Shadow Word generated at Pimp-My-Profile.com
Tampilkan postingan dengan label hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hadits. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Februari 2013

20 Hadits dari Imam Mahdi afs

Ya Abas Shalih al-Mahdi

Hadis 1

إن الله تعالى لم يخلق الخلق عبثا و لا أهملهم سدى بل خلقهم بقدرته و جعل لهم أسماعا و أبصارا و قلوبا و ألبابا ثم بعث إليهم النبيين (ع)  مُبَشِّرِينَ وَ مُنْذِرِينَ يأمرونهم بطاعته و ينهونهم عن معصيته و يعرفونهم ما جهلوه من أمر خالقهم و دينهم‏

 بحارالأنوار ج : 53 ص : 194
Imam Mahdi as bersabda:
Sesungguhnya Allah SWT tidak menciptkan mahluknya dengan sia-sia, dan mereka tidak dibiarkan begitu saja, akan tetapi Dia menciptakan mereka dengan kekuasaanNya, dan mereka dianugerahi telinga, mata, hati, dan akal pikiran, kemudian Allah mengutus kepada mereka para nabi untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan, mereka (para nabi) menyeru makhluk untuk taat kepdaNya dan mencegah mereka untuk bermaksiat, dan memberi tahu kepada mereka tentang hal-hal yang tidak mereka ketahui dari perintah tuhan mereka dan agama mereka.

Hadis 2

ثم بعث محمدا ص رحمة للعالمين و تمم به نعمته و ختم به أنبياءه و أرسله إلى الناس كافة

 بحارالأنوار ج : 53 ص : 194
Imam Mahdi as bersabda:
Kemudian Allah SWT mengutus nabi Muhammad saw sebagai rahmat untuk seluruh alam, dan dengan perantara beliau Ia akan merampungkan nikmatNya, dan dengan beliau Allah mengakhiri mata rantai suci kenabian, dan mengirim beliau untuk seluruh ummat manusia.

Hadis 3

و جعل الأمر بعده إلى أخيه و ابن عمه و وصيه و وارثه علي بن أبي طالب ع ثم إلى الأوصياء من ولده واحدا واحدا أحيا بهم دينه و أتم بهم نوره

Imam Mahdi as bersabda:
Dan Allah SWT  menjadikan urusan (kepemimpinan ilahiyah) sepeninggal - nabi saw - kepada saudaranya, anak paman, washi dan sekalian  pewaris beliau yaitu imam Ali bin Abi Thalib as, yang kemudian diserahkan kepada para pengganti selanjutnya yang tak lain anak cucunya satu demi satu, dengan perantara mereka Allah akan menghidupkan agama dan menyempurnakan cahayaNya.

Hadis 4

و جعل بينهم و بين إخوانهم و بني عمهم و الأدنين فالأدنين من ذوي أرحامهم فرقانا بينا يعرف به الحجة من المحجوج و الإمام من المأموم بأن عصمهم من الذنوب و برأهم من العيوب و طهرهم من الدنس و نزههم من اللبس و جعلهم خزان علمه و مستودع حكمته و موضع سره و أيدهم بالدلائل و لو لا ذلك لكان الناس على سواء و لادعى أمر الله عز و جل كل أحد و لما عرف الحق من الباطل و لا العالم من الجاهل‏

بحارالأنوار ج : 53 ص : 195
Imam Mahdi as bersabda:
Dan dijadikan perbedaan yang gamblang diantara (para imam), saudara-saudara dan kemenakan dan kerabat dekat mereka yang jelas sehingga hujjah Allah dapat dikenali oleh masyarakat umum, dan supaya dapat dibedakan antara imam dan makmum. Dari sini mereka dapat terjaga  dari dosa, terbebas dari aib-aib, tersucikan dari kotoran dan bersih dari kerancauan, dan menjadikan mereka –para imam- sebagai gudang-gudang ilmu dan hikmah dan tempat berbagai misteri, dan mereka dikuatkan dengan dalil-dalil dan bukti-bukti, karena jika tidak demikian adanya, maka semua manusia sama dan setiap orang akan mengaku sebagai seorang imam dan pemimpin, sulit menentukan mana yang hak dan mana yang batil, tidak akan ketahuan siapakah yang alim dan siapa yang bodoh.

Hadis 5

و قد أبى الله عز و جل أن يكون الإمامة في أخوين بعد الحسن و الحسين ع‏

 بحارالأنوار ج : 53 ص : 196
Imam Mahdi as bersabda:
Allah SWT tidak mengizinkan dan tidak suka imamah atau kepemimpinan setelah imam Hasan dan imam Husain as terkumpul dalam dua saudara.

Senin, 11 Februari 2013

Ringkasan Taklim Ustadz Alam Firdaus Tentang Persaudaraan

Ahmadinejad dan Hugo Chaves
*. Saudara tidak harus sekandung. Ada pula persaudaraan yang tak berkaitan dengan hubungan darah, tapi berkaitan dengan keimanan. Imam Ali as berkata, "barangkali kau memiliki saudara yang tak dilahirkan ibumu."
*. Salah satu manfaat persaudaraan sejati adalah syafa’at. Rasulullah saw bersabda, "perbanyaklah saudara-saudara kalian. Sesungguhnya tiap mukmin bisa memberi syafa’at di hari kiamat."
*. Hal-hal yang melanggengkan persaudaraan : 1) sikap obyektif 2) saling mengasihi 3) membuang rasa dengki.

Selasa, 08 Januari 2013

Hari Naas di Bulan Shafar: Nyata Atau Khurafat?

Semuanya kembali ke diri kita
Dengan datangnya bulan Shafar, sebagian orang menganggap bahwa bulan ini adalah bulan naas, sehingga mereka tidak melakukan acara apapun dengan alasan jangan sampai bernasib sial dan naas.
Benarkah kebahagiaan dan kesialan hari-hari memiliki pengaruh dalam kehidupan manusia. Untuk mendapatkan jawabannya, mari kita telaah makna dua kata “kebahagiaan” dan “naas” ini kemudian untuk mengkaji kebenaran dan tidaknya hari-hari naas khususnya di bulan Shafar ini kita merujuk kepada al-Quran.

Sabtu, 22 Desember 2012

Juwaibar dan Dzulfa


الحب
Seorang laki-laki dari penduduk Yamamah datang ke Madinah dan memeluk islam. Keislamannya pun bagus. Maksudnya, dia mempelajari ilmu-ilmu keislaman dan juga terdidik dengan pendidikan islam. Nama laki-laki ini adalah Juwaibar. Juwaibar adalah seorang laki-laki yang bertubuh pendek, buruk rupa, berkulit hitam, dan miskin. Oleh karena dia tidak mempunyai seorang kerabat pun di Madinah, maka pada malam hari dia tidur di masjid.

Sabtu, 26 Mei 2012

147 Petuah Rasulullah saw Kepada Abu Dzar (21-30)


Petuah 21
Wahai Abu Dzar, sebenarnya jiwa dan hati orang mukmin lebih keras berguncang atas dosa dari pada seekor burung kecil yang dijerat perangkap.
Petuah 22
Wahai Abu Dzar, siapa yang kata-katanya selaras dengan perbuatannya, sesungguhnya ia meraih keuntungan. Siapa yang kata-katanya menyalahi perbuatannya, sesungguhnya ia malah mencaci dirinya ketika pembagian pahala.
Petuah 23
Wahai Abu Dzar, seorang lelaki diharamkan rezekinya karena dosanya yang ia lakukan.
Petuah 24
Wahai Abu Dzar, tinggal apa yang tidak ada apa apa dan jangan bicara tentang apa yang tidak berguna bagimu, dan jagalah lidahmu seperti engkau menjaga uangmu.

Kamis, 22 Maret 2012

147 Petuah Rasulullah saw Kepada Abu Dzar (11-20)


Petuah 11
Wahai Abu Dzar, aku tidak melihat sesuatu seperti api neraka dan surga, orang yang lari darinya (neraka) malah tertidur, orang yang menginginkannya (surga) pun tertidur.

Petuah 12
Wahai Abu Dzar, jadilah orang yang lebih pelit atas umurmu dibanding dirham dan dinarmu.

Sabtu, 19 Februari 2011

Mengidolakan Rasulullah saww


Sungguh telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik (yaitu) bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat sedang dia banyak mengingat Allah’ (Q S Al-ahzab : 33)

Muhammad, Rahmatan Lil 'Alamin
Dewasa ini, kaum muslim mulai meninggalkan pribadi-pribadi agung yang terlahir sebagai pahlawan islam. Sebaliknya, dengan berbangga hati kaum muslim akan mengatakan bahwa mereka adalah salah seorang pecinta manusia-manusia biasa yang tiada pernah menjadi pujaan malaikat. Anak-anak muda sekarang lebih mengenal Justin Bieber dibanding Husen Fahmideh, seorang pemuda yang berani meluluh-lantahkan dirinya demi menjaga negeri tercinta. Ini jelas-jelas merupakan krisis percaya diri dan karakter. Umat islam akan malu menggunakan ‘peci’, sebaliknya akan sangat bangga ketika rambutnya disisir meniru gaya rambut artis-artis dalam maupun luar negeri.
Krisis percaya diri inilah yang diinginkan manusia-manusia setan. Karena, setelah umat islam mulai meninggalkan para pahlawan-pahlawan islam dan berpaling pada pahlawan-pahlawan palsu ala setan, otomatis islam hanya akan tinggal nama. Kejayaan islam yang telah dirintis dengan darah dan keringat akan segera roboh setelah umat islam tidak lagi mengenal manusia-manusia Tuhan, setelah umat islam melupakan nama Muhammad bin Abdullah saww. Ketika ini terjadi, para malaikat yang menyaksikan proses lahirnya agama sempurna ini hanya akan menunduk kalah terhadap setan-setan yang berhasil membujuk konco-konconya untuk bersama-sama menghapus islam dari ingatan manusia.

Mutiara Hikmah Ahlulbayt : Ilmu dan penuntutnya


Imam As-sajjad as berkata ‘seandainya manusia mengetahui apa yang terdapat dalam ilmu, maka mereka akan mengejarnya walaupun mereka mesti berlayar dan mempertaruhkan hidupnya demi ilmu’ (ushul kafi, jld 1, hal 35)
Hadits diatas dengan sangat indah mengungkapkan betapa mulia dan pentingnya ilmu. Imam Sajjad as hendak menjelaskan pada kita bahwa ilmu lebih penting dibanding apapun. Rasulullah saww bersabda ‘barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan menempatkannya diatas jalan menuju surga. Dan sungguh, malaikat akan merendahkan sayapnya bagi penuntut ilmu karena merasa ridho padanya...’ (al-kafi, kitab al-aql, bab 5, hadits 1)

Jumat, 31 Desember 2010

Mutiara hikmah Ahlulbayt : Shalat




          Ahlulbayt nabi saw adalah teladan kita dalam segala hal. Apalagi dalam hal ibadah kepada Allah swt. Maka, akan sangat merugi apabila kita tidak mengambil dari mereka as ilmu maupun teladan yang pasti akan sangat berguna bagi kita dalam menyiapkan bekal kita ke akhirat kelak.

Mutiara hikmah Ahlulbayt : kedua orang tua



         
          Imam Shodiq as : dalam menafsirkan firman Allah ‘dan katakanlah kepada mereka dengan perkataan yang santun’ berkata : “jika kedua orang tuamu memukulmu, maka ucapkanlah kepada mereka ‘semoga Allah mengampuni kalian berdua’ “ (biharul anwar; juz 74, hal 39)

Mutiara Hikmah Ahlulbayt : Membaca Al-qur’an


         
Tidak diragukan lagi Al-qur’an adalah salah satu pusaka abadi yang diwasiatkan oleh Rasulullah saw, sebagaimana dalam hadits yang sangat masyhur, yang dinamakan dengan hadits tsaqalain, Rasul saw bersabda
“Sesungguhnya telah kutinggalkan kepada kalian dua pusaka berharga yang ketika kalian berpegang kepada keduanya kalian tidak akan pernah tersesat setelahku selama-lamanya, yaitu Kitabullah (al-qur’an) dan ‘itrahku (ahlulbaytku)”

Dari hadits diatas, maka akan sangat miris apabila kita coba memisahkan al-qur’an dari Ahlulbayt ataupun sebaliknya memisahkan Ahlulbayt dari al-qur’an. Sehingga akan sangat beruntung apabila kita mengikuti Al-qur’an dan pada saat yang sama kita juga taat dan patuh pada Ahlulbayt, para penjelas dan penafsir Al-qur’an yang sebenarnya.

Sekarang, mari kita lihat betapa pentingnya membaca al-qur’an menurut Ahlulbayt nabi saw.

Imam Muhammad al-baqir as berkata “Pengikut Ali adalah yang banyak melakukan shalat dan banyak pula membaca al-qur’an” (Shifat asy-syiah, hal 167)

Imam Ali al-murtadha as berkata “ketahuilah! Al-qur’an itu pemberi petunjuk pada siang hari, dan cahaya untuk malam gulita bagi yang harus membanting tulang dan ada dalam kesulitan” (al-kafi, juz 2, hal 439)

Dari dua hadits ini dapat kita ambil hikmah yaitu seorang pengikut Ali, yang menurut Rasul saw adalah sebaik-baik makhluk, haruslah banyak membaca al-qur’an karena menurut imam Ali al-qur’an adalah penolong kita dalam menghadapi dunia ini.

Tapi ada sebuah peringatan bagi kita. Bahwasannya kita tidak boleh memmpermainkan ayat-ayat al-qur’an. Imam Ali al-murtadha as berkata
“siapa yang membaca al-qur’an dari umat ini, tapi masuk neraka, penyebabnya karena telah mempermainkan ayat-ayat al-qur’an” (tafsir ayasyi, juz 1, hal 120)

“Ya Allah, sebagaimana dengan Al-qur’an Kau jadikan Muhammad petunjuk jalan
Dan melalui keluarganya Kau jelaskan jalan untuk mencapai ridhoMu
Sampaikan Shalawat kepada Muhammad dan keluarganya
Jadikanlah Al-qur’an
wasilah kami untuk mencapai kedudukan kemuliaan tertinggi
tangga agar kami naik ke temapt kesejahteraan
sebab untuk mendapatkan pahala keselamatan dipadang kiamat
sarana untuk mencapai kenikmatan taman abadi”
(Imam Ali zainal abidin as dalam Shahifah Sajjadiyah, doa ke 42, bait ke 8)


Kpg, 13-09-10