Shadow Word generated at Pimp-My-Profile.com
Tampilkan postingan dengan label karbala. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karbala. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Februari 2013

Musibah dan Kesulitan, Bukti Cinta Allah swt

Zainab, Ummul Masaib
 Ayatullah Murtadha Muthahhari dalam sebuah ceramahnya berkata, “salah seorang di antara wanita islam yang menjadi kebanggaan dunia adalah Zainab al-Kubra as. Sejarah memperlihatkan bahwa berbagai kejadian berdarah dan musibah yang tidak ada bandingannya yang terjadi pada peristiwa Karbala, telah menjadikan Zainab tak ubahnya menjadi sepotong baja yang telah ditempa. Zainab yang keluar dari Madinah tidak sama dengan Zainab yang kembali dari Syam ke Madinah. Zainab yang kembali dari Syam adalah Zainab yang lebih berkembang dan telah kokoh.[i]
                Dalam pembicaraan di atas, Syahid Murtadha Muthahhari ingin menjelaskan bahwa musibah dan kesulitan merupakan pendongkrak kekuatan tersembunyi kita, serta penyuci jiwa dan akhlak kita. Imam Ali as berkata, “sesungguhnya manakala Allah mencintai seorang hamba, niscaya Allah akan menenggelamkan hamba tersebut ke dalam berbagai musibah dan kesulitan.”[ii]
                Pertanyaannya, mengapa Allah membuktikan cinta-Nya dengan cara menenggelamkan seorang hamba ke dalam lautan musibah dan kesulitan? Dengan kata lain, apa efek dan pengaruh dari musibah dan kesulitan? Pertanyaan ini akan terjawab ketika kita mengetahui filsafat musibah dan kesulitan.

Rabu, 06 Februari 2013

Intisari Ceramah Asyura Habib Rizieq Syihab

Habib Rizieq Syihab, Ketum FPI
Di Indonesia hingga detik ini, nampaknya tak ada ulama Sunni yang bisa menjelaskan Asyura dan Karbala sebaik Al-Habib Al-Ustadz Muhammad Rizieq Syihab!
Berikut ini intisari Ceramah Al-Habib Muhammad Rizieq Syihab, Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) dengan tema besar “Hari Asyura dan Tragedi Karbala Dalam Perspektif Ahlusunnah wal Jamaah”
Ceramah ini disiarkan Live oleh Radio Rasil AM 720Khz pada tanggal 08/12/2012. Silahkan rujuk situs resmi Rasil di http://radiosilaturahim.com/habib-riziek-shihab-asyura-karbala/
Berikut ini inti ceramah Yang Mulia Al-Habib Rizieq Syihab.
1. Saat ini ada segelintir kelompok yang sengaja menciptakan kondisi di mana setiap ada diantara ummat Islam yang membicarakan tentang Sayyidina Ali,Sayyidah Fatimah,Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husein sebagai Tokoh2 Ahlul Bait Nabi Muhammad saww maka akan langsung di cap Syiah sehingga diharapkan ummat akan takut atau minder membicarakan tentang Ahlul Bait Nabi saw karena khawatir di cap Syiah.
2. Habib Rizieq mendorong semua pihak khususnya para ulama untuk tidak ragu ragu membuka kepada ummat sejarah Perjuangan Al Husein sepahit apapun lembaran sejarahnya. Habib menegaskan bahwa Ahlul Bait Nabi saw bukan hanya milik Syiah saja tetapi milik semua Ummat Islam, apapun madzhabnya, Ahlusunnah wal Jama’ah maupun Syiah.

Selasa, 01 Januari 2013

Keutamaan Ziarah Arbain Berjalan Kaki dari Najaf ke Karbala

Labbaika Ya Husain!
Menurut Kantor Berita ABNA, dalam sejarah Jabir bin Abdullah al Anshari dikenal sebagai peziarah pertama yang berjalan kaki dari Madinah menuju Karbala khusus untuk memperingati hari Arbain di Haram Imam Husain as di Karbala Irak yang kemudian selama 1373 tahun tradisi tersebut dijaga dan diikuti oleh jutaan pecinta al Husain setiap tahunnya.
Selama bertahun-tahun ulama-ulama dan para wali-wali Allah SWT menekankan pentingnya dan besarnya keutamaan berziarah kemakam Imam Husain as pada hari Arbain yang dilakukan dengan berjalan kaki dari arah Najaf ke Karbala. Jabir bin Abdullah memulai tradisi ini dengan berziarah ke makam Imam Husain as pada tahun 61 H, tahun kesyahidan Imam Husain as. Tahun-tahun sebelumnya para Aimmah Maksumin as menegaskan keutamaannya dan tradisi tersebut terus berlangsung sepanjang pemerintahan rezim Bani Umayyah dan Abbasiyah. 

Minggu, 16 Desember 2012

Pelantunan Ma'tam dalam Asyura 1433 H./2011

Husain, terimalah sedikit persembahan ini...
Farazdaq Khaza'i

Husain Oh Husain (Ma'tam Asyura 1434 H.)

Husain oh Husain Husain oh Husain
Husain oh Husain Husain oh Husain
Husain oh Husain Husain oh Husain
Husain Husain
Engkau terbunuh di padang sahara
Memilih mati demi agama
Teriakanmu menusuk kalbu
Husain Husain

Dengan darahmu islam abadi
Pengorbananmu tiada bertepi
Keluargamu menjerit pilu
Husain Husain
Tarian pedang hantarkan surga
Tak hirau luka hingga tiada
Salam untukmu Aba Abdillah
Husain Husain
Farazdaq Khaza'i

Karbala Ya Karbala (Ma'tam Asyura 1434 H.)

Beginilah suasana pelantunan ma'tam dalam acara peringatan hari Asyura 1434 h. di Jepara, Jawa Tengah.

Karbala ya Karbala Karbala ya Karbala
Altar pembantaian Husaini madzlum
Sejak dulu kau telah ditangisi
Para nabi oh ya Karbala
Daud menyanyikan
Kidung duka di sisimu
Di tepi sungai Eufrat Husain dibantai

Bukankah kau yang menyaksikan
Malaikat turun di atasmu
Mereka tak lagi
Kembali ke langit
Setelah al-Husain Melepas nyawa

Murtadha pernah menginjakmu
Meminta kesaksianmu
Putranya kehausan
Musuhnya bergembira
Di atas tanahmu
Semua terjadi
Wahai debu di Karbala
Ceritakan kepada kami
Darah syuhada
Derita as-Sajjad
Agar abadi
Seutuhnya
Farazdaq Khaza'i

Segenggam Rindu (Ma'tam Asyura 1434 H.)

Lirik Ma'tam:

• Segenggam rindu
Seikat cinta
Setetes duka
Sebongkah bara
Kau tabur... di atas pusara
Lalu... kau menangis lama 2x

Bukankah kau yang meminta
Hilangkan dahaga
Para wanita
Hatinya tersayat pilu
Ia tak mampu
Bawa air itu *

Adakah kau lihat wajahnya
Kau rasa sedihnya
Pedih di hatinya
Kuberi engkau segalanya
Sebagai bukti cinta
Tiada yang kupinta *

Tidakkah kau ingat ikrarnya
Ia janji setia
Bersama selamanya
Dan kini engkau sendiri
Ia tiada lagi
Berdiri di sisi *

Di mana sang penguat jiwa
Para ksatria
Sahabat setia
Siapa yang menjaga
Putri-putri surga
setelah kau tiada *
Farazdaq Khaza'i

Kamis, 06 Desember 2012

Peringatan Asyura 1434 H.



Mushalla kecil di desa Guyangan yang bernama al-Muttaqin itu terlihat ramai. Hari itu, minggu (26/11), para pecinta imam Husain di sekitar Jepara berkumpul di sana dan mengadakan majlis aza’ untuk mengenang peristiwa Asyura yang penuh duka itu.
Acara yang dimulai sekitar pukul setengah dua itu berlangsung khidmat dan penuh semangat. Dalam acara itu, pada hadirin mengambil hikmah asyura dari pembicaraan ustadz Muhammad Ali. Beliau dalam ceramahnya mengupas pertanyaan yang sering dilontarkan orang-orang yang tak menyukai majlis aza’ imam Husain, yakni “kenapa hari kesyahidan imam Husain lebih diperhatikan dibanding imam-imam lain atau bahkan Rasulullah saw?”

Khulasoh Ta’lim Muharram 1434 H.(2)


Husainiyyah=Mahdawiyyah
Malam ke-6 (19/11)
Inilah beberapa poin penting dari ceramah ustadz Nur Alim:
~. Keluarganya imam Husain bukan untuk pangkat, juga bukan untuk dibaiat di masyarakat Kufah.
~. Beliau menyeru orang-orang untuk melawan Yazid bin Muawiyah.
~. Keluarnya imam Husain memberikan efek hingga sekarang.
 ~. Meski menyeru, imam Husain tetap memberikan kebebasan kepada orang yang mendengar seruan beliau, tidak ada paksaan.
~. Pengorbanan Ibrahim atas Ismail diganti dengan domba, sedangkan pengorbanan imam Husain keluarganya tidak diganti.
~. Imam Husain meski tengah berperang, tetap mengingat Allah (salat tepat waktu).
~. Sahabat imam Husain ketika membela Imam tidak karena melihat kemadzluman Imam, tapi melihat Imam sebagai wali Allah.

Khulasoh Ta’lim Muharram 1434 H. (1)


Assalamu Alaika Ya Aba Abdillah
Madrasah Karbala kembali membuka gerbangnya untuk kita. Imam Husain as dan keluarga serta sahabat setianya siap menjadi guru sejati kita. Di bulan Muharram ini, para pecinta Husain kembali dirundung duka. Namun, Asyura bukan hanya tentang duka, tapi tentang segalanya yang dibutuhkan manusia untuk mencapai kesempurnaan. Keberanian, kesetiaan, pengorbanan, dan semua ilmu penting tertuang di hamparan gersang padang Karbala yang menjadi saksi tumpahnya darah Sayyidus Syuhada Imam Husain as. Berikut adalah beberapa poin penting dari ceramah para asatidz dalam Majlis Aza’ Imam Husain as yang diadakan di Mushalla al-Muttaqin, Guyangan, Bangsri, Jepara.
Malam Pertama
Ceramah disampaikan oleh Ustadz Nur Alim yang membahas tentang kemuliaan kepribadian Imam Husain, baik di sisi Allah swt maupun Rasulullah saw, (14-11-12)
~. Ahlulbayt as selalu menghadiri Majlis Aza’ Imam Husain as.
~. Allah memuji dan memuliakan Imam Husain dalam ayat-ayat al-Qur’an seperti:
~. Ayat Tathhir (al-Ahzab:33). Dalam ayat terkenal ini, Imam Husain yang termasuk Ahlulbayt dan Ahlulkisa’ disucikan Allah sesuci-sucinya.
~. Ayat Mawaddah (asy-Syura:22). Rasulullah saw tidak membutuhkan ‘upah’ atas dakwah beliau selain “kecintaan pada al-Qurba (keluargaku).” Kata al-Qurba bermakna Ahlulbayt dan Imam Husain as termasuk Ahlulbayt.

Kamis, 18 Oktober 2012

Karbala

Ali Asghor Yang Digendong Imam Husain as

Jepara, Jum’at petang, 10-12-10

        KARBALA. Tempat yang hanya dapat dijelaskan dengan kengerian, kedukaan, jeritan, tangisan dan kemuliaan serta persahabatan kemudian cinta. Andai kata, aliran sungai Eufrat dapat berkata, tentu hanya kalimat tangisanlah yang keluar dari lidahnya. Andai kata, debu-debu Nainawa itu sanggup berlari tanpa tiupan angin, pasti Karbala tak sebegitu ngerinya.

Rabu, 30 November 2011

PARA KSATRIA KARBALA








Perjalanan sejarah telah dipenuhi oleh figur-figur teladan dan tokoh-tokoh besar yang namanya abadi dan tindak-tanduknya layak diteladani. Lembaran hidup mereka mementaskan kepahlawanan, kedermawanan, keramahan, dan kebesaran. Di saat-saat genting sekalipun, kebesaran jiwa mereka tetap menjadi panutan. Kisah tragedi pembantaian keluarga Nabi di Karbala meski menjadi luka yang dalam bagi umat Islam sepanjang sejarah, namun penuh dengan hikmah. Tragedi Karbala adalah pertarungan antara kebenaran dan kebatilan, antara kemanusiaan dan kebinatangan, antara kemuliaan dan kehinaan, antara kebebasan dan keterbelengguan.
*  *   *

Jumat, 31 Desember 2010

Imam Husain as dan kebangkitannya




Mukaddimah
          Dunia islam tentu sudah tidak asing lagi dengan nama Husain bin Ali bin Abi Thalib as. Selain dikenal sebagai cucunda nabi, beliau juga terkenal sebagai Sayyidus-syuhada (Pemimpin para syahid). Julukan yang mulia ini disematkan pada beliau karena keagungan pengorbanannya di padang tandus bernama Karbala, Irak.

Jumat, 26 Februari 2010

Hikmah Dibalik Revolusi Husaini

Aba Abdillah Al-husain bin Ali as
Selama ribuan tahun asyura’ dan Karbala selalu menjadi bahan pembelajaran yang tak pernah habis untuk didiskusikan dan dipelajari. Asyura tak ubahnya seperti alam semesta ini yang tak pernah selesai diteliti dan dikaji. Semakin dalam penelitiannya maka semakin dalam pula ilmu dan hikmah yang diambil.
Namun, yang namanya kebenaran pasti selalu memiliki rintangan dan halangan berupa musuh yang selalu siap siaga menusuk dan merusak kebenaran tersebut dengan cara-cara yang sangat licik.
Semua muslim mengakui akan kelebihan imam Husain. Semua muslim mengakui tak ada satupun yang mampu menandingi cucu rasul yang satu ini. Namun seperti yang telah disinggung diatas kebenaran yang dalam hal ini dipimpin oleh imam Husain as selalu diganggu keberadaannya oleh kebatilan. Ada sebuah isykal yang ditujukan pada perjuangan imam Husain as. Mereka mengatakan bahwasannya imam Husain berjuang dan berperang demi kedudukan dunia, menentang pemerintahan Yazid dan dinasti Umawiyah tetapi beliau dikhianati oleh pengikunya sendiri sehingga dikalahkan oleh Yazid dan tentaranya sampai terbunuh. Isykal seperti ini dilontarkan oleh para materealisme yang hanya menilai sesuatu dari segi luarnya. Mereka melihat imam Husain as keluar dan menentang pemerintahan yang sah dan ini karena ingin menduduki jabatan Yazid sebagai pemimpin kaum muslimin.