Shadow Word generated at Pimp-My-Profile.com
Tampilkan postingan dengan label imam Mahdi afs. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label imam Mahdi afs. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Februari 2013

20 Hadits dari Imam Mahdi afs

Ya Abas Shalih al-Mahdi

Hadis 1

إن الله تعالى لم يخلق الخلق عبثا و لا أهملهم سدى بل خلقهم بقدرته و جعل لهم أسماعا و أبصارا و قلوبا و ألبابا ثم بعث إليهم النبيين (ع)  مُبَشِّرِينَ وَ مُنْذِرِينَ يأمرونهم بطاعته و ينهونهم عن معصيته و يعرفونهم ما جهلوه من أمر خالقهم و دينهم‏

 بحارالأنوار ج : 53 ص : 194
Imam Mahdi as bersabda:
Sesungguhnya Allah SWT tidak menciptkan mahluknya dengan sia-sia, dan mereka tidak dibiarkan begitu saja, akan tetapi Dia menciptakan mereka dengan kekuasaanNya, dan mereka dianugerahi telinga, mata, hati, dan akal pikiran, kemudian Allah mengutus kepada mereka para nabi untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan, mereka (para nabi) menyeru makhluk untuk taat kepdaNya dan mencegah mereka untuk bermaksiat, dan memberi tahu kepada mereka tentang hal-hal yang tidak mereka ketahui dari perintah tuhan mereka dan agama mereka.

Hadis 2

ثم بعث محمدا ص رحمة للعالمين و تمم به نعمته و ختم به أنبياءه و أرسله إلى الناس كافة

 بحارالأنوار ج : 53 ص : 194
Imam Mahdi as bersabda:
Kemudian Allah SWT mengutus nabi Muhammad saw sebagai rahmat untuk seluruh alam, dan dengan perantara beliau Ia akan merampungkan nikmatNya, dan dengan beliau Allah mengakhiri mata rantai suci kenabian, dan mengirim beliau untuk seluruh ummat manusia.

Hadis 3

و جعل الأمر بعده إلى أخيه و ابن عمه و وصيه و وارثه علي بن أبي طالب ع ثم إلى الأوصياء من ولده واحدا واحدا أحيا بهم دينه و أتم بهم نوره

Imam Mahdi as bersabda:
Dan Allah SWT  menjadikan urusan (kepemimpinan ilahiyah) sepeninggal - nabi saw - kepada saudaranya, anak paman, washi dan sekalian  pewaris beliau yaitu imam Ali bin Abi Thalib as, yang kemudian diserahkan kepada para pengganti selanjutnya yang tak lain anak cucunya satu demi satu, dengan perantara mereka Allah akan menghidupkan agama dan menyempurnakan cahayaNya.

Hadis 4

و جعل بينهم و بين إخوانهم و بني عمهم و الأدنين فالأدنين من ذوي أرحامهم فرقانا بينا يعرف به الحجة من المحجوج و الإمام من المأموم بأن عصمهم من الذنوب و برأهم من العيوب و طهرهم من الدنس و نزههم من اللبس و جعلهم خزان علمه و مستودع حكمته و موضع سره و أيدهم بالدلائل و لو لا ذلك لكان الناس على سواء و لادعى أمر الله عز و جل كل أحد و لما عرف الحق من الباطل و لا العالم من الجاهل‏

بحارالأنوار ج : 53 ص : 195
Imam Mahdi as bersabda:
Dan dijadikan perbedaan yang gamblang diantara (para imam), saudara-saudara dan kemenakan dan kerabat dekat mereka yang jelas sehingga hujjah Allah dapat dikenali oleh masyarakat umum, dan supaya dapat dibedakan antara imam dan makmum. Dari sini mereka dapat terjaga  dari dosa, terbebas dari aib-aib, tersucikan dari kotoran dan bersih dari kerancauan, dan menjadikan mereka –para imam- sebagai gudang-gudang ilmu dan hikmah dan tempat berbagai misteri, dan mereka dikuatkan dengan dalil-dalil dan bukti-bukti, karena jika tidak demikian adanya, maka semua manusia sama dan setiap orang akan mengaku sebagai seorang imam dan pemimpin, sulit menentukan mana yang hak dan mana yang batil, tidak akan ketahuan siapakah yang alim dan siapa yang bodoh.

Hadis 5

و قد أبى الله عز و جل أن يكون الإمامة في أخوين بعد الحسن و الحسين ع‏

 بحارالأنوار ج : 53 ص : 196
Imam Mahdi as bersabda:
Allah SWT tidak mengizinkan dan tidak suka imamah atau kepemimpinan setelah imam Hasan dan imam Husain as terkumpul dalam dua saudara.

Selasa, 22 Januari 2013

9 Rabiul Awal, Hari Raya Zahra

Hari Raya Keluarga Muhammad
Masa dua bulan yang menyedihkan mencapai klimaksnya pada hari wafatnya Imam Kesebelas, Imam Hasan al-Askari, pada tanggal 8 Rabiulawal. Satu hari setelahnya, menurut riwayat, adalah hari id (perayaan) bagi pencinta ahlulbait as. Dikenal sebagai Id Zahra, hari untuk menghormati putri Nabi Muhammad saw. sebagai hari kegembiraan dan kebahagiaan bagi orang-orang beriman.

Kamis, 06 Desember 2012

Khulasoh Ta’lim Muharram 1434 H.(2)


Husainiyyah=Mahdawiyyah
Malam ke-6 (19/11)
Inilah beberapa poin penting dari ceramah ustadz Nur Alim:
~. Keluarganya imam Husain bukan untuk pangkat, juga bukan untuk dibaiat di masyarakat Kufah.
~. Beliau menyeru orang-orang untuk melawan Yazid bin Muawiyah.
~. Keluarnya imam Husain memberikan efek hingga sekarang.
 ~. Meski menyeru, imam Husain tetap memberikan kebebasan kepada orang yang mendengar seruan beliau, tidak ada paksaan.
~. Pengorbanan Ibrahim atas Ismail diganti dengan domba, sedangkan pengorbanan imam Husain keluarganya tidak diganti.
~. Imam Husain meski tengah berperang, tetap mengingat Allah (salat tepat waktu).
~. Sahabat imam Husain ketika membela Imam tidak karena melihat kemadzluman Imam, tapi melihat Imam sebagai wali Allah.

Sabtu, 07 Juli 2012

Memperingati Hari Kelahiran Imam Mahdi, Ayatullah Shafi Menulis Syair

Ayatullah Luthfullah Shafi Ghulpaigani
Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Luthfullah Shafi Ghulpaigani dalam rangka menyambut pertengahan Bulan Syaban yang agung menulis sebuah syair dalam bentuk Musammit dengan judul Hari Pembebasan.
Syair yang ditulis oleh Marja Taqlid ini adalah sebagai berikut:






Hari Pembebasan.

شُکر فراوان که از عنایت یزدان

بار دگر شد پدید نیمه‌شعبان

فخر زمین می‌کند به روضه‌ی رضوان

از قدم پیشوای عالم امکان

حضرت صاحب زمان ولیّ جهان‌بان


Jumat, 06 Juli 2012

Mengenal Imam Mahdi as dan Tugas Kita

Mushalla Al-husaini yang terletak di daerah Candi Banjaran, Jepara, kemarin (05/07), terlihat ramai. Pasalnya, di Mushalla itulah acara peringatan Milad Imam Mahdi afs diperingati. Tema yang diusung panitia kali ini adalah, ‘dengan nisfu sya’ban kita tingkatkan kesetiaan kepada Imam Mahdi as.’
Dalam acara yang dimulai sekitar pukul delapan malam itu, para hadirin, ikhwat dan akhwat yang berjumlah sekitar 350 orang, menimba ilmu dari Ustadz muda, Sayyid Muhammad bin Ali Bafaqih. Dalam ceramahnya, Sayyid Muhammad bin Ali Bafaqih mengutip sebuah ayat Al-qur’an yang berbunyi, “wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaknya kalian bersama orang-orang yang benar (ash-shadiqin).” (At-taubah : 119)

Makna Penantian


Ya Mahdi Adrikna!
Pada majlis peringatan hari lahirnya Imam Mahdi afs yang diselenggarakan Yayasan Islam Darut Taqrib Jepara di PONPES Darut Taqrib Jepara, Ustadz Miqdad Turkan, selaku pembicara, menjelaskan tentang makna penantian (Intidzar al-faraj).
Ustadz menjelaskan bahwa penantian ada dua: pasif; dan aktif. Penantian yang pasif yakni kita berkeyakinan bahwa misi Imam Mahdi afs adalah melakukan perubahan. Oleh karena itu, kita tak perlu berbuat apapun. Kita tak memiliki kewajiban untuk melakukan perubahan apapun. Lebih ekstrim lagi, ada yang berkeyakinan bahwa Imam Zaman afs hanya akan muncul jika kezaliman, kejahatan dan keburukan telah meliputi seluruh dunia. Maka, kita harus melakukan kezaliman, agar Imam cepat datang. Pemahaman seperti ini jelas-jelas salah dan menyimpang. Penantian yang benar adalah penantian aktif. Apa itu penantian aktif ?

Sabtu, 24 Desember 2011

Rahbar, Sang Pemimpin Agung (2)

Betapa Khusyuknya Beliau
Manusia sukses tidak terlepas dari program-program kehidupannya yang dari hari ke hari menghantarkannya ke arah kesempurnaan. Manusia semacam ini mempunyai tujuan tinggi dan setiap hari selalu melihat hal yang baru untuk menggapai tujuannya.
Ayatollah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei adalah di antara sosok manusia yang melakukan aktivitas politik, sosial dan budaya sejak masa mudanya. Dalam perjalanan hidupnya, beliau melewati banyak masa sulit. Meski demikian, kesibukan Ayatollah Ali Khamenei tak menghalangi ibadah dan spiritualnya. Bahkan spiritual itu dapat disaksikan dalam semua aktivitas Ayatollah Ali Khamenei. Ini semua mencerminkan bahwa Rahbar senantiasa menerapkan ajaran-ajaran Rasulullah Saw dan Ahlul Bait as yang tercermin dalam ibadah, kesadaran, kesabaran, perdamaian, jihad, pencerahan atau dakwah dan perilaku mulia lainnya.

Rabu, 30 November 2011

Ahlulbayt : Nikmat Terindah



‘segala puji bagi Allah yang telah menjadikan kita sebagai orang yang berpegang teguh kepada wilayah Amirul Mukminin, Ali bin Abi Thalib as.’
                Ungkapan rasa syukur ini sangat masyhur di kalangan pecinta Ahlulbayt. Apalagi ketika tanggal 18 Dzulhijjah datang menyapa. Ya, pada tanggal ini, Imam Ali as dilantik oleh Nabi saw sebagai pengganti beliau dalam hal kepemimpinan atas umat islam. Jika Rasul lebih utama dibandingkan seluruh umat islam, maka Ali pun demikian. Perintah Imam Ali as harus ditaati tanpa ada komplain sedikitpun. Pun larangannya. Apapun yang beliau larang maka harus dijauhi, meski sebagian orang membolehkannya. Kepemimpinan mutlak ini telah diberikan Allah untuk Ahlulbayt Rasul-Nya. Allah telah memilih mereka sebagai hujjah-Nya di muka bumi. Semua perintah Ahlulbayt adalah perintah Allah, dan semua larangan Ahlulbayt adalah larangan Allah ‘azza wa jalla.
Ahlul Kisa'

Kamis, 22 September 2011

Kisah Perjalan Sayyidah Nargis, Ibunda Imam Zaman afs



Surat untuk putri dari Romawi
            Syekh Tabarsi, dalam bukunya al-ghaibah menuliskan riwayat dari bashar al-anshari, pelayan imam Naqi as. Suatu hari, Imam as berkata, ‘wahai Basyar, engkau berasal dari kaum Anshar, yang selalu setia kepada kami selama ini. Karena itu, aku telah memilihmu untuk menjalan sebuah misi penting.’
Imam Naqi as kemudian menulis surat dalam bahasa romawi, lalu menutupnya dan diberi cap khusus milik Imam. Beliau as lalu memberikan surat itu beserta satu kantong berisikan 220 uang emas dinar. Basyar diperintahkan untuk pergi ke Baghdad dan menunggu di jembatan sungai Furat. Imam mengatakan pada Basyar bahwa di tepi sungai Furat itu dia akan mendapati perahu-perahu yang membawa para tawanan perempuan yang akan dijual sebagai budak. ‘perhatikanlah dari jauh, akan ada seorang pedagang budak bernama Umar bin Yazid an-nakhas. Tunggu sampai dia menggunakan pakaian sutra. Perempuan itu menggunakan cadar dan menolak membuka cadarnya, dan menolak siapapun menyentuhnya. Dia akan berteriak dalam bahasa Romawi untuk menghindarkan dirinya dari penodaan’ jelas Imam Ali Naqi as.  Selanjutnya, imam menambahkan, ‘seorang pembeli akan mengagumi kesuciannya, sehingga menawarkan uang 300 dinar kepada pedagang budak. Perempuan itu akan berkata padanya, ‘aku tidak menginginkanmu, meskipun kau menggunakan baju raja Sulaiman dan memiliki kerajaannya, jadi jangan buang-buang uangmu untukku.’
Si pedagang akan berkata, ‘apa maksudmu? Bagaimanapun, engkau akan kujual!’ lalu perempuan itu akan menjawab, ‘mengapa terburu-buru? Aku akan memilih pembeli yang disukai hatiku, yaitu pembeli yang setia dan jujur.’ ‘Pada saat itu’ kata Imam kepada basyar, ‘datangilah pedagang budak itu dan katakana padanya bahwa engkau membawa surat dari seorang pria mulia yang ditulis dalam bahasa Romawi. Tunjukkan surat ini pada perempuan itu. Jika dia setuju, maka belilah budak perempuan itu.’
            Setelah mendengarkan semua pesan Imam Ali Naqi as, Basyar pun berangkat menuju Baghdad. Benar saja, ia menyaksikan ada seorang perempuan dengan karekteristik seperti yang dikatakan Imam Naqi as. Basyar segera menyerahkan surat imam Naqi as kepadanya. Perempuan itu menangis setelah membaca isi surat tersebut, lalu segera berkata kepada penjualnya, ‘juallah aku kepada pemilik surat ini!’ setelah tawar menawar, akhirnya si penjual menerima harga sejumlah uang yang telah diberikan oleh Imam Naqi as kepada Basyar. Basyar melihat perempuan itu tersenyum senang. Lantas, Basyar pun membawa ke tempatnya menginap selama di Baghdad. Ketika tiba disana, Basyar melihat perempuan itu kembali membuka surat dari Imam dan menciumnya.

Minggu, 28 Agustus 2011

Memuliakan Rahbar = Memuliakan Imam Zaman Afs

Wawancara dengan Ayatullah Misbah Yazdi Hf

Rahbar

Partû: Akhir-akhir ini di beberapa website terliput ihwal kegandrungan Anda terhadap konsep wilâyatul faqih masa Imam Ayatullah Ali Khomenei. Kami senang dan ingin mendengar langsung dari lisan Anda sendiri.
Ayatullah Misbah Yazdi: Beberapa waktu lalu, ada seorang figur dalam bidang filsafat khususnya pada pembahasan burhan shiddiqien, bertanya: Bagaimana bisa disatukan antara sikap ke-khudhu'an (merendahkan diri) Anda di depan Rahbar dengan tauhid? Saya jawab: memuliakan Rahbar sama seperti memuliakan Imam Zaman (Aj) dan memuliakan Imam Zaman merupakan inti dari ajaran tauhid dan barangsiapa yang lalai dari memulikan Imam Zaman (Aj), maka tauhidnya dianggap pincang dan kurang.
Partû: Imam Ruhullah Khomeini Ra adalah seorang manusia besar dan memiliki banyak kemampuan. Kalau boleh Anda ungkapkan satu kalimat yang bisa mewakili seluruh kekhususan Imam Khomeini Ra.
Ayatullah Misbah: Saya tidak mampu, tapi saya tidak mengatakan tidak bisa, sampai di akhir pun kita tak akan bisa mengenal Imam Ruhullah Khomeini. Imam Ruhullah dengan segala keagungan dirinya hanyalah merupakan debu yang menempel di telapak kaki para Imam Maksum As. Di era Imam Khomeini hidup, ada salah seorang sahabat, yang pernah berziarah ke Makkah dalam rangka menunaikan ibadah haji, menukilkan sebuah kisah bahwa suatu ketika saya sedang berada dalam Masjidil Haram dan di samping saya duduk seorang dosen universitas dari Mesir. Kami berbincang-bincang dengan dosen tersebut. Dosen tersebut, sembari menampakkah kekagumannya kepada Imam Ruhullah sang revolusioner Islam Iran, juga mengungkapkan bahwa saya tidak pernah mengenal seseorang yang memiliki keagungan seperti Ruhullah Khomeini, akan tetapi Ruhullah Khomeini di setiap pembicaraannya selalu mengungkapkan kata-kata ruhii liturabi maqdamihi al fidaa: ruhku kupersembahkan untuknya. Siapa orang tersebut yang Imam Ruhullah Khomeini rela mengorbankan ruhnya? Sahabat kita pun menjelaskan kepada dosen tersebut bahwa yang dimaksud Imam Ruhullah Khomeini tidak lain adalah Imam Zaman (Aj) yang juga ada dalam kitab-kitab referensi Anda. Setelah perbincangan tersebut selesai, dosen tersebut pun mengadakan penelitian tentang tema tersebut dan kemudian dia tertarik dan menjadi pengikut mazhab Syi'ah.

Sabtu, 13 Agustus 2011

Pesan Ramadhan dari Majma Jahani Ahlul Bait

Majma' Jahani AB
Menurut Kantor Berita ABNA, Majma Jahani Ahlul Bait menyampaikan pesan secara terbuka mengenai datangnya bulan Ramadhan al Mubarak kepada umat Islam. Bulan Ramadhan adalah peluang yang tepat untuk membina diri, kembali kepada fitrah dan kesucian diri serta memuhasabah jiwa dan bertafakkur, Semoga umat Islam dan hamba-hamba Allah yang beriman bisa mnedapatkan manfaat terbaik dari kedatangan bulan suci penuh berkah ini.

Kamis, 11 Agustus 2011

amalan malam hari bulan Ramadhan : Membaca doa iftitah


اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَفْتَتِحُ الثَّنَاءَ بِحَمْدِكَ وَ أَنْتَ مُسَدِّدٌ لِلصَّوَابِ بِمَنِّكَ وَ أَيْقَنْتُ أَنَّكَ أَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ فِيْ
Ya Allah, kubuka pujian dengan memuji-Mu sedangkan Engkau meluruskan kebenaran dengan karunia-Mu dan aku yakin bahwa Engkau adalah Yang Lebih Pengasih dari para pengasih dalam
مَوْضِعِ الْعَفْوِ وَ الرَّحْمَةِ وَ أَشَدُّ الْمُعَاقِبِيْنَ فِيْ مَوْضِعِ النَّكَالِ وَ النَّقِمَةِ وَ أَعْظَمُ

Kamis, 21 Juli 2011

Rahbar: Masa Imam Mahdi Adalah Masa Kedaulatan Tauhid dan Keadilan

Menurut Kantor Berita ABNA, Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatollah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei Sabtu pagi (9/7) dalam pertemuan dengan para ulama, cendekiawan, penulis dan alumnus program ‘Mahdawiyah' menyebut ‘Mahdawiyah' sebagai masalah yang sangat penting, seraya menegaskan bahwa Mahdawiyah adalah tujuan dari gerakan dan perjuangan para nabi sepanjang sejarah.
Rahbar (Sayyid Ali Khamenei)

Jumat, 03 Juni 2011

Kriteria Pengikut Imam Zaman afs



Satu lagi syarat dan mukadimah lazim yang harus terpenuhi dalam terwujudnya kebangkitan adalah adanya para pengikut yang baik untuk mendukung pergerakan dan pelaksanaan roda pemerintahan. Dan jelas, saat sebuah revolusi dunia yang global yang akan dipimpin oleh seorang pemimpin ideal itu membutuhkan para pengikut yang sesuai dengannya. Dan tidak semua orang yang mengklaim sebagai pengikut dapat hadir di barisan sang pemimpin.

Kamis, 05 Mei 2011

Menghidupkan Kembali Semangat Penantian

Baqiyyatullah
            Salah satu asas penting dalam ajaran islam adalah kepercayaan akan kehadiran sosok serba sempurna yang mampu memenuhi dunia dengan keadilan dan kebajikan di akhir zaman. Islam mengajarkan pada umatnya bahwa Allah pasti akan memenangkan agama-Nya di atas seluruh agama. Selain itu, islam mengajarkan bahwa di akhir zaman nanti, manusia akan hidup dengan penuh ketenangan dan kebahagiaan. Dengan kepercayaan ini, sedikit banyak, mampu menumbuhkan secercah asa di hati kaum muslim.

Jumat, 08 April 2011

دعاء العهد (do'a al-'ahd)

diriwayatkan dari imam Jakfar as-Shadiq (as), beliau berkata: barang siapa yang berdoa kepada Allah selama empat puluh hari seusai shalat subuh dengan membaca perjanjian ini, maka ia tergolong penolong al-Qo’im (imam Mahdi .pen), jika ia mati sebelum kedatangannya maka Allah akan mengeluarkannya dari kubur ,dan Allah akan menganugerahkannya dari setiap kata seribu kebaikan dan menghapus darinya seribu kejelekan. Doa tersebut adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ رَبَّ النُّوْرِ الْعَظِيْمِ وَ رَبَّ الْكُرْسِيِّ الرَّفِيْعِ وَ رَبَّ الْبَحْرِ الْمَسْجُوْرِ وَ مُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَ الْإِنْجِْيلِ وَ الزَّبُوْرِ
‎Ya Allah, Tuhan cahaya yang agung, Tuhan singgasana yang tinggi, Tuhan lautan yang terbentang, Penurun Taurat,Injil dan Zabur
وَ رَبَّ الظِّلِّ وَ الْحَرُوْرِ وَ مُنْزِلَ الْقُرْآنِ (الْفُرْقَانِ) الْعَظِيْمِ وَ رَبَّ الْمَلائِكَةِ

Kamis, 24 Maret 2011

Syiah Indonesia Antara Janji dan Harapan

Mungkin disini kita perlu mengkaji sejauh mungkin perjalanan syiar Ahlulbait as di Indonesia ini pada tahapan metodelogis, gerak dan siasat syiar bukan hanya pada tatanan teori yang bersumber pada tatanan yang benar tanpa melupakan unsur budaya lokal, sejarah, kondisi dan situasi masyarakat Indonesia secara umum baik yang berupa keyakinan, pemikiran, kehidupan serta mitos yang ada padanya.
Mohammad Habri Zen S.Si

Peran Wanita dalam Revolusi Imam Zaman afs (‘ajjalallahu farajahu asy-syarif)



Ini Baru Wanita Muslim !
 Dalam riwayat disebutkan bahwa sebagian besar pengikut Dajjal adalah wanita dan orang-orang Yahudi [1]. Namun ini tak berarti bahwa dalam revolusi Imam Zaman tak ada peran bagi wanita. Sebab, menurut sebagian riwayat yang lain, para wanita memiliki andil yang besar dalam revolusi Imam Zaman afs.

            Dari Mufadhdhal bin Umar ra yang mengatakan ‘aku mendengar Imam Ja’far ash-shodiq as berkata ‘akan bersama al-qo’im (Imam Zaman) 300 perempuan.’ Aku bertanya ‘apa tugas mereka ?’ beliau as menjawab ‘mereka mengobati orang-orang yang menderita luka dan merawat orang-orang yang sakit sebagaimana yang dilakukan wanita-wanita di zaman Rasulullah saww...’[2]

Kamis, 17 Maret 2011

Imam Hasan bin Ali al-askari as, ayahanda Imam Mahdi al-muntadzar afs




Rasulullah saww adalah penutup para nabi dan rasul. Setelah beliau wafat, wahyu ilahi tidak pernah lagi turun ke bumi. Risalah Tuhan telah disempurnakan oleh Rasulullah saww. Ajaran islam yang dibawa oleh Rasulullah adalah agama terakhir dari rangkaian agama-agama samawi. Umat islam adalah umat terbaik. Begitu pula ajaran dan syariatnya. Hal ini jelas diketahui oleh Allah dan RasulNya, keadilan dan kasih sayangNya menuntut keberadaan islam yang akan terus lestari hingga kiamat ini harus dijaga oleh manusia-manusia yang pantas dan tepat. Allah swt tak akan membiarkan umat islam tanpa pemimpin yang ditunjuk langsung olehNya.akal pun menghukumi bahwa islam (agama tersempurna) harus dipimpin oleh orang-orang yang juga sempurna, dari segi apapun. Baik ilmu, akhlak, ibadah, dst. Mengingat pentingnya keberadaan pemimpin (imam) setelah Rasulullah saww wafat, beliau jauh-jauh hari sudah mengenalkan pada umat islam siapa pemimpin mereka. siapa manusia sempurna yang paling cakap memimpin umat. Beliau saww bersabda ‘aku tinggalkan dua pusaka berharga ditengah kalian, al-qur’an dan keturunanku (ahlulbaytku). Keduanya tidak akan berpisah selamanya, dan jika kalian berpegang teguh kepada keduanya, kalian tidak akan pernah tersesat’ (HR Muslim)
Assalamu alaika ya Aba Muhammad Hasan Ibn Ali as
Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan mencoba mengenal salah satu manusia suci pusaka Rasul itu, beliaulah Imam Hasan bin Ali bin Muhammad bin Ali bin Musa bin Ja’far bin Muhammad bin Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib ‘alaihimus salam.

Sabtu, 26 Februari 2011

Teman, Imam Zaman selalu memerhatikanmu dimanapun kau berada

Sore itu, Hasan membuka kotak masuk di akun Facebooknya. Seperti dugaannya, terdapat pesan dari sahabat karibnya, Rasyid. Semenjak Rasyid meninggalkan Indonesia demi mengejar setetes ilmu di negeri paman sam (Amerika), dua sahabat ini hanya berhubungan lewat dunia maya. Sudah hampir dua bulan ini, Rasyid tak pernah menghubunginya. Kali ini, Rasyid menghubunginya namun seakan dia telah berubah jauh. Rasyid tengah dilanda kejenuhan dan keraguan. Rasyid baru saja mengenal Ahlulbayt, tapi sekarang dia harus hidup tanpa seorang temanpun yang meyakini imamah Ahlulbayt as. Di Amerika sana, Rasyid sedemikian sibuk mencari ilmu yang tak mengantarnya menuju Tuhan. Karena paksaan orang tua, dia harus menjadi seorang seniman. Inilah sebabnya, kenapa sekarang dia tengah berada di negeri para pemuja nafsu itu. Dia tak pernah ingin menjadi seniman. Apa boleh dikata, dia hanya bisa menuruti pilihan orang tua yang amat dia sayangi. Lima tahun sudah Rasyid dirundung gelisah. Bagaimana tidak, kata ‘seniman’ tak pernah ada dalam kamus masa depannya, ditambah perasaan menyesal tak mampu memperdalam ilmu-ilmu Ahlulbayt yang bak mutiara itu. Semakin hari, kecintaannya pada Ahlulbayt semakin berkurang. Hingga akhirnya ia mulai meragukan keberadaan Imam Zaman afs. buktinya Imam Zaman tak pernah memerhatikannya. Berulang-ulang kali ia memastikan hati dan pikirannya bahwa Imam Zaman selalu menyertainya, namun berkali-kali ia gagal. Hampir saja ia melepas keyakinannya di tengah arus pengkafiran yang dahsyat di Amerika sana. Beruntung, ia masih memiliki Hasan, saudara seiman yang tak pernah berhenti meyakinkan dirinya bahwa Ahlulbayt itu adalah cahaya, maka jangan pernah kau pergi menjauh darinya, atau kau hanya akan berteman kegelapan dan kehancuran.
Ya Mahdi Adrikna !