Shadow Word generated at Pimp-My-Profile.com
Tampilkan postingan dengan label Amerika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amerika. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 April 2013

Please Don't Be a Muslim

Bom Boston, Amerika Serikat
Dina Y. Sulaeman

Menyusul tragedi pengeboman di Boston, situs Washington Post memuat artikel berjudul “Please Don’t Be a Muslim” (semoga jangan orang Islam). Ya, saat mendengar berita pengeboman di Boston, agaknya, hampir semua orang, termasuk kaum muslim, secara refleks teringat pada Al Qaida atau sejenisnya. Menurut artikel tersebut, meski tragedi Boston masih belum diselidiki, di twitter sudah bertebaran pesan singkat, Please don’t be a ‘Muslim.’ Semoga jangan muslim pelakunya. Ungkapan belasungkawa juga segera dilakukan kaum muslim berbagai negara melalui media sosial. Seolah mereka semua sedang diposisikan sebagai tertuduh dan cepat-cepat berusaha menunjukkan bahwa mereka tidak setuju dengan aksi pengeboman itu. Menyedihkan, sejak tragedi  9 September 2001 (penghancuran gedung WTC), terorisme menjadi identik dengan muslim.

Jumat, 22 Maret 2013

Ayatullah Khatami: Ada Tiga Tersangka Utama dalam Krisis Suriah

Ayatullah Khatami
Khatib shalat Jumat Tehran, Ayatullah Ahmad Khatami menyinggung ketamakan kekuatan imperialis terhadap Suriah dan Irak seraya menyatakan, "Kaum imperialis dunia mempersenjatai anasir teroris di Suriah dengan bom-bom kimia yang membunuh banyak orang serta melukai puluhan warga tak berdosa Suriah."
IRNA (22/3) melaporkan, Sayid Ahmad Khatami dalam khutbah kedua shalat Jumat di Tehran mengatakan, "Suriah saat ini berada di garis terdepan dan jika dunia imperialis sampai berhasil mencapai tujuannya di Suriah, maka target mereka selanjutnya adalah Irak."
Ayatullah Khatami menambahkan, "Saat ini dua pemerintahan independen di dua negara tersebut (Suriah dan Irak) dan kaum imperialis menginginkan dua pemerintahan boneka. Oleh karena itu mereka selalu merongrong kedua negara itu dan kita menyaksikan berbagai aksi pengeboman termasuk di Irak."
Menurut khatib shalat Jumat Tehran, dalam berbagai kejahatan di dua negara tersebut ada tiga tertuduh yang terlibat. Tertuduh pertama adalah Amerika Serikat, Inggris dan rezim Zionis Israel. Sebagaimana yang telah dijelaskan Ayatullah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei (Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran), jika rezim Zionis berani berulah dengan Iran, maka Republik Islam akan meratakan Tel Aviv dan Haifa dengan tanah.
Ayatullah Khatami menjelaskan, "Perancis juga termasuk di antara para tersangka utama. Mereka adalah para penjahat yang berkoar tentang HAM namun pada saat yang sama berusaha menyulut pertumpahan darah di Suriah dan di Irak."
Adapun tersangka kedua adalah negara-negara despotik Arab seperti Arab Saudi dan Qatar yang mempersenjatai kelompok teroris. Sementara tersangka ketiga adalah para mufti Wahabi yang mengeluarkan fatwa halal penumpahan darah sesama saudara Muslim dan perampasan harta kekayaan mereka.
Ayatullah Khatami memperingatkan bahwa dunia Islam harus mengetahui bahwa mereka ini adalah para pengkhianat agama Islam, Al-Quran dan para ulama yang menjual agama mereka demi kekayaan serta bahwa pihak yang mendengarkan seruan para ulama Wahabi itu akan terjebak dalam tindak kejahatan dan nasibnya tidak lain kecuali neraka.
Sumber: IRIB

Kamis, 07 Maret 2013

Surat Chaves untuk Mahmoud Ahmadinejad

Ahmadinejad dan Hugo Chaves
“Saudaraku, Mahmud Ahmadinejad, Presiden Republik Islam Iran.

Mewakili rakyat Venezuela, terimalah salam hangat dan salam persaudaraanku ini. Begitu pula, sampaikanlah penghormatan yang dalam dan penuh kecintaanku kepada seluruh rakyat Iran yang pemberani nan kokoh.

Sahabatku! Saudaraku yang mulia!

Setelah saya mendengar bahwa dua orang warga Amerika: Joshua Fattal dan Shane Bauer yang ditangkap lantaran aksi spionase dibebaskan, saya letakkan tanganku di atas dadaku sembari bergumam,

‘Sampai sekarang masih ada para aparatur negara yang tidak melupakan kejantanan dan masih menghidupkan kemuliaan insani.’

Sabtu, 02 Maret 2013

Senator AS: Rahbar, Pemimpin Agama bagi Seluruh Muslim Syiah Dunia

Mantan Senator AS, Mike Gravel
Seorang mantan senator Amerika Serikat menilai sanksi yang dijatuhkan kepada Iran justru membuat negara itu mandiri dan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran benar-benar seorang agamawan yang berpengaruh atas seluruh muslim Syiah dunia. Ia menyarankan agar Amerika belajar dari model politik Republik Islam.
 
Baru-baru ini Iran menjadi tuan rumah konferensi bertema Hollywoodisme di Tehran yang dihadiri lembaga-lembaga internasional, tokoh-tokoh agama, produser film dan politikus. Konferensi itu membahas masalah seputar ideologi film-film Hollywood.
 

Jumat, 22 Februari 2013

Rahbar: Jika Iran Berniat Membuat Senjata Nuklir, AS Tak Akan Bisa Mencegah

Rahbar
Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatollah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei Sabtu (16/2) pagi dalam pertemuan yang penuh khidmad dengan ribuan warga Tabriz menjelaskan sepak terjang para petinggi Amerika Serikat (AS) yang tidak rasional khususnya yang berkaitan dengan tawaran perundingan, sementara di lain pihak rakyat Iran dan pemerintahan Islam selalu bersikap logis. Pada kesempatan itu, selain mengapresiasi partisipasi besar rakyat Iran dalam pawai peringatan kemenangan revolusi Islam ke-34, 22 Bahman (10 Februari) yang lalu, beliau juga menyampaikan pembicaraan penting terkait kericuhan yang belum lama ini terjadi di parlemen Majles Shura Islam.
Dalam pertemuan yang digelar untuk memperingati kebangkitan warga Tabriz 29 Bahman tahun 1356 HS (18 Februari 1978) itu Pemimpin Besar Revolusi Islam mengenang para syuhada yang gugur dalam peristiwa itu seraya menyebut agama dan iman, sebagai tolok ukur dan panduan gerakan bangsa Iran. "Contoh nyata dari manifestasi hakikat ini adalah perjuangan rakyat [provinsi] Azerbaijan selama 150 tahun yang selalu didasari oleh keimanan," kata beliau.

Masjid Al-Aqsha dalam Ancaman Serius Judaisasi

Masjid Al-Aqsha
Menteri Urusan Wakaf Pemerintah Palestina, Ismail Ridwan menekankan bahwa Baitul Maqdis dan Masjid Al-Aqsha sedang terncam bahaya serius dan kunjungan ulama Mesir ke Jalur Gaza, merupakan bentuk pencabutan boikot politik, ekonomi dan sosial yang dipaksakan terhadap Gaza.
 
FNA (22/2) melaporkan, hal itu dikemukakan Ridwan ketika menyambut delegasi ulama Mesir yang dipimpin oleh Doktor Salah Sultan, Ketua Dewan Tinggi Urusan Islam Mesir, ke Jalur Gaza Kamis, (21/2).
Ditekankannya bahwa kunjungan tersebut dilakukan di saat kiblat pertama umat Islam sedang melalui masa-masa berbahaya di hadapan upaya judaisasi oleh rezim Zionis Israel.
 

Di Papua, Kehebatan Ada di Ketiak Amerika

OPM, mainan Amerika?
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa sekalipun pendekatan pemerintah dalam mengatasi permasalahan Papua telah berubah dari "pendekatan keamanan" menjadi "pendekatan kesejahteraan", namun gangguan keamanan tidak dapat dibiarkan.

"Pemerintah memprioritaskan pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat untuk saudara kita di Papua.Tetapi tidak mungkin dibiarkan gangguan keamanan yang selama ini terjadi," kata Presiden Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (22/2/1013).

Jumat, 15 Februari 2013

Syria di Republika


Pada 11 Februari lalu, kolom Resonansi  harian Republika menurunkan sebuah artikel yang menurut saya sangat menyedihkan. Bagaimana mungkin seorang jurnalis senior, mantan Pemimpin Redaksi harian besar di Indonesia itu,sedemikian awamnya dalam memahami konflik Syria dan konstelasi politik global? Sang jurnalis yang bernama Ikhwanul Kiram Mashuri (IKM) itu menyandarkan analisisnya dari sebuah video yang  belum diverifikasi kebenarannya, lalu menyimpulkan bahwa "musuh umat Islam tidak hanya Zionis, melainkan juga rezim brutal seperti Assad."
Bagaimana mungkin seorang jurnalis senior sampai tidak tahu bahwa perang Syria sangat diwarnai perang propaganda dan bahkan disebut-sebutsebagai "A PhotoshopedRevolution" saking banyaknya rekayasa informasi foto yang diunggah melalui internetuntuk memprovokasi opini publik. Berkali-kali pihak oposisi mengunggah foto berdarah-darah di internet dan menyebutnya sebagai ‘korban Assad'. Lalu, biasanya para blogger-lah (sayang sekali, mengapa bukan jurnalis?) yang berjasa  menemukan bukti bahwa foto-foto itu mengabadikan kejadian berdarah di tempat lain (umumnya di Gaza).  Bahkan kantor berita sekelas BBC ketahuan menggunakan foto korban perang Irak dan menyebutnya itu korban pembantaian tentara Assad.

Rabu, 13 Februari 2013

Indonesia Tak Akui Sanksi Minyak AS pada Iran

Dian Wirengjurit
Duta Besar Indonesia untuk Tehran Dian Wirengjurit dalam sebuah pernyataan mengatakan, Jakarta tidak akan memperhatikan sanksi yang dikenakan pada sektor minyak Iran, dan mengatakan hal itu tidak akan berpengaruh pada pembelian minyak Indonesia dari negara itu.

Wirengjurit membuat pernyataan itu dalam wawancara dengan Fars New Agency yang dipublikasikan pada Selasa, 12/02/13.

Kamis, 07 Februari 2013

AS Tawarkan Pembicaraan dengan Iran, Ini Jawaban Rahbar

Sayyid Ali Khamenei
Rahbar atau Pemimpin Agung Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, menolak setiap pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat di bawah tekanan dan ancaman.
“Saya bukan seorang diplomat. Saya seorang revolusioner dan berbicara dengan terus terang, jujur, dan tegas. Sebuah tawaran dialog dianggap masuk akal hanya bila si pembuat tawaran menunjukkan niat baik,” kata Ayatullah Khamenei dalam pertemuan dengan para pejabat dan komandan Angkatan Laut Iran, hari ini (07/02).
“Kalian (Amerika) mengarahkan pistol ke Iran sambil mengatakan negosiasi atau kita tarik pelatuk! Kalian harus tahu bahwa tekanan dan negosiasi tidak bisa berjalan bersama-sama, dan bangsa Iran tidak akan terintimidasi oleh hal-hal seperti itu.”

Rabu, 16 Januari 2013

Ayatullah Nuri Hamadani: Jihad dan Peran Wilayatul Faqih

Ayatullah al Uzhma Nuri Hamadani
Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah al Uzhma Nuri Hamadani Senin (14/1) dihadapan para pejabat militer dan staffnya Provinsi Bushahr Republik Islam Iran di Husainiah Pecinta Tsarallah menyinggung keberanian dan kepahlawanan para pembela Revolusi saat mempertahankan kedaulatan Negara dari agresi rezim Saddam Husain Irak selama 8 tahun sebagai hal yang patut dipuji dan diteladani. "Keberanian dan kepahlawanan para pejuang pembela kedaulatan Negara selama 8 tahun dari gempuran tentara-tentara rezim Saddam patut mendapat apresiasi positif, dikenang, diteladani dan dipertahankan." Ungkapnya.

Dewan Nasional Palestina: Front al-Nusra Bantai Rakyat Palestina

Bassam Abu Sharif
Anggota Dewan Nasional Palestina (PA) Bassam Abu Sharif mengatakan bahwa kelompok teroris Front al-Nusra yang menggunakan bendera "Islam" telah menghancurkan kehidupan ribuan warga Palestina dipengungsian kamp al-Yarmuk di Damaskus. Demikian menurut laporan Breking News dari Damaskus, Senin, 14/01/13.

Kamis, 27 Desember 2012

Surat Einstein tentang Palestina

Menyusul terbentuknya negara Israel, dua kelompok teroris Yahudi bekerja untuk membersihkan Palestina dari penduduk Arab dan penjajah Inggris. Kelompok paling brutal bernama Lohamei Herut Yisrael (Pejuang untuk Kemerdekaan Israel) yang juga dikenal dengan nama  Lohamei Herut Yisrael  yang dibentuk oleh Avraham Stern. Kebanyakan dukungan dana bagi teroris Yahudi ini datang dari Amerika Serikat. Stern Gang mendapatkan dana yang dikumpulkan oleh Persahabatan Amerika untuk Perjuangan Kemerdekaan Israel.
Surat Einstein Tentang Palestina

Rabu, 26 Desember 2012

Hizbullah Ucapkan Selamat Atas Kelahiran Nabi Isa (as)

Selamat Natal dari Hizbullah!
Gerakan perlawanan Libanon, Hizbullah mengucapkan selamat atas kelahiran Nabi Isa (as) kepada umat Kristen dan Muslimin di Libanon dan di seluruh dunia pada hari kelahiran Yesus Kristus, Rabu, 26/12/12.

Dalam pernyataan yang dirilis oleh Media Humas Hizbullah, partai gerakan Perlawanan Libanon itu berharap kepada Allah swt semoga umat Kristen dan Muslim bisa hidup bersama-sama dalam keharmonisan, keadilan, kebaikan, perdamaian dan keamanan."

Sabtu, 22 Desember 2012

Dewan HAM PBB dan Lima Resolusi Anti Israel

Kebrutalan Rezim Zionis
Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) seraya meratifikasi lima resolusi anti Israel, juga mensahkan pembentukan Komisi Pencari Fakta untuk menyelidiki proyek pembangunan distrik Zionis di wilayah Palestina.
 
Sidang ke 19 Dewan HAM PBB, masyarakat internasional untuk pertama kalinya merilis lima resolusi berturut-turut anti Israel. Mereka mengutuk kejahatan luas serta pelanggaran nyata HAM oleh Israel di bumi pendudukan Palestina dan Dataran Tinggi Golan.
 

Selasa, 18 Desember 2012

Rahbar: Negara yang Berevolusi Harus Tentukan Batas Pemisah Dengan Kubu Arogansi

Musuh Besar Kubu Arogansi
Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatollah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei Selasa (11/12) pagi dalam pertemuan dengan ratusan dosen, akademisi dan cendekiawan peserta Konferensi Dunia "Dosen Dunia Islam dan Kebangkitan Islam" menerangkan pentingnya masalah kebangkitan Islam dengan membawakan analisa yang menyeluruh tentang kedudukan Islam dan syariat Islam serta masyarakat di negara-negara yang mengalami revolusi dalam beberapa waktu terakhir. Dalam kaitan ini, beliau juga menjelaskan tentang ancaman dan bahaya yang menghadapi masing-masing negara dan bangsa.

Minggu, 16 Desember 2012

SHN: Melalui Perang, AS Akan Menghapus Suriah dari Perimbangan Regional

Sayyid Hasan Nashrullah
Sekjen Hizbullah Lebanon menyinggung transformasi Suriah dan mengatakan, “Sejak awal krisis, para pemberontak beranggapan bahwa pemerintah berkuasa akan tumbang.”
Sayid Hasan Nasrullah Ahad (16/12) dalam sebuah pidatonya di Lebanon selatan mengatakan, “Jika para pemberontak beranggapan bahwa mereka sedang mengendalikan situasi, maka mereka sedang keliru, bentrokan di Suriah bukan antara rakyat dan pemerintah, karena rakyat bersama pemerintah, melainkan dengan anasir-anasir regional dan global.”

Jumat, 02 November 2012

Konspirasi dan Ilusi

Belakangan ini kita sering mendengar beberapa pengamat Timur Tengah yang tampil di layar kaca TVOne mengutarakan bahwa Iran dan Israel itu sebenarnya main mata. Tujuan pernyataan ini sebenarnya ingin menunjukkan adanya konspirasi di balik retorika Iran dalam memusuhi Israel dan membantu rakyat Palestina. Mereka ingin membangun argumen bahwa Iran itu cuma berpura-pura dalam dukungannya pada Palestina dan perlawanannya terhadap Israel.

Rabu, 17 Oktober 2012

Membongkar Hegemoni Zionis di Hollywood

Sinema saat ini merupakan salah satu sarana terpenting seni dan industri untuk menyebarkan identitas,budaya dan ideologi. Investor besar Zionis memiliki pandangan khusus mengenai industri ini. Zionis sangat cepat memahami pengaruh sinema dan urgensitasnya dalam propaganda dan berusaha keras untuk menguasai sarana ini. Mesin mesin propaganda mereka dengan bantuan para investor besar Yahudi sejak munculnya sinema di dunia berusaha menguasai industri penting ini guna mensukseskan tujuan busuk mereka.
Oleh karena itu kita menyaksikan para Yahudi ini mulai ramai-ramai membeli perusahaan film besar dunia khususnya di Amerika Serikat sehingga mereka mampu menguasai industri perfilman dunia, dan mereka memonopoli industri perfilman Barat. Saat ini berbagai perusahaan film besar di Amerika dimiliki oleh investor Zionis. Selain mendapatkan keuntungan yang besar dari penjualan film para Zionis ini juga memanfaatkan industri perfilman untuk mendiktekan ide-ide mereka kepada dunia.

Jumat, 03 Februari 2012

Media Internasional Ramai-ramai Reaksi Pidato Jum’at Rahbar

Tak lama setelah Rahbar atau Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, Ayatollah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei menyampaikan khutbah Jum'atnya di Tehran (3/2), situs serta media massa asing mulai mereaksi khutbah serta arahan beliau.
 
Kantor Berita Reuters dalam laporannya terkait khutbah Jum'at Rahbar menulis, pemimpin besar Iran pada hari Jum'at menekankan bahwa Tehran tidak akan menyerah pada represi asing yang menuntut untuk menghentikan program nuklirnya. Beliau memperingatkan bahwa Iran akan menjawab aksi sanksi sepihak oleh asing. Demikian seperti dilaporkan Fars News.