudang ilmu dan hikmah dan tempat berbagai misteri, dan mereka dikuatkan dengan dalil-dalil dan bukti-bukti, karena jika tidak demikian adanya, maka semua manusia sama dan setiap orang akan mengaku sebagai seorang imam dan pemimpin, sulit menentukan mana yang hak dan mana yang batil, tidak akan ketahuan siapakah yang alim dan siapa yang bodoh.

Hadis 5

و قد أبى الله عز و جل أن يكون الإمامة في أخوين بعد الحسن و الحسين ع‏

 بحارالأنوار ج : 53 ص : 196
Imam Mahdi as bersabda:
Allah SWT tidak mengizinkan dan tidak suka imamah atau kepemimpinan setelah imam Hasan dan imam Husain as terkumpul dalam dua saudara.

Jumat, 15 Februari 2013

Keyakinan pada Mahdawiyat, Rahasia Kemenangan Revolusi Islam

Syaikh Muhammad Hasan Akhtari
Menurut Kantor Berita ABNA, Hujjatul Islam wa Muslimin Syaikh Muhammad Hasan Akhtari, Sekretaris Jenderal Majma Jahani Ahlul Bait as selasa (12/4) dalam seminar ilmiah “Peran Mahdawiyat dalam Kebangkitan Islam” yang diselenggarakan oleh Bidang Kajian Ilmaih Hauzah Ilmiyah Qom Iran menyatakan, “Saat ini kita hidup di bumi yang didiami lebih dari tujuh miliyar jiwa manusia, yang dapat dengan mudah bisa saling berinteraksi satu sama lain secara cepat dan mampu menyampaikan pemikiran-pemikirannya kepada banyak orang.”

Jumat, 06 Juli 2012

Mengenal Imam Mahdi as dan Tugas Kita

Mushalla Al-husaini yang terletak di daerah Candi Banjaran, Jepara, kemarin (05/07), terlihat ramai. Pasalnya, di Mushalla itulah acara peringatan Milad Imam Mahdi afs diperingati. Tema yang diusung panitia kali ini adalah, ‘dengan nisfu sya’ban kita tingkatkan kesetiaan kepada Imam Mahdi as.’
Dalam acara yang dimulai sekitar pukul delapan malam itu, para hadirin, ikhwat dan akhwat yang berjumlah sekitar 350 orang, menimba ilmu dari Ustadz muda, Sayyid Muhammad bin Ali Bafaqih. Dalam ceramahnya, Sayyid Muhammad bin Ali Bafaqih mengutip sebuah ayat Al-qur’an yang berbunyi, “wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaknya kalian bersama orang-orang yang benar (ash-shadiqin).” (At-taubah : 119)

Makna Penantian


Ya Mahdi Adrikna!
Pada majlis peringatan hari lahirnya Imam Mahdi afs yang diselenggarakan Yayasan Islam Darut Taqrib Jepara di PONPES Darut Taqrib Jepara, Ustadz Miqdad Turkan, selaku pembicara, menjelaskan tentang makna penantian (Intidzar al-faraj).
Ustadz menjelaskan bahwa penantian ada dua: pasif; dan aktif. Penantian yang pasif yakni kita berkeyakinan bahwa misi Imam Mahdi afs adalah melakukan perubahan. Oleh karena itu, kita tak perlu berbuat apapun. Kita tak memiliki kewajiban untuk melakukan perubahan apapun. Lebih ekstrim lagi, ada yang berkeyakinan bahwa Imam Zaman afs hanya akan muncul jika kezaliman, kejahatan dan keburukan telah meliputi seluruh dunia. Maka, kita harus melakukan kezaliman, agar Imam cepat datang. Pemahaman seperti ini jelas-jelas salah dan menyimpang. Penantian yang benar adalah penantian aktif. Apa itu penantian aktif ?

Kamis, 21 Juli 2011

Rahbar: Masa Imam Mahdi Adalah Masa Kedaulatan Tauhid dan Keadilan

Menurut Kantor Berita ABNA, Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatollah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei Sabtu pagi (9/7) dalam pertemuan dengan para ulama, cendekiawan, penulis dan alumnus program ‘Mahdawiyah' menyebut ‘Mahdawiyah' sebagai masalah yang sangat penting, seraya menegaskan bahwa Mahdawiyah adalah tujuan dari gerakan dan perjuangan para nabi sepanjang sejarah.
Rahbar (Sayyid Ali Khamenei)

Jumat, 03 Juni 2011

Kriteria Pengikut Imam Zaman afs



Satu lagi syarat dan mukadimah lazim yang harus terpenuhi dalam terwujudnya kebangkitan adalah adanya para pengikut yang baik untuk mendukung pergerakan dan pelaksanaan roda pemerintahan. Dan jelas, saat sebuah revolusi dunia yang global yang akan dipimpin oleh seorang pemimpin ideal itu membutuhkan para pengikut yang sesuai dengannya. Dan tidak semua orang yang mengklaim sebagai pengikut dapat hadir di barisan sang pemimpin.

Kamis, 05 Mei 2011

Menghidupkan Kembali Semangat Penantian

Baqiyyatullah
            Salah satu asas penting dalam ajaran islam adalah kepercayaan akan kehadiran sosok serba sempurna yang mampu memenuhi dunia dengan keadilan dan kebajikan di akhir zaman. Islam mengajarkan pada umatnya bahwa Allah pasti akan memenangkan agama-Nya di atas seluruh agama. Selain itu, islam mengajarkan bahwa di akhir zaman nanti, manusia akan hidup dengan penuh ketenangan dan kebahagiaan. Dengan kepercayaan ini, sedikit banyak, mampu menumbuhkan secercah asa di hati kaum muslim.

Kamis, 24 Maret 2011

Syiah Indonesia Antara Janji dan Harapan

Mungkin disini kita perlu mengkaji sejauh mungkin perjalanan syiar Ahlulbait as di Indonesia ini pada tahapan metodelogis, gerak dan siasat syiar bukan hanya pada tatanan teori yang bersumber pada tatanan yang benar tanpa melupakan unsur budaya lokal, sejarah, kondisi dan situasi masyarakat Indonesia secara umum baik yang berupa keyakinan, pemikiran, kehidupan serta mitos yang ada padanya.
Mohammad Habri Zen S.Si

Peran Wanita dalam Revolusi Imam Zaman afs (‘ajjalallahu farajahu asy-syarif)



Ini Baru Wanita Muslim !
 Dalam riwayat disebutkan bahwa sebagian besar pengikut Dajjal adalah wanita dan orang-orang Yahudi [1]. Namun ini tak berarti bahwa dalam revolusi Imam Zaman tak ada peran bagi wanita. Sebab, menurut sebagian riwayat yang lain, para wanita memiliki andil yang besar dalam revolusi Imam Zaman afs.

            Dari Mufadhdhal bin Umar ra yang mengatakan ‘aku mendengar Imam Ja’far ash-shodiq as berkata ‘akan bersama al-qo’im (Imam Zaman) 300 perempuan.’ Aku bertanya ‘apa tugas mereka ?’ beliau as menjawab ‘mereka mengobati orang-orang yang menderita luka dan merawat orang-orang yang sakit sebagaimana yang dilakukan wanita-wanita di zaman Rasulullah saww...[2]

Sabtu, 26 Februari 2011

Teman, Imam Zaman selalu memerhatikanmu dimanapun kau berada

Sore itu, Hasan membuka kotak masuk di akun Facebooknya. Seperti dugaannya, terdapat pesan dari sahabat karibnya, Rasyid. Semenjak Rasyid meninggalkan Indonesia demi mengejar setetes ilmu di negeri paman sam (Amerika), dua sahabat ini hanya berhubungan lewat dunia maya. Sudah hampir dua bulan ini, Rasyid tak pernah menghubunginya. Kali ini, Rasyid menghubunginya namun seakan dia telah berubah jauh. Rasyid tengah dilanda kejenuhan dan keraguan. Rasyid baru saja mengenal Ahlulbayt, tapi sekarang dia harus hidup tanpa seorang temanpun yang meyakini imamah Ahlulbayt as. Di Amerika sana, Rasyid sedemikian sibuk mencari ilmu yang tak mengantarnya menuju Tuhan. Karena paksaan orang tua, dia harus menjadi seorang seniman. Inilah sebabnya, kenapa sekarang dia tengah berada di negeri para pemuja nafsu itu. Dia tak pernah ingin menjadi seniman. Apa boleh dikata, dia hanya bisa menuruti pilihan orang tua yang amat dia sayangi. Lima tahun sudah Rasyid dirundung gelisah. Bagaimana tidak, kata ‘seniman’ tak pernah ada dalam kamus masa depannya, ditambah perasaan menyesal tak mampu memperdalam ilmu-ilmu Ahlulbayt yang bak mutiara itu. Semakin hari, kecintaannya pada Ahlulbayt semakin berkurang. Hingga akhirnya ia mulai meragukan keberadaan Imam Zaman afs. buktinya Imam Zaman tak pernah memerhatikannya. Berulang-ulang kali ia memastikan hati dan pikirannya bahwa Imam Zaman selalu menyertainya, namun berkali-kali ia gagal. Hampir saja ia melepas keyakinannya di tengah arus pengkafiran yang dahsyat di Amerika sana. Beruntung, ia masih memiliki Hasan, saudara seiman yang tak pernah berhenti meyakinkan dirinya bahwa Ahlulbayt itu adalah cahaya, maka jangan pernah kau pergi menjauh darinya, atau kau hanya akan berteman kegelapan dan kehancuran.
Ya Mahdi Adrikna !

Kamis, 17 Februari 2011

Pertanyaan-pertanyaan Seputar Keghaiban Imam Zaman afs


Al-'ajal Ya Mahdi
                Kebanyakan dari kita (termasuk saya) sering mempertanyakan keghaiban Imam zaman. Kita sering bertanya, di manakah beliau afs ? kenapa beliau tidak menampakkan diri ? bukankah beliau pasti dijaga Allah dari musuh-musuh-Nya ? dst
Pertanyaan-pertanyaan di atas sah-sah saja, jika niat yang mendorong kita baik. Yakni, kita hendak mencari tahu kebenaran kemudian kita meyakini kebenaran tersebut.
Pada kesempatan ini, kami mencoba menjawab beberapa pertanyaan tentang keghaiban imam zaman afs.

Pertanyaan pertama :
‘kenapa imam Mahdi afs harus ghaib ? bukankah imam dibekali ilmu yang mampu meluluh-lantahkan kejahatan !?’
Jawaban :

Sabtu, 12 Februari 2011

Sekilas Tentang Wilayatul Faqih



Sayyid Ali Khamenei dan Sayyid Ruhullah Musawi
                Wilayatul faqih adalah niyabah (pemegang wewenang sementara) Imam Mahdi afs dalam memimpin umat islam dan menegakkan hukum Allah swt yang merupakan mandat dari beliau afs. Wilayatul faqih merupakan pancaran cahaya, sinaran inti bintang dan ranting dari dahan pohon suci beliau afs.

Al-wilayah, perlindungan
                Harus diketahui bahwa agama menetapkan wilayah (otoritas atau kekuasaan untuk mengatur, memerintah dan melarang) sebagian orang atas sebagian yang lain adalah untuk menjaga orang yang berada didalam naungan wilayah tersebut. Misalnya, wilayah (perwalian) seorang ayah atas anaknya yang masih kecil, perwalian seorang ayah dalam menikahkan anak gadisnya dst. Wilayatul faqih berfungsi menjaga kepentingan umum dan melindungi masyarakat dari penyimpangan, kerusakan dll. Wilayah terikat untuk menjaga kepentingan orang yang berada di naungan perwalian, sang wakil tidak berhak mengatur berdasarkan hawa nafsu, kepentingan dan hasrat pribadinya.

Rabu, 09 Februari 2011

Al-Mahdi, Keadilan dan Kebahagiaan Akhir Zaman



Dimanakah bahtera penyelamat?
Dini hari menjelang subuh, tanggal 15 Syaban 255 Hijriyah, rumah Imam Hasan al-Askari (as) diterangi oleh cahaya imamah yang lahir dari rahim wanita suci bernama Narjis. Kelahiran bayi ini disambut dengan suka cita oleh sang ayah sebab dialah yang kelak akan menjadi pemimpin dunia dan menegakkan keadilan dan kebenaran di seluruh muka bumi. Dialah al-Mahdi yang berita kedatangannya sudah dikabarkan oleh para Nabi. Sekitar 30 tahun lalu Dr Mohammad Tijani, ulama dan cendekiawan asal Tunis dalam bukunya yang berjudul ‘Tsumma Ihtadaitu’ (Akhirnya Kutemukan Kebenaran), menulis, “Selama ini saya meyakini bahwa khilafah adalah masalah politik murni yang tak ada kaitannya dengan agama. Tapi setelah melakukan telaah mendalam dan luas, akhirnya saya dapatkan bahwa masalah imamah atau kepemimpinan adalah salah satu masalah inti agama. Imam Mahdi (as) adalah figur terakhir dari silsilah pemimpin dari keturunan Nabi yang kelak akan membebaskan umat manusia dan menampakkan kebesaran Islam.”
Tijani menegaskan bahwa prisip Mahdisme menjadi salah satu faktor ketertarikan orang di luar Islam kepada ajaran ini. Sang Doktor mengatakan, “Ketertarikan kepada Islam yang semakin tinggi dan mengundang keheranan kalangan para sosiolog dan peneliti agama di seluruh dunia disebabkan oleh faktor adanya prinsip keselamatan umat Manusia di akhir zaman. Seiring dengan memancarnya cahaya Islam di dunia, upaya keras untuk memerangi agama ini juga terus meningkat. Namun pada akhirnya, Imam Mahdi (as) bakal muncul laksana mentari yang menerangi seluruh jagat.”
Seiring dengan revolusi Imam Mahdi dan terjadinya perubahan besar yang mengubah nasib umat manusia, Islam akan menjadi agama yang dianut oleh seluruh manusia di dunia. Kebangkitan Imam Mahdi dan penyebaran agama Islam seluruh dunia adalah fakta pasti akan terjadi. Nabi Saw sudah memberikan kabar gembira kedatangan Imam Mahdi dalam sebuah hadisnya. Beliau bersabda, “Saya memberi kabar gembira kepada kalian akan kedatangan al-Mahdi dari umatku. Dia akan memenuhi bumi ini dengan keadilan setelah sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman. Dia akan membagi kekayaan dengan benar dan adil.”
Imam Mahdi (as) membawa pesan universal. Kebangkitannya akan membebaskan umat manusia dari belenggu perbudakan dan kezaliman. Kedatangan Imam Mahdi (as) akan menampakkan berkah yang terpendam di langit dan bumi. Syahid Ayatollah Sayid Mohammad Baqir Sadr mengatakan, “Misi yang dipikulkan Allah kepada Imam Mahdi (as) adalah melakukan perombakan besar di alam. Karena itu, revolusi besar ini memerlukan sejumlah persyaratan seperti revolusi-revolusi sosial lainnya. Revolusi ini bakal membawa umat manusia keluar dari kegelapan kezaliman kepada cahaya keadilan.”
Salah satu gelar paling terkenal untuk Imam di akhir zaman ini adalah ‘al-Mahdi’ yang berarti ‘orang yang diberi petunjuk’ dan ‘al-Qaim’ yang artinya ‘orang yang bangkit’. Imam Hasan Askari, ayahanda Imam Mahdi, pernah berkata, “Syukur kepada Allah yang tidak mencabut ruhku sampai aku bisa menyaksikan penerusku. Dia adalah orang yang perilaku dan rupanya paling mirip dengan Rasulullah Saw. Allah akan melindunginya selama masa ghaib dan akan memunculkannya kembali untuk memenuhi dunia dengan keadilan setelah dipenuhi oleh kezaliman.” Rasulullah Saw mengenai Imam Mahdi, dalam sebuah hadis bersabda, “Baqiyyatullah al-Mahdi saat muncul kelak akan duduk di atas mimbar sedangkan umat manusia berbaiat kepadanya. Dia akan memperlakukan mereka seperti aku memperlakukan umat.” Dalam hadis lain, Rasulullah Saw bersabda, “Al-Mahdi dari keturunanku. Dia akan berperang untuk memperjuangkan sunnahku sebagaimana aku berperang untuk menegakkan wahyu.” Hadis Nabi Saw yang lain menyebutkan, “Dia akan meletakkan kaki dia atas jejakku dan tak akan pernah menyimpang dari jalanku.” “Al-Mahdi adalah salah satu keturunanku. Namanya sama dengan namaku dan kunyahnya sama dengan kunyahku.”
Sirah Nabi Saw dilandasi oleh sikap kasih sayang dan cinta. Ketika menundukkan kota Mekah saat pasukan Muslim memasuki kota itu, Saad bin Ubadah pemegang panji kelompok Anshar berseru, “Hari ini adalah hari pertempuran.” Suara Saad didengar Rasul Saw. Beliau lantas bersabda, “Tidak demikian, hari ini adalah hari pengampunan dan rahmat.” Imam Mahdi (as) akan mengikuti jejak kakeknya yang mulia. Beliau adalah rahmat bagi umat manusia. Kasih sayangnya kepada umat tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Al-Mahdi adalah makhluk Allah yang paling suci, kandungan kemurahan dan kesucian serta mengibar panji keadilan. Nabi menyebutnya Merak penghuni surga. Beliaulah yang kelak akan menghidupkan pelita benderang kebenaran dan keadilan serta membimbing dunia kepada kebahagiaan hakiki. Imam Ja’far Shadiq (as) berkata, “Demi Allah, keadilan yang ditegakkan al-Mahdi akan menembus ke seluruh lorong dan sudut setiap rumah seperti udara panas dan dingin yang menembus ke semua ruang.”
Sejarah manusia belum pernah menyaksikan tegaknya keadilan secara nyata dan sesungguhnya di muka bumi. Padahal manusia secara fitrah mendambakan keadilan dan kedamaian. Manusia memang telah berhasil mencapai banyak kemajuan di bidang ilmu. Namun dalam banyak kasus kemajuan ilmu itu malah membawa petaka dan kehancuran. Kelak di masa pemerintahan al-Mahdi, kemajuan akan dicapai dalam bentuknya yang paling sempurna dengan hasilnya yang dirasakan oleh semua manusia secara nyata. Di masa itu, tak ada celah bagi kemunafikan dan diskriminasi. Hubungan antara berbagai bangsa berjalan atas dasar keadilan, persahabatan dan rasa hormat. Kebenaran hakiki dalam bentuk ajaran Islam akan nampak dan seluruh umat manusia akan mengikutinya. Di masa itu, pemikiran umat manusia akan menyatu. Mereka semua menyembah dan mengagungkan Allah yang Maha Esa. Akal manusia akan mencapai kematangan yang menakjubkan dan ilmu akan berkembang secara mencengangkan. Tak ada kerusuhan, konflik dan ketidakamanan di zaman itu. Firman Allah yang menyebutkan tentang pergantian rasa takut menjadi ketentraman akan menemukan wujudnya yang nyata. Dunia dipenuhi dengan kehangatan, keakraban, perdamaian dan kasih sayang. Dunia benar-benar berada dalam keindahan yang sebenarnya. Untuk menegakkan pemerintahan yang dicita-citakan itu, tentunya al-Mahdi memerlukan para pengikutnya yang setia dan suci. Mereka adalah manusia-manusia pemberani, bijak dan pecinta keadilan. Merekalah yang bakal berjuang di bawah kepemimpinan al-Mahdi untuk menegakkan pemerintahan ilahi yang hakiki. Imam Ali (as) dalam sebuan riwayat menyebutkan bahwa para sahabat al-Mahdi adalah para pemuda. Saat muncul kelak, Imam Mahdi (as) berpenampilan layaknya sosok manusia matang berusia 40 tahun. Jumlah sahabat terdekat beliau 313 orang sama dengan jumlah sahabat Nabi Saw di perang Badr.
Sumber : IRIB

Jumat, 31 Desember 2010

Mengapa Al-mahdi dijuluki IMAM ZAMAN?


Apakah karena beliau muncul pada zaman terakhir..? atau bagaimana..??

Kita ketahui bahwa suatu gelar mencerminkan kepribadian manusia, sifat dan ciri2nya diproyeksikan melalui gelar tersebut. Sebagaimana Nabi yang terakhir kita yaitu Nabi Muhammad saww yang secara khusus disebutkan dalam kitab suci Al-qur’an sebagai ‘rahmatan lil ‘alamin’ yang keberadaannya merupakan sumber dan asas rahmat di dunia dan diakhirat. Demikian pula halnya dengan keturunannya yang diberkati, diantaranya Imam Al-Mahdi afs(‘ajjalallahu farajahu asy-syariif) dimana beliau menyandang gelar yang mulia yaitu ‘IMAM ZAMAN’. Dimana gelar ini, memiliki makna yang penting dan seringkali –dalam do’a dan percakapan- kita mendengar ‘Imam Zaman’ dan secara langsung hati dan pikiran kita tertuju pada imam Mahdi afs yang agung yang kita tunggu keberadaannya dialam ini.
Tapi sayang, walaupun kita sering dan terbiasa mendengar gelar tersebut, namun kita belum pernah terusik/tergugah untuk mengetahui makna dan fakta2 yang tepaut dalam gelar tersebut, dikarenakan keragua-raguan sedang berkecambah dalam hati dan pikiran kita.
Mungkin dari sinilah kita kita akan sedikit menyingkap tentang makna dan fakta-fakta yang terkandung dalam gelar ‘imam zaman’ yang disandang oleh Al-imamul Mahdi afs.
Bahwasannya Imam Zaman, Shohib Ashr ataupun Wali Ashr tak lain adalah sinonim yang secara langsung terkait dengan ‘juru selamat’ yang terakhir yaitu imam Mahdi afs. Maka semua nama nisbatan diatas merupakan kombinasi antara dua kata yaitu, ‘Imam’, ‘Wali’ ataupun ‘Shohib’ dan ‘zaman’ serta ‘ashr’. Seorang imam disebut demikian karena ia selalu memimpin setiap orang kecuali Tuhan, sementara yang lain dibelakang, ia selalu memimpin sedangkan yang lain diarahkan dan dipandu olehnya. Sebagimana dalam shalat berjamaah ma’mum mengikuti semua gerak-gerik imam, ketika imam ruku’, ma’mum akan ruku’ dst, sedangkan ‘wali’ atau ‘shahib’ artinya ‘guru’ dan ‘pemimpin’ demikian pula para pengikut didikte oleh pemimpinnya, dan ‘zaman’ artinya ‘lapis keberadaan’ atau ‘seluruh penciptaan’
Jadi ketika kita menyebut Imam Mahdi afs, sebagai ‘imam zaman’, ‘shohibuz-zaman’ bukan karena pendirian agama semata, bukan hanya karena muncul di zaman yang terakhir, melainkan bahwa beliau adalah salah seorang pemimpin yang dimana semua makhluk tertutup dalam lapisan ini dan tidak ada satupun dibawah langit dan diatas bumi berada diluar lapis eksistensi. Bahkan seluruh ciptaan, langit, bumi, dulan gemintang dst berada dalam satu penguasaan yaitu penguasaan IMAM ZAMAN.
Hal ini tersirat dalam
hadits qudsi yg berbunyi :
“wahai hambaKu! Ta’atilah Aku, maka akan Aku jadikan kamu sepertiKu. Aku katakan kepada sesuatu, ‘jadilah’ maka ‘jadilah’, dan engkau katakan kepada sesuatu ‘jadilah’ maka ‘jadilah’(biharul anwar 9/376, jld 24, hadits ke 376)
Dan juga ayat al-qur’an yang berbunyi :
”Sesungguhnya muka bumi ini kepunyaan Allah. la mewariskan kepada orang-orang yang Ia sukai, dan akhir yang baik diperuntukkan bagi orang-orang beriman.. " (QS. al-A'raf:128).
Wallahu a’lam.
Oleh : Ali s. disadur diambil dari buku “Imam mahdi sebagai simbol perdamaian dunia”

Kamis, 28 Oktober 2010

Seharum Semerbak Al-mahdi


Malam telah berakhir, matahari keadilan dan kebebasan muncul di ufuk hati manusia. Seorang manusia agung bangkit dan dengan tangan penuh kasih sayangnya, menanamkan persahabatan dalam hati umat manusia. Ia memiliki wajah penuh pesona, cerah, dan bersahaja. Di hadapan Allah swt dan kebesaran-Nya, ia adalah manifestasi keindahan dan keagungan Allah swt. Imam Mahdi as adalah sosok yang adil, suci, berperilaku baik, dan berwibawa. Ia tidak akan membiarkan terjadi ketidakadilan meski hanya setitik pun, dan dengan lentera hidayahnya, ia akan menerangi seluruh dunia hingga iman dan keadilan yang sesungguhnya dapat terwujud.
Kini berabad-abad telah berlalu sejak manusia menjejakkan kaki pada peradaban dan budaya modern. Ketika memasuki tahap atau fase baru dalam perjalanan peradabannya, manusia mengira dapat menyelesaikan seluruh masalahnya. Namun setelah beberapa waktu, manusia harus berhadap-hadapan dengan masalah baru. Kemudian setelah tidak dapat menyelesaikan masalah tersebut, manusia akan menyadari bahwa ia membutuhkan sang penyelamat untuk mengentaskan manusia dari masalah hakikinya yaitu kesesatan dan kefasadan. Salah satu fakta nyata di dunia dewasa ini adalah perluasan kezaliman, pelanggaran, dan arogansi. Saat ini kita hidup di dunia yang dipenuhi manusia-manusia yang pada umumnya hidup untuk diri mereka sendiri. Hubungan mereka dengan orang lain berkaitan erat dengan tuntutan materi serta persahabatan mereka berasaskan untung dan rugi.
Umat manusia dewasa ini setelah mendapatkan sesuatu, mereka mengejar mimpi baru dan selalu merasa tidak tenang. Kita tengah hidup di masa ketika keamanan, perdamaian, dan ketenteraman sejati, menjadi sesuatu yang hilang dari dimensi kehidupan. Tren konsumerisme semakin meningkat setiap hari, sementara alam dan lingkungan hidup menuju kepada kehancuran. Keadilan dan dukungan terhadap hak asasi manusi, merupakan kata-kata indah yang mengalir dari mulut orang-orang yang mengklam diri sebagai perwakilan umat manusia. Namun pada saat yang sama, dengan penuh kesombongan mereka melakukan kejahatan di berbagai belahan dunia setiap hari.
Pada masa krisis yang seakan tidak pernah berakhir ini, hanya petunjuk dari Allah swt yang dapat menerangi hati manusia dan menyelamatkan mereka. Seperti yang difirmankan oleh Allah swt, suatu hari kelak akan muncul tatanan baru yang memberikan warna baru di dunia. Pada hari itu, Imam Mahdi as dengan aroma harum kemunculannya akan bersinar di hati manusia dan memberikan energi baru dalam kehidupan. Ia akan menebarkan rasa kasih sayang dan cinta ke seluruh penjuru dunia serta mengembalikan asas hubungan sosial yaitu berdasarkan kasih sayang dan persahabatan.
Imam Mahdi as adalah putra Imam Hasan Askari as. Ibu beliau bernama Nargis Khatun yang merupakan putri raja Romawi dan dibawa ke Baghdad melalui peristiwa yang sangat menakjubkan. Kemudian ia pergi ke Samarra dan menikah dengan Imam Hasan Askari as. Imam Mahdi as adalah hujjah atau imam terakhir Allah swt untuk umat manusia yang saat ini tengah menjalani masa kegaiban. Pada akhirnya, Imam Mahdi as akan muncul dengan kehendak Allah swt serta memenuhi dunia dengan keadilan dan keamanan.
Dalam ajaran agama telah disebutkan banyak hadis tentang kemunculan Imam Mahdi as, tanda-tanda kemunculannya, dan tentang kebangkitan melawan kezaliman. Dalam hadis, Imam Mahdi as diumpamakan sebagai cahaya Allah, pedang tajam, pewaris ilmu, sang penyadar, dan perusak istana-istana kezaliman. Imam Mahdi as mewarisi karakter seluruh auliya’ Allah. Oleh karena itu, Imam Mahdi memiliki seluruh sifat para nabi termasuk adil, sabar, pengasih, pemberani, dermawan, dan tawadhu'. Banyak para penyair yang menyamakan Imam Mahdi as dengan Nabi Yusuf. Dalam menyifatinya mereka menekankan poin ini bahwa Imam Mahdi sama dengan Nabi Yusuf yang ghaib dari pandangan masyarakat umum. Ia tidak dikenal di tengah masyarakat untuk menempuh jalan yang benar. Dengan kata lain, Imam Mahdi as bagaikan matahari yang tersembunyi di balik awan tebal namun umat manusia tetap dapat merasakan manfaat eksistensinya, meski mereka tidak dapat menyaksikannya.
source : IRIB

Menanti Sang Juru Selamat

Sejak awal diciptakan, dunia dibangun di atas landasan keadilan dan keteraturan yang menakjubkan. Alam semesta dengan seluruh bintang-gemintang dan galaksinya, semuanya itu menunjukkan adanya suatu sistem cerdas yang teratur. Sejatinya, kezaliman dan ketidakadilan bertentangan dengan prinsip keteraturan alam semesta. Karena itu, kezaliman yang terjadi di muka bumi tidak akan pernah abadi dan suatu saat nanti akan dimusnahkan untuk selamanya. Mengenai hal ini, Rasulullah saw meramalkan datangnya seorang manusia agung yang akan menegakkan keadilan dan melawan kezaliman di akhir zaman. Beliau bersabda: "Kalaupun umur dunia hanya tersisa sehari, Allah swt akan memanjangkan hari itu sedemikian rupa hingga seorang dari keturunanku bangkit dan memenuhi dunia dengan keadilan, setelah sebelumnya penuh dengan kezaliman".

AL-MAHDI DAN MASYARAKAT IDEAL

Manusia secara naluri mempunyai kecenderungan pada kesempurnaan seperti mencari keadilan, kebenaran dan kebaikan. Dengan adanya kecenderungan tersebut, manusia dalam sepanjang sejarah berusaha merealisasikan kebenaran, keadilan dan nilai-nilai akhlak. Para nabi dan wali merupakan penggagas dan pendahulu misi-misi suci tersebut. Upaya dan perjuangan mereka semenjak awal berupaya memberikan petunjuk kepada manusia ke arah kebaikan dan keadilan hingga dunia ini terlepas dari kezaliman dan arogansi.
Meski para nabi dan manusia-manusia Tuhan berupaya menyebarkan kepercayaan kepada Allah Swt dan keadilan, namun sejarah membuktikan bahwa upaya itu tidak memberikan hasil yang sempurna dan komprehensif. Sebab, ada sejumlah pihak yang menjadi kendala bagi misi para nabi dan manusia-manusia Tuhan. Karena itulah realiasi keadilan secara merata dan perlawanan terhadap segala kezaliman dan penindasan dihadapkan pada kendala serius dan jauh dari harapan setiap manusia. Untuk itu, penantian pada kemunculan juru penyelamat yang akan merealisasikan tujuan-tujuan agung tersebut, merupakan sisi persamaan yang dimiliki oleh semua agama.
Islam yang merupakan agama terakhir dan paling sempurna, menjelaskan struktur masyarakat ideal bagi seluruh umat manusia. Menurut pandangan Islam, seorang keturunan dari Rasulullah Saww akan muncul di muka bumi pada akhir zaman. Sosok inilah yang akan memerangi kebatilan dan ketidakadilan di dunia serta merealisasikan masyarakat ideal. Pemerintah global Islam yang dipimpin oleh Imam Mahdi af mempunyai kriteria-kriteria khusus yang tidak dimiliki sistem lainnya. Pemerintah Imam Mahdi as akan muncul berdasarkan ajaran-ajaran wahyu dan norma ilahi. Adapun nilai-nilai materi yang dibangun berdasarkan individualisme dan materialisme disingkirkan dari pemerintahan Imam Mahdi as.
Aliran-aliran materialis berkeyakinan bahwa peradaban dan pemerintah harus berdasarkan nilai-nilai spritiual dan agama. Sebaliknya, Islam dengan ajaran-ajarannya yang jelas, memaparkan berbagai tauladan di tengah masyarakat. Menurut pandangan agama suci ini, undang-undang, keadilan, kemuliaan, interaksi sosial dan ekonomi berlandaskan pada ketauhidan dan tercerminkan dalam keindahan. Dalam sistem manajemen Islam, perluasan keadilan dan perlawanan terhadap diskriminasi menjadi prioritas utama agama ini.
Allah Swt dalam surat Nahl ayat 90 berfirman, "Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran." Ayat tersebut menggambarkan pondasi-pondasi penting sosial seperti keadilan dan kemuliaan dengan arti sebenarnya yang akan terealisasi dalam pemerintahan Imam Mahdi af. Dalam pemerintahan Imam Mahdi as digambarkan bahwa persahabatan, saling tolong-menolong dan kemuliaan sangat kokoh, bahkan setiap individu di tengah masyarakat berperilaku bak sebuah keluarga.
Akan tetapi sangat disayangkan, masyarakat saat ini dihadapkan pada hubungan sosial tidak sehat dan destruktif yang bertumpu pada kekhawatiran dan ketidakpercayaan antarmanusia. Kefasadan sosial hingga ketidakamanan di dalam keluarga menunjukkan bahwa peradaban dunia saat ini telah gagal membangun spirit manusia dalam merealisasikan ketenangan diri. Realita tersebut menggambarkan bahwa hubungan sosial manusia tidak dapat digambarkan tanpa landasan spritual. Sederet problema di dunia semakin mencerminkan pentingnya kahadiran sosok juru selamat yang menyematkan dunia dari berbagai tekanan.
Imam Shadiq as berkata, " Di akhir zaman, kemuliaan-kemuliaan akhlak dan nilai kemanusiaan akan menjadi landasan pemerintah global Islam." Imam Bagir as berkata, "Saat Imam Mahdi af muncul, hanya persahabatan, persatuan dan kerjasama yang mengemuka." Dalam pemerintahan Imam Mahdi as, kekhawatiran dan ketidakpercayaan antarmanusia telah pudar, sedangkan kepercayaan dan keamanan semakin kokoh. Lebih dari itu, radikalisme dan kebejatan moral terus berkurang, dan hukum pun berlaku. Orang-orang kaya juga tidak menzalimi kelompok lemah. Di pemerintahan Imam Mahdi as juga digambarkan bahwa setiap orang saling menghormati serta saling memberi nasehat dan jalan keluar. Disebutkan pula, harta, nyawa dan harga diri berada dalam kondisi aman. Semua manusia juga merasa tenang dan nyaman. Itulah gambaran ideal pemerintah Imam Mahdi as.
Di antara kriteria lain pemerintah Imam Mahdi af adalah memperhatikan kedewasaan akal dan perluasan ilmu. Dalam ajaran Islam, akal dan pemikiran mempunyai tempat yang luar biasa. Pada prinsipnya, agama tidak dapat dipahami dengan baik tanpa peran akal. Dengan ungkapan lain, manusia melalui daya pikirnya, mengenal esensi agama. Akal merupakan petunjuk manusia ke arah perbuatan baik dan memperingatkan hal-hal yang berbahaya. Untuk itu, Al-Quran sangat menganjurkan setiap manusia supaya berpikir dan merenung. Dalam pemerintah Imam Mahdi as, akal berada di samping penyembahan kepada Allah Swt, akhlak dan takwa. Akal yang sehat merupakan petunjuk kebaikan dan norma-norma.
Hal yang tak dapat dipungkiri, sains dan teknologi yang merupakan hasil inovasi akal manusia tidak akan dihadapkan pada bencana bagi manusia bila dibarengi dengan akal yang sehat. Dalam pemerintahan Imam Mahdi as, kepintaran manusia yang berada dalam hidayah ilahi, dapat mencapai pada kesempurnaan. Dalam kalimat mutiara Imam Shadiq as disebutkan, ilmu mempunyai 27 pintu. Sebelum kemunculan Imam Mahdi as, manusia dapat membuka dua ilmu. Saat Imam Mahdi as muncul, 25 pintu lainnya akan terbuka. Salah satu fenomena yang akan mengemuka saat Imam Mahdi af muncul adalah perkembangan ilmu berkali-lipat yang dibarengi dengan kesempurnaan spiritual, sehingga teknologi dan kemajuan tidak berada di tangan orang-orang yang tidak berhak. Kedewasaan akal yang dibarengi dengan pendidikan akhlak, akan membentuk masyarakat yang ideal.
Berbagai hadis dan riwayat menyebutkan bahwa masyarakat ideal di masa Imam Mahdi af menjadi sarana kedewasaan dan kesejahteraan materi. Tak diragukan lagi, ketika hubungan antarmanusia berlandaskan pada keadilan dan kemuliaan, berbagai kenikmatan dan anugerah ilahi akan melimpah di tengah masyarakat dan berbagai problema sosial dan ekonomi akan pudar. Dalam kondisi seperti ini, sumber daya alam begitu melimpah, dan manusiapun mampu mengoptimalkannya dengan baik.
Rasulullah Saww bersabda, "Di masa ummatku, akan bangkit Imam Mahdi af. Saat itu, masyarakat akan mendapatkan kenikmatan yang tidak pernah didapatkan pada masa sebelumnya. Alampun tidak menyembunyikan kekayaannya." Sesuatu yang akan terjadi di masyarakat Imam Mahdi af merupakan janji Allah Swt yang disebutkan berulangkali dalam Al-Quran. Dalam Al-Quran dijanjikan bahwa setiap manusia yang beriman baik laki maupun perempuan, melakukan amal saleh, maka Allah Swt akan mempersembahkan kehidupan bahagia dan layak. Dalam pemerintah Imam Mahdi as, kita akan menyaksikan kehidupan yang sehat. Ketidakamanan dan ketidaktenangan di dunia ini berubah menjadi kehidupan yang nyaman dan tenang. Membayangkan masa kemunculan Imam Mahdi dan pemerintahannya saja dapat menenteramkan hati manusia.
Source : http://indonesian.irib.ir/index.php/agama/semerbak-harum-mahdi/19620-imam-mahdi-as-dan-masyarakat-ideal

Kamis, 29 Juli 2010

Pakaian Imam Zaman afs

Disebutkan dalam riwayat-riwayat bahwa ada pakaian khusus yang dikenakan Imam Zaman afs ketika kemunculannya, dikisahkan adakalanya beliau mengenakan pakaian Rasul saww dan adakalanya mengenakan pakaian nabi Yusuf as.
Dari Ya’qub bin syuaib, dari Abi Abdillah as yang mengatakan “ ‘maukah aku perlihatikan kepadamu pakaian Al-qaim yang akan dia kenakan ketika dia bangkit?’ kujawab, ‘tentu saja, aku mau’ maka beliau as meminta dibawakan sebuah kotak lalu beliau membukanya dan mengeluarkan sejenis qamis (baju panjang), lalu membentangkannya, maka tampak dilengan baju sebelah kirinya darah, beliaupun berkata ‘inilah pakaian Rasul saww yg beliau kenakan pada hari bagian tubuh beliau terkena serangan se

Sabtu, 20 Februari 2010

Kelahiran Imam Mahdi al-Muntadzar afs (‘Ajjalallahu Farajahu asy-Syarif)


           
I5 Sya'ban
Imam Mahdi adalah imam ke-12, lahir pada tanggal 15 sya’ban 225h/868m. Di Samarra’ Irak. Ayahnya adalah imam ke-11 imam Hasan al-askari as dan ibunya seorang wanita mulia, Nargis, dikenal dengan nama Susan juga Shaiqal. Nargis adalah putri kaisar romawi, Yusy’a.
            Ketika masih berada di Roma, ibunda Al-mahdi telah menyaksikan berbagai mimpi yang aneh. Pada suatu saat ia bermimpi melihat Nabi Muhammad saww dan Isa al-masih menikahkannya dengan imam Hasan al-askari. Dalam mimpinya yang lain ia bermimpi bahwa ia masuk islam karena ajakan Sayyidah Fathimah as. Akan tetapi, akan tetapi ia menyembunyikan keislamannya hingga terjadi perang antara kaum muslimin dengan penduduk Romawi yang dipimpin langsung oleh kaisar Romawi.

Seputar Al-Mahdi as

Seputar Al-Mahdi afs

Al-'ajal Ya Maulay !
Al-mahdi. Mungkin semua muslim sudah pernah mendengar nama yang satu ini. Dialah simbol harapan manusia “messias” yang menurut Rasulullah saww akan mengubah wajah dunia dari kelemah-lesuan karena banyaknya maksiat di muka bumi ini menjadi wajah yang cerah berseri karena keadilan yang terjamin di seluruh penjurunya.
Sekarang kita akan melihat ‘ramalan’ Rasul saww tentang Al-mahdi ini.
1. Rasulullah saww bersabda “meskipun masa keberadaan dunia ini telah habis dan hanya tersisa satu hari sebelum hari kiamat tiba, Allah akan memperpanjang hari itu hingga waktu tertentu untuk menegakkan kerajaan orang yang berasal dari ahlul-baytku yang akan dinamai dengan namaku. Ia akan mengisi dunia ini dengan kedamaian dan keadilan sebagaimana dunia ini akan dipenuhi ketidak-adilan dan penindasan setelahnya”(Shahih Tirmidzi, jld 2, hal 86; Al-majma’ oleh At-thabrani, hal 217; As-sawaiq al-muhriqah oleh Ibnu hajar, bab 11, bag. 1, hal 249)

2. Nabi saww bersabda “dunia ini tidak akan hancur hingga seorang lelaki dari kalangan bangsa arab yang namanya sama denganku muncul” (Shahih Tirmidzi, jld 9, hal  74)

Lantas siapakah Al-mahdi itu?
1.Ummu salamah ra mengutip Rasulullah saww bersabda “Mahdi adalah dari ahlulbaytku dan keturunan Fathimah as” (Sunan Ibnu Majah, kitab al-fitan, vol 2, hal 1368, no. 4076; Sunan Abi dawud, kitab al-mahdi, no. 3735)

2. ada riwayat yang dicatat oleh Qunduzi dalam kitabnya Yanabi al-mawaddah       dari sanad Abu sa’id alkhudri berkata “Rasulullah sakit keras. Fathimah mendatanginya ketika aku sedang berada di sana. Melihat Rasulullah saww yang lemah, Fathimah menangis tersedak. Rasulullah pun menepuk pundak Fathimah dan berkata “Mahdi adalah dari keturunan Husain. Salam atasnya semua”( Yanabi al-mawaddah vol 3, hal 394) 

Apakah Al-mahdi sudah lahir?
Ya, Beliau lahir pada tanggal 15 sya’ban 255h/869m di Samarra’ Irak.

Haaa..?! bagaimana mungkin Al-mahdi bisa berumur ribuan tahun, sekitar 1141 tahun(dari 869-2010m)?
Tahukah Anda bahwa nabi Nuh as menjadi nabi selama 950 tahun?(Q S al-ankabut:14)
Apakah Anda tidak percaya kalau nabi  Khidr as masih hidup sampai sekarang? Berapakah umurnya? Anda yakin kalau Nabi Isa as masih hidup dan akan turun lagi kebumi kan? Lantas kenapa Al-mahdi tidak bisa seperti Nabi Isa as? Bukankah Al-mahdi adalah imam sholat Nabi Isa as?(shahih muslim, bag.2, hlm 193; musnad Ahmad bin hanbal, jld 3, hlm 45,384; sawaiq al-muhriqah oleh Ibnu hajar, hlm 251)
Yang berarti Al-mahdi mempunyai kedudukan yang lebih tinggi? Jadilah maka jadilah!




Lantas dimanakah Al-mahdi sekarang?
Pertama, Imam Mahdi as menghilang pada tahun 260h/874m ketika beliau diangkat menjadi imam. Dan terakhir kali beliau terlihat di gudang rumah ayahnya di Samarra (Irak). Akan tetapi ini tidak berarti beliau berada di sana sekarang.
Imam Mahdi as kadang-kadang berada di suatu tempat dan melakukan perjalanan mengelilingi dunia, sama seperti keyakinan kita tentang nabi Khidr as. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat Kasyful gummah oleh Abul hasan al-irbili jilid 3, hal. 283 atau Kasf al-astar oleh Mirza Husain an-nuri hal, 210-216.
Kedua, mengenai kegaiban imam Mahdi as, Qur’an tidak mengatur kegaiban sama sekali. Sekali lagi contoh Nabi Isa as dan Nabi Khidr as adalah contoh yang mirip dengan Al-mahdi afs(‘ajjalallahu farajahu asy-syarif). Semuanya berjalan sesuai dengan kehendak Allah ‘azza wa jalla.

BIODATA SINGKAT
Nama lengkap : Muhammad bin hasan bin ali bin muhammad bin ali bin musa bin      
                           ja’far bin muhammad bin ali bin husain bin ali bin abi thalib as
nama panggilan (laqob) : Al-qoim( orang yang akan menegakkan aturan Allah);
                                        al-hujjah(bukti Allah); Shahib al-zaman(pemilik zaman kita);
                                        al-muntadzar(yang dinanti)
Nama ayah      : Hasan bin Ali Al-askari as
Nama ibu         : Narjis (cucu kaisar Romawi)
TTL                 : Samarra’ Irak, 15 sya’ban 255h/869m

Eh, lupa! Satu lagi n paling penting. Kapan beliau akan muncul?
Pertama, imam Mahdi as akan muncul setelah umat siap menerimanya. Sepanjang sejarah umat manusia tidak pernah siap menyambut para nabi atau imam. Mereka lebih memercayai ideologi yang mereka buat sendiri daripada ideologi yang telah ditetapkan Allah untuk makhluk-Nya. Ketika semua manusia sudah kecewa dan putus asa dari semua ideologi mereka, barulah mereka akan siap menerima Imam Mahdi as dan beliau akan datang.
Kedua, imam Mahdi as akan datang ketika ia memiliki 313 pembantu dari orang-orang yang paling dekat dengan Tuhannya. Kita semua tahu bahwa pemerintahan tidak akan bisa berjalan kalau hanya satu orang yang mengaturnya. Setiap presiden memiliki menteri begitu juga imam Mahdi as membutuhkan orang-orang yang terpercaya.
namun yang jadi pertanyaan adalah apakah kita sudah siap menyambut imam Mahdi as? Apakah kita sudah memenuhi kriteria laskar imam zaman? Yaitu bertakwa pada Allah? Semoga saja!
Oleh karena itu, Ayo kita mulai mempersiapkan kedatangan pemimpin kita Shohibuz-zaman afs dengan mulai melakukan apapun yang baik untuk diri kita dan lingkungan sekitar. APAPUN! Labbaika ya Mahdi al-muntadzar..!! []