 |
| Imam Ali Al-Hadi as |
Ta'lim dilaksanakan di Masjid Imam Mahdi afs selepas salat isya' berjamaah. Berikut poin-poin pentingnya.
- iri
hati ada dua. Yang pertama, iri hati yang positif. Iri hati ini hanya
sebatas iri dan tidak ada niat untuk merebut ataupun merusak karunia
Allah yang telah diberikan kepada orang yang kita hasad tersebut.
Artinya, selama kita hanya sekedar iri, tanpa mengganggu orang lain,
maka iri hati seperti ini disebut sebagai iri hati yang positif. Kenapa
demikian ? Karena sudah menjadi perkara fitrah, manusia hasad kepada
orang yang lebih berkecukupan dari dia. Dan selama itu tak mendorong ia
untuk melakukan kejahatan pada orang yang ia hasadi tentu ini adalah hal
yang positif. Apalagi hal yang ia hasadi berupa masalah ukhrawi. Yang
kedua, iri hati yang negatif. Iri hati ini merupakan akhlak tercela yang
harus dihindari. Karena hasad ini membuat seseorang menjadi gelap mata
dan akan melakukan apa saja agar orang yang ia hasadi tidak memiliki
lagi apa yang telah diberikan Allah kepadanya dan ia (orang yang hasad)
saja yang bisa memiliki karunia tersebut. Untuk menegaskan betapa tiada
bergunanya iri hati (yang negatif tentunya), akan dibawakan dua buah
kisah yang menarik untuk disimak.