Shadow Word generated at Pimp-My-Profile.com

Kamis, 11 Agustus 2011

amalan malam hari bulan Ramadhan

Kedua belas, membaca doa berikut ini setiap malam.
اَللَّهُمَّ بِرَحْمَتِكَ فِي الصَّالِحِيْنَ فَأَدْخِلْنَا، وَ فِيْ عِلِّيِّيْنَ فَارْفَعْنَا، وَ بِكَأْسٍ مِنْ مَعِيْنٍ مِنْ

amalan malam hari bulan Ramadhan : Membaca doa iftitah


اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَفْتَتِحُ الثَّنَاءَ بِحَمْدِكَ وَ أَنْتَ مُسَدِّدٌ لِلصَّوَابِ بِمَنِّكَ وَ أَيْقَنْتُ أَنَّكَ أَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ فِيْ
Ya Allah, kubuka pujian dengan memuji-Mu sedangkan Engkau meluruskan kebenaran dengan karunia-Mu dan aku yakin bahwa Engkau adalah Yang Lebih Pengasih dari para pengasih dalam
مَوْضِعِ الْعَفْوِ وَ الرَّحْمَةِ وَ أَشَدُّ الْمُعَاقِبِيْنَ فِيْ مَوْضِعِ النَّكَالِ وَ النَّقِمَةِ وَ أَعْظَمُ

shalawat bulan Ramadhan

Syeikh Thûsî dan Sayid Ibnu Thâwûs ra berkata, “Baca shalawat berikut ini setiap hari selama bulan Ramadhan”.
إِنَّ اللَّهَ وَ مَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا، لَبَّيْكَ يَا رَبِّ
Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya mengirimkan shalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, kirimkanlah shalawat dalama salam kepadanya. Ya! Kuturuti perintah-Mu, ya Rabbi,

Minggu, 31 Juli 2011

Alm Ustadz Syegaf Al Jufri dan Wasiatnya

Ami Segaf al-jufri
Sabtu lalu (23/7/2011), tepatnya pukul 07.20 WIB, Ustadz Syegaf bin Husein Al-Jufri, tokoh yang dituakan komunitas Ahlul Bait di nusantara, tutup usia pada umur 78 tahun. Pada tahun 1932, Ustadz Syegaf bin Husein Al-Jufri lahir di kota Solo. Beliau termasuk pengusaha batik sukses. Meski demikian, beliau tidak meninggalkan dunia pendidikan yang ditekuni semenjak muda, bahkan anak-anak.. Di dunia pendidikan, Almarhum Ustadz Syegaf bin Husein Al-Jufri berhutang budi pada sekolah Rabithoh Al Alawiyah dan seorang ulama, Habib Ahmad bin Abdullah Assegaf yang juga sastrawan Arab dan pengarang buku sastra "Fataat Garut."
Di masa hidupnya, Ustadz Syegaf menunjukkan kecintaan luar biasa pada ilmu dan ulama. Hal itu tercermin pada rasa hormatnya yang luar biasa kepada Ustadz Husein Al-Habsyi. Beliau juga sangat dekat dengan Ustadz Husein Al-Habsyi. Karena kedekatannya, Ustadz Syegaf menyambungkan tali persahabatan ke ikatan persaudaraan dengan menikahkan putrinya dengan salah satu putra Ustadz Husein Al-Habsyi.

Pesan Ayatullah Makarim Syirazi Menyambut Ramadhan: Umat Islam Tidak Boleh Lalai dari Konspirasi Musuh

Menurut Kantor Berita ABNA, menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan yang merupakan bulan jamuan Tuhan bagi tamu-tamu-Nya, Ayatullah Makarim Syirazi salah seorang ulama marja taqlid di Qom menyampaikan pesan kepada seluruh kaum muslimin untuk mengingatkan agar tidak melupakan penegakan keadilan di Negara-negara mayoritas Islam terutama di Bahrain yang sampai saat ini masih terus bergejolak.
Teks pesan Ayatullah Makarim Syirasi yang diterima redaksi Kantor Berita ABNA adalah sebagai berikut:

Kamis, 21 Juli 2011

Ternyata Ada Syahid Asal AS di Perang 33 Hari!!!

Hizbullah
AS setelah perang 33 hari di Lebanon mengeluarkan statemen resmi bahwa salah satu warganya tewas dalam serangan Israel ke Lebanon. Untuk itu, Washington menghendaki kejelasan nasib warganya yang bernama Radwan Saleh.
Terkait hal ini, Kantor Berita Fars News menurunkan laporan khusus untuk mengungkap keberadaan warga AS dalam perang 33 hari di Lebanon. Dalam laporannya, Fars News menceritakan desa Yaroun yang jaraknya 126 km dari ibukota Lebanon. Desa itu juga termasuk bagian wilayah Bent Jbeil. Menurut data yang ada, penduduk desa itu berjumlah sekitar 6 ribu orang. Akan tetapi di daerah itu hanya sekitar sepertiga dari warga asli Lebanon, sedangkan sisanya adalah warga asing. Pada umumnya, warga AS dan Australia memilih desa itu sebagai tempat tinggal.

Rahbar: Masa Imam Mahdi Adalah Masa Kedaulatan Tauhid dan Keadilan

Menurut Kantor Berita ABNA, Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatollah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei Sabtu pagi (9/7) dalam pertemuan dengan para ulama, cendekiawan, penulis dan alumnus program ‘Mahdawiyah' menyebut ‘Mahdawiyah' sebagai masalah yang sangat penting, seraya menegaskan bahwa Mahdawiyah adalah tujuan dari gerakan dan perjuangan para nabi sepanjang sejarah.
Rahbar (Sayyid Ali Khamenei)

Senin, 18 Juli 2011

India: CIA-Mosad Dalang Teror Mumbai

Seorang pemimpin India pada Minggu (17/7/2011) mencurigai serangkaian ledakan di Mumbai yang menewaskan 20 orang dan melukai lebih dari 100 itu adalah karya Mossad dan Badan Intelijen Amerika Serikat atau CIA.

Kamis, 30 Juni 2011

Gelorakan Jihad Islam Hancurkan Zionis

Melihat Hegemoni Barat terutamanya Amerika terhadap perlakuan yang tidak adil USA dan sekutunya, terutama sikap standar ganda yang korup dan dzhalim atas sesama kaum muslimin dan nasib kaum mustadh'afin selama ini.
Di mana kaum muslimin diberikan sanksi sebagai jaringan Teroris Internasional, sementara pada saat yang sama rezim jahat Israel dibiarkan sedemikian rupa menjajah Palestina, dan menguatkan cengkramannya atas kaum muslimin Palestina. Hal ini, kembali memperlihatkan kecongkakan dan tiraninya dengan melanggar kehormatan, mencemari lingkungan suci Masjdil Aqsha serta membunuhi umat Islam. Rezim ini telah menumpahkan darah para jamaah shalat dan memberondong seorang bocah kecil dalam pelukan ayahnya dengan peluru hingga gugur sebagai syahid. Adegan ganas dan brutal yang dilakukan rezim ini dalam kurun waktu 50 tahun sekarang kembali diperagakan, anehnya Amerika Serikat bungkam seribu bahasa. Bahkan melindungi dan membiarkan perlakuan Zionis Israel tersebut.
Kini kita lihat Tragedi Kemanusiaan di Iraq, setelah diberlakukan embargo ekonomi, kemudian dilucuti senjatanya atas nama PBB, apa yang yang kita perhatikan saat ini. Rezim Amerika dan tentara koalisi Inggris, Ausralia membombardir jutaan amunisi ke seluruh pelosok wilayah kedaulatan Irak. Tak ubahnya mereka sedang beronani di tengah-tengah penderitaan dan ketidak berdayaan rakyat Irak. Rezim ini berangan-angan bahwa mereka akan bisa memadamkan kobaran jihad untuk memperjuangkan kemerdekaan dan kebenaran yang tak kenal lelah. Mereka akan dapat melicinkan proses perdamaian dan memaksakan ambisi secara lebih keras terhadap pihak yang pro-perdamaian.

Iran vs AS: 'AS & Israel Akar Masalah Masyarakat Internasional'

"Kemanusiaan adalah masalah paling menderita karena hasil dari aturan ekspansionis dan non-ilahi Amerika Serikat dan kejahatan yang bergantung pada, rezim Zionis [Israel]," kata Ahmadinejad pada upacara pembukaan Musabaqah Internasional Qur 'an ke 28 di Tehran pada hari Rabu, IRNA melaporkan.

Iran (Siap) Gagalkan Serangan Cyber AS

Menteri Intelijen Republik Islam Iran Heidar Moslehi mengatakan Iran telah mengembangkan cara untuk melawan proyek rahasia cyber Amerika Serikat.
"Ini bukan gerakan baru. Intelejen Amerika dan sekutunya, bahkan sejumlah negara regional, menggunakan cyber untuk memicu keonaran di tahun 2009," kata Moslehi pada hari Rabu (29/6), mengacu pada kerusuhan setelah pemilihan presiden Iran dua tahun lalu.
"Obama telah beberapa kali mengaku di Kongres AS dan tempat-tempat lain mengenai perang cyber melawan Republik Islam yang belum berhasil dan mengaku kalah," kata Moslehi seperti dikutip kantor berita Fars.

Senin, 27 Juni 2011

Rahbar: Palestina Akan Bebas

Dua Manusia Ilahi
Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatollah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei Sabtu (4/6) dalam acara peringatan haul Imam Khomeini (ra) ke-22 yang dihadiri oleh lautan manusia yang memadati komplek makam Pendiri Republik Islam dan Pemimpin Agung Revolusi Islam, menyatakan bahwa kebangkitan bangsa-bangsa Muslim di kawasan saat ini telah diramalkan oleh Imam Khomeini. Menyinggung khittah Imam Khomeini, beliau mengatakan, dalam khittah ini spiritualitas, rasionalitas dan keadilan adalah rukun utamanya. "Loyalitas dan komitmen dengan warisan beliau yang luhur ini akan menghadiahkan kemuliaan, kemajuan dan ketinggian bagi bangsa Iran seperti yang selama ini terjadi," kata beliau.

Jumat, 03 Juni 2011

Kisah Salman al-Farisi Mencari Kebenaran

Kisah Salman diceritakan langsung kepada seorang sahabat dan keluarga dekat Nabi Muhammad bernama Abdullah bin Abbas:
Salman dilahirkan dengan nama Persia, Rouzbeh, di kota Kazerun, Fars, Iran. Ayahnya adalah seorang Dihqan (kepala) desa. Dia adalah  orang terkaya di sana dan memiliki rumah terbesar. Ayahnya menyayangi dia, melebihi siapa pun. Seiring waktu berlalu, cintanya kepada Salman semakin kuat dan membuatnya semakin takut kehilangan Salman. Ayahnya pun menjaga dia di rumah, seperti penjara.
Ayah Salman memiliki sebuah kebun yang luas, yang menghasilkan pasokan hasil panen berlimpah. Suatu ketika ayahnya meminta dia mengerjakan sejumlah tugas di tanahnya. Tugas dari ayahnya itulah yang menjadi awal pencarian kebenaran.
"Ayahku memiliki areal tanah subur yang luas. Suatu hari, ketika dia sibuk dengan pekerjaannya, dia menyuruhku untuk pergi ke tanah itu dan memenuhi beberapa tugas yang dia inginkan. Dalam perjalanan ke tanah tersebut, saya melewati gereja Nasrani. Saya mendengarkan suara orang-orang shalat di dalamnya. Saya tidak mengetahui bagaimana orang-orang di luar hidup, karena ayahku
membatasiku di dalam rumahnya! Maka ketika saya melewati orang-orang itu (di gereja) dan mendengarkan suara mereka, saya masuk ke dalam untuk melihat apa yang mereka lakukan." "Ketika saya melihat mereka, saya menyukai salat mereka dan menjadi tertarik terhadapnya (yakni agama). Saya berkata (kepada diriku), 'Sungguh, agama ini lebih baik daripada agama kami'".
Salman memiliki pemikiran yang terbuka, bebas dari taklid buta. "Saya tidak meninggalkan mereka sampai matahari terbenam. Saya tidak pergi ke tanah ayahku."
Dan ketika pulang, ayahnya bertanya. Salman pun menceritakan bertemu dengan orang-orang Nasrani dan mengaku tertarik. Ayahnya terkejut dan berkata: "Anakku, tidak ada kebaikan dalam agama itu. Agamamu dan agama nenek moyangmu lebih baik."
"Tidak, agama itu lebih baik dari milik kita," tegas Salman.
Ayah Salman pun bersedih dan takut Salman akan meninggalkan agamanya. Jadi dia mengunci Salman di rumah dan merantai kakinya.
Salman tak kehabisan akan dan mengirimkan sebuah pesan kepada penganut Nasrani, meminta mereka mengabarkan jika ada kafilah pedagang yang pergi ke Suriah. Setelah informasi didapat, Salman pun membuka rantai dan kabur untuk bergabung dengan rombongan kafilah.
Ketika tiba di Suriah, dia meminta dikenalkan dengan seorang pendeta di gereja. Dia berkata: "Saya ingin menjadi seorang Nasrani dan memberikan diri saya untuk melayani, belajar dari anda, dan salat dengan anda."
Sang pendeta menyetujui dan Salman pun masuk ke dalam gereja. Namun tak lama kemudian, Salman menemukan kenyataan bahwa sang pendeta adalah seorang yang korup. Dia memerintahkan para jemaah untuk bersedekah, namun ternyata hasil sedekah itu ditimbunnya untuk memperkaya diri sendiri.
Ketika pendeta itu meninggal dunia dan umat Nasrani berkumpul untukmenguburkannya, Salman mengatakan bahwa pendeta itu korup dan menunjukkan bukti-bukti timbunan emas dan perak pada tujuh guci yang dikumpulkan dari sedekah para jemaah.
Setelah pendeta itu wafat, Salman pun pergi untuk mencari orang saleh lainnya, di Mosul, Nisibis, dan tempat lainnya.
Pendeta yang terakhir berkata kepadanya bahwa telah datang seorang nabi di tanah Arab, yang memiliki kejujuran, yang tidak memakan sedekah untuk dirinya sendiri.
Salman pun pergi ke Arab mengikuti para pedagang dari Bani Kalb, dengan memberikan uang yang dimilikinya. Para pedagang itu setuju untuk membawa Salman. Namun ketika mereka tiba di Wadi al-Qura (tempat antara Suriah dan Madinah), para pedagang itu
mengingkari janji dan menjadikan Salman seorang seorang budak, lalu menjual dia kepada seorang Yahudi.
Singkat cerita, akhirnya Salman dapat sampai ke Yatsrib (Madinah) dan bertemu dengan rombongan yang baru hijrah dari Makkah. Salman dibebaskan dengan uang tebusan yang dikumpulkan oleh Rasulullah SAW dan selanjutnya mendapat bimbingan langsung dari beliau.
Betapa gembira hatinya, kenyataan yang diterimanya jauh melebihi apa yang dicita-citakannya, dari sekadar ingin bertemu dan berguru menjadi anugerah pengakuan sebagai muslimin di tengah-tengah kaum Muhajirin dan kaum Anshar yang disatukan sebagai
saudara.
Kisah kepahlawanan Salman yang terkenal adalah karena idenya membuat parit dalam upaya melindungi kota Madinah dalam Perang
Khandaq. Ketika itu Madinah akan diserang pasukan Quraisy yang mendapat dukungan dari suku-suku Arab lainnya yang berjumlah 10.000 personel.
Pemimpin pasukan itu adalah Abu Sufyan. Ancaman juga datang dari dalam Madinah, di mana penganut Yahudi dari Bani Quradhzah akan mengacau dari dalam kota.
Rasulullah SAW pun meminta masukan dari sahabat-sahabatnya bagaimana strategi menghadapi mereka. Setelah bermusyawarah akhirnya saran Salman Al Farisi atau yang biasa dipanggil Abu Abdillah diterima. Strategi Salman memang belum pernah dikenal oleh
bangsa Arab pada waktu itu. Namun atas ketajaman pertimbangan Rasulullah SAW, saran tersebut diterima.
Atas saran Salman itulah perang dengan jumlah pasukan yang tak seimbang dimenangkan kaum Muslimin.
Setelah meninggalnya Nabi Muhammad, Salman dikirim untuk menjadi gubernur di daerah kelahirannya, hingga dia wafat.

Kriteria Pengikut Imam Zaman afs



Satu lagi syarat dan mukadimah lazim yang harus terpenuhi dalam terwujudnya kebangkitan adalah adanya para pengikut yang baik untuk mendukung pergerakan dan pelaksanaan roda pemerintahan. Dan jelas, saat sebuah revolusi dunia yang global yang akan dipimpin oleh seorang pemimpin ideal itu membutuhkan para pengikut yang sesuai dengannya. Dan tidak semua orang yang mengklaim sebagai pengikut dapat hadir di barisan sang pemimpin.