Shadow Word generated at Pimp-My-Profile.com
Tampilkan postingan dengan label tafsir al-Qur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tafsir al-Qur'an. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Januari 2013

Syafaat Maksumin as Khusus Syiah Sejati

Ayatullah al Uzhma Madzahiri
Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah al Uzhma Madzahiri dalam lanjutan rangkaian kelas akhlak yang diasuhnya di kota Esfahan Republik Islam Iran, mengenai keadaan “Shirat” pada hari kiamat, menyatakan, “Lewat penjelasan ayat-ayat al-Qur’an kita mengetahui bahwa ada jalan yang melintang dari neraka ke surga, dan semua manusia harus mampu melewati jalan itu dan tidak ada jalan lain selain jalan itu. Jika seseorang ditetapkan Allah sebagai ahli surga maka ia akan berhasil meninggalkan neraka dan melewati jalan itu ia akan sampai ke surga. Sementara jika ia ahli neraka, maka ia tidak memiliki kesanggupan melewati jalan itu dan tetap berada dalam neraka. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:

«وَ انْ مِنْكُمْ الّا وارِدُها كانَ عَلى‏ رَبِّكَ حَتْماً مَقْضِيّاً ثُمَّ نُنَجِّى الَّذينَ اتَّقَوا وَ نَذَرُ الظَّالِمينَ فيها جِثِيّاً».

Yang artinya: “Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.” [1]

Jumat, 14 Oktober 2011

Siapa Itu ‘Ash-Shadiqin’ (Orang-orang yang Benar)?



"wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar" (At-taubah : 119)
Pertanyaan : apakah yang dimaksud dari ‘ash-shadiqin’ pada ayat ini, yang telah Allah swt perintahkan kaum muslim untuk mengikuti mereka, adalah pribadi-pribadi tertentu, ataukah yang dimaksud di sini ialah makna bahasa kata ini, yakni hendaknya kaum muslim mengikuti setiap orang yang benar ?