Shadow Word generated at Pimp-My-Profile.com
Tampilkan postingan dengan label Greg Mortenson. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Greg Mortenson. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Maret 2013

Wahabi di Mata Pahlawan Pendidikan

Greg Mortenson, Pahlawan yang Saya Maksud
Saya pernah membaca sebuah novel berjudul ‘Three Cups of Tea’. Sebuah novel memoar yang mengabadikan usaha Greg Mortenson membangun sekolah-sekolah di daerah terpencil di sekitar Pakistan Utara. Novel ini memulai kisahnya ketika Greg Morteson gagal menaklukkan puncak gunung tertinggi kedua, K2. K2 terletak di Pakistan Utara. Ketika ia menyusuri jalan pulang, ia tersesat masuk ke sebuah desa yang bahkan tak pernah ia lihat dalam peta sebelumnya, Korphe. Di sana ia diperlakukan dengan sangat istimewa, meski ia seorang ‘kafir angrezi’(orang kulit putih asing ).
Keramahan orang-orang Korphe meninggalkan kesan yang sangat mendalam dalam diri Greg. Ia bertekad untuk balas budi. Apa yang dapat ia lakukan? Setelah melihat bagaimana anak-anak Korphe yang miskin bersekolah dengan berlutut di atas tanah yang membeku tanpa guru, ia berjanji pada haji Ali, kepala desa Korphe, “aku akan membangun sekolah. Aku berjanji.”
Maka dimulailah kisah pemenuhan janji itu. Selama satu dekade 1993-2003, pahlawan pendidikan ini telah membangun tak kurang dari lima puluh satu sekolah, terutama untuk anak-anak perempuan, di sekitar Pakistan Utara. Tentu banyak halangan yang harus dilalui Greg; dari masalah dana, ancaman-ancaman dari para mullah hinga madrasah-madrasah wahabi. Dalam tulisan ini, saya hanya ingin memfokuskan perhatian kita pada pandangan Greg Mortenson tentang wahabi. Kenapa?