Shadow Word generated at Pimp-My-Profile.com
Tampilkan postingan dengan label imam Ali Zainal abidin as. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label imam Ali Zainal abidin as. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Mei 2013

Mengenal Ali as, Mengenal Keagungan Allah swt


Ustadz Alam Firdaus
                Dalam konteks irfan, Allah ingin hamba-Nya melihat keagungan-Nya. Namun, karena mustahil kita melihat langsung keagungan-Nya, maka Allah menciptakan jiwa-jiwa suci yang mampu mencerminkan keagungan-Nya. Imam Ali bin Abi Thalib  adalah salah satu jiwa suci itu. Begitulah ungkapan ustadz Alam Firdaus ketika membuka ceramah beliau dalam peringatan hari lahir imam Ali bin Abi Thalib as di mushalla al-Husaini, Candi, Rabu (22/5).
                Dalam acara yang diselenggarakan PHBI remaja Candi itu, ustadz Alam Firdaus mula-mula menjelaskan bahwa sebagaimana kita tak pernah jemu memandang pemandangan indah, demikian juga kita tak akan merasa bosan mendengar dan mempelajari kemuliaan-kemuliaan imam Ali as.

Senin, 11 Februari 2013

Khulasoh Ta’lim Ustadz Alam Firdaus tentang Dusta (al-kidzib)

Dilarang Bohong!
Ta’lim dilaksanakan di masjid Imam Mahdi af. Ada beberapa poin penting yang disimpulkan dari ta’lim ini, antara lain :
1. Para pendusta akan dijauhi malaikat. Rasulullah saww bersabda “ketika seorang hamba berdusta, maka malaikat akan menjauhinya sejarak satu mil akibat bau busuknya.” Di alam malakut sana (alam di mana segala sesuatu terlihat dalam wujud aslinya) berbohong tak ubahnya seperti bau busuk. Ketika manusia menjauhi bangkai karena bau busuknya, maka malaikatpun juga akan menjauhi manusia pendusta karena bau busuk yang dihasilkan dari perbuatan dustanya.
2. Tidak mungkin keimanan bercampur dengan kedustaan. Imam Ja’far ash-Shodiq as pernah ditanya Hasan bin Mahbub, “apakah bisa seorang mukmin menjadi bakhil ?” imam menjawab, “ya”, 
“menjadi pengecut ?”

“ya”
“kalau menjadi pembohong ?”
“tidak”, beliau lantas berkata, “seorang mukmin bisa saja memiliki sifat baik dan buruk kecuali berdusta dan berkhianat.” Ketika keimanan memang ada dalam diri seseorang, mustahil ia akan berdusta. Jadi, harus dipertanyakan keimanan seseorang apabila ia sering berdusta.

Kamis, 27 Desember 2012

Shalawat Sya'baniyyah (Video)


Shalawat ini disunnahkan dibaca setiap hari di bulan Sya'ban. Shalawat ini diriwayatkan dari Imam Ali  bin Husain as-Sajjad as.
Farazdaq Khaza'i

Sabtu, 23 Juni 2012

Shalawat Sya'baniyyah


 Shalawat yang diriwayatkan dari Imam Zainul Abidin as (berikut) ini hendaknya setiap hari pada waktu zawâl dan malam nishfu Sya’ban

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ، شَجَرَةِ النُّبُوَّةِ وَ مَوْضِعِ الرِّسَالَةِ وَ مُخْتَلَفِ الْمَلاَئِكَةِ وَ مَعْدِنِ
Ya Allah, curahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, pohon (kokoh) kenabian, tempat kelahiran risalah, tempat para malaikat datang silih-berganti, sumber-sumber
الْعِلْمِ وَ أَهْلِ بَيْتِ الْوَحْيِ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ، الْفُلْكِ الْجَارِيَةِ فِي اللُّجَجِ الْغَامِرَةِ،
ilmu, dan Ahlubait wahyu. Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, kapal laut (penyelamat) yang berlayar di tengah-tengah gelombang (kehidupan) yang dahsyat;

Kamis, 19 April 2012

“Jika Tidak Ada Al-Farazdaq, Sepertiga Bahasa Arab Akan Hilang”

Siapakah al-Farazdaq?

Nama asli al-Farazdaq adalah Abu Firas Hammam bin Ghalib bin Sha’sha’ah at-Tamimi ad-Darimi. Ia lahir di Kadhima (sekarang Kuwait) pada tahun 641 namun tinggal di Basrah. Pada usia 15 tahun, Farazdaq dikenal sebagai penyair. Suatu ketika Ghalib datang kepada Imam Ali bersama putranya. Imam bertanya, “Bagaimana tentang jumlah untamu yang banyak?” Ia menjawab, “Mereka telah tersapu habis (dalam melaksanakan kewajiban), wahai Amirul Mukminin.” Imam menjawab, “Itu cara paling terpuji.”
Lalu Imam bertanya kepada Ghalib siapa anak muda ini. Dengan bahagia Ghalib menjawab, “Dia adalah putraku dan dia seorang penyair.” Ketika Imam mendengarnya, beliau berkata, “Ajari ia Alquran. Itu lebih baik baginya dari sekedar membaca syair.” Kata-kata Imam mempengaruhi al-Farazdaq sehingga ia berjanji tidak akan bebas sebelum menghafal Quran. (Lihat: Syarh Ibnu Abil Hadid). Kemudian al-Farazdaq kembali kembali membuat puisi.

Kamis, 01 Maret 2012

Cara Menikmati Kedekatan dengan Allah Swt

Ayatullah Misbah Yazdi menyatakan, “Paramater nilai akhlak dalam Islam adalah kedekatan dengan Allah Swt. Setiap amal yang lebih mendekatkan manusia dengan Allah Swt, adalah yang lebih baik.”
Rasa News (23/2) melaporkan, Ayatullah Misbah Yazdi menambahkan, “Ketika manusia memahami bahwa kedekatan dengan Allah Swt nilainya melebihi segala sesuatu, maka ketika itulah ia menemukan semangat untuk menjalankan seluruh titah ilahi, setiap amal yang lebih mendekatkan manusia kepada Tuhannya, maka amal tersebut lebih baik daripada perbuatan lainnya.”

Kamis, 30 Juni 2011

Gelorakan Jihad Islam Hancurkan Zionis

Melihat Hegemoni Barat terutamanya Amerika terhadap perlakuan yang tidak adil USA dan sekutunya, terutama sikap standar ganda yang korup dan dzhalim atas sesama kaum muslimin dan nasib kaum mustadh'afin selama ini.
Di mana kaum muslimin diberikan sanksi sebagai jaringan Teroris Internasional, sementara pada saat yang sama rezim jahat Israel dibiarkan sedemikian rupa menjajah Palestina, dan menguatkan cengkramannya atas kaum muslimin Palestina. Hal ini, kembali memperlihatkan kecongkakan dan tiraninya dengan melanggar kehormatan, mencemari lingkungan suci Masjdil Aqsha serta membunuhi umat Islam. Rezim ini telah menumpahkan darah para jamaah shalat dan memberondong seorang bocah kecil dalam pelukan ayahnya dengan peluru hingga gugur sebagai syahid. Adegan ganas dan brutal yang dilakukan rezim ini dalam kurun waktu 50 tahun sekarang kembali diperagakan, anehnya Amerika Serikat bungkam seribu bahasa. Bahkan melindungi dan membiarkan perlakuan Zionis Israel tersebut.
Kini kita lihat Tragedi Kemanusiaan di Iraq, setelah diberlakukan embargo ekonomi, kemudian dilucuti senjatanya atas nama PBB, apa yang yang kita perhatikan saat ini. Rezim Amerika dan tentara koalisi Inggris, Ausralia membombardir jutaan amunisi ke seluruh pelosok wilayah kedaulatan Irak. Tak ubahnya mereka sedang beronani di tengah-tengah penderitaan dan ketidak berdayaan rakyat Irak. Rezim ini berangan-angan bahwa mereka akan bisa memadamkan kobaran jihad untuk memperjuangkan kemerdekaan dan kebenaran yang tak kenal lelah. Mereka akan dapat melicinkan proses perdamaian dan memaksakan ambisi secara lebih keras terhadap pihak yang pro-perdamaian.

Sabtu, 19 Februari 2011

Mutiara Hikmah Ahlulbayt : Ilmu dan penuntutnya


Imam As-sajjad as berkata ‘seandainya manusia mengetahui apa yang terdapat dalam ilmu, maka mereka akan mengejarnya walaupun mereka mesti berlayar dan mempertaruhkan hidupnya demi ilmu’ (ushul kafi, jld 1, hal 35)
Hadits diatas dengan sangat indah mengungkapkan betapa mulia dan pentingnya ilmu. Imam Sajjad as hendak menjelaskan pada kita bahwa ilmu lebih penting dibanding apapun. Rasulullah saww bersabda ‘barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan menempatkannya diatas jalan menuju surga. Dan sungguh, malaikat akan merendahkan sayapnya bagi penuntut ilmu karena merasa ridho padanya...’ (al-kafi, kitab al-aql, bab 5, hadits 1)

Minggu, 06 Februari 2011

Do'a Harian


دُعاءُ يَوْمِ الاحَد

بِسْمِ اللهِ الَّذى لا اَرْجُو اِلاّ فَضْلَهُ وَلا اَخْشى اِلاّ عَدْلَهُ وَلا اَعْتَمِدُ اِلاّ قَوْلَهُ وَلا اُمْسِكُ اِلاّ بِحَبْلِهِ بِكَ اَسْتَجيرُ يا ذَا الْعَفْوِ وَ  الرِّضْوانِ مِنَ الظُّلْمِ وَالْعُدْوانِ وَمِنْ غِيَرِ الزَّمانِ وَتَواتُرِ الاَْحْزانِ وَطَوارِقِ الْحَدَثانِ وَمِنِ انْقِضآءِ الْمُدَّةِ قَبْلَ التَّاَهُّبِ وَ  الْعُدَّةِ وَاِيّاكَ اَسْتَرْشِدُ لِما فيهِ الصَّلاحُ وَالاِْصْلاحُ وَبِكَ اَسْتَعينُ فيما يَقْتَرِنُ بِهِ النَّجاحُ وَالاِْنْجاحُ وَاِيّاكَ اَرْغَبُ فى لِباسِ الْعافِيَةِ وَتَمامِها وَشُمُولِ السَّلامَةِ وَدَوامِها وَاَعُوذُ بِكَ يا رَبِّ مِنْ هَمَزاتِ الشَّياطينِ وَاَحْتَرِزُ بِسُلْطانِكَ مِنْ جَوْرِ السَّلاطينِ فَتَقَبَّلْ ما كانَ مِنْ صَلاتى وَصَوْمى وَاجْعَلْ غَدى وَما بَعْدَهُ اَفْضَلَ مِنْ ساعَتى وَيَوْمى وَاَعِزَّنى فى عَشيرَتي وَقَوْمى وَاحْفَظْنى فى يَقْظَتى وَنَوْمى فَانْتَ اللهُ خَيْرٌ حافِظاً وَاَنْتَ اَرْحَمُ الرّاحِمينَ اَللّـهُمَّ اِنّى اَبْرَأ اِلَيْكَ فى يَوْمى هذا وَما بَعْدَهُ مِنَ الاْحادِ مِنَ الشِّرْكِ وَالاِْلْحادِ وَاُخْلِصُ لَكَ دُعائى تَعَرُّضاً لِلاِْجابَةِ وَاُقيمُ عَلى طاعَتِكَ رَجاءً لِلاِثابَةِ فَصَلِّ عَلى مُحَمَّد خَيْرِ خَلْقِكَ الدّاعى اِلى حَقِّكَ وَاَعِزَّنى بِعِزِّكَ الَّذى لا يُضامُ وَاحْفَظْنى بِعَيْنِكَ الَّتى لا تَنامُ وَاخْتِمْ بِالاِنْقِطاعِ اِلَيْكَ اَمْرى وَ بِالْمَغْفِرَةِ عُمْرى اِنَّكَ اَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحيمُ .
Do’a Hari Ahad
Dengan nama Allah yang maha pengasih maha penyayang. Dengan nama Allah, zat yang tak kuharapkan kecuali anugerahNya, tak kutakuti kecuali keadilanNya, tak kupercaya kecuali firmanNya, dan aku tidak berpegang teguh kecuali pada tali (cinta) Nya. Aku berlindung kepadaMu, wahai zat yang maha pengampun dan penuh kerelaan dari kezaliman dan (sifat) permusuhan, silih bergantinya masa dan kesusahan, peristiwa-peristiwa yang tak menyenangkan dan dari tibanya ajalku sebelum aku membekali diri. Hanya kepadaMu aku mohon petunjuk demi membenahi (keadaanku), hanya kepadaMu aku mohon petolongan demi menempuh jalan keberhasilanku, hanya kepadaMu aku mohon perlindungan, serta berlindung kepada kerajaanMu dari kelaliman para penguasa dzalim, maka terimalah shalat dan puasaku. Jadikanlah hari esok dan setelahnya lebih baik dari hari ini. muliakanlah aku dikalangan keluarga dan kaumku. Jagalah aku kala terjaga dan tidur. Engkau adalah Allah  sebaik-baik penjaga dan Engkau pengasih diatas semua pengasih.                   Ya Allah, dihari ini dan seterusnya, aku bersimpuh di haribaanMu demi membebaskan diri dari cengkraman syirik dan kufur. Aku menyeruMu dengan tulus demi mengharap pengabulanmu, dan senantiasa aku menaatiMu demi mengharap pahalaMu, oleh karena itu, limpahkanlah shalawat atas Muhammad, makhluk termuliasMu yang mengajak (manusia untuk mengenal) hakMu, muliakanlah aku dengan kemuliaanmu yang tak pernah ternodai (oleh kehinaan), jagalah aku dengan (pengawasan) mataMu yang tak pernah pejam dan akhirilah segala urusanku dengan penyerahan penuh kepadaMu (serta tutuplah) umurku dengan pengampunanMu, karena sesungguhnya Engkau maha pengampun dan penyayang.

Jumat, 31 Desember 2010

Mutiara Hikmah Ahlulbayt : Membaca Al-qur’an


         
Tidak diragukan lagi Al-qur’an adalah salah satu pusaka abadi yang diwasiatkan oleh Rasulullah saw, sebagaimana dalam hadits yang sangat masyhur, yang dinamakan dengan hadits tsaqalain, Rasul saw bersabda
“Sesungguhnya telah kutinggalkan kepada kalian dua pusaka berharga yang ketika kalian berpegang kepada keduanya kalian tidak akan pernah tersesat setelahku selama-lamanya, yaitu Kitabullah (al-qur’an) dan ‘itrahku (ahlulbaytku)”

Dari hadits diatas, maka akan sangat miris apabila kita coba memisahkan al-qur’an dari Ahlulbayt ataupun sebaliknya memisahkan Ahlulbayt dari al-qur’an. Sehingga akan sangat beruntung apabila kita mengikuti Al-qur’an dan pada saat yang sama kita juga taat dan patuh pada Ahlulbayt, para penjelas dan penafsir Al-qur’an yang sebenarnya.

Sekarang, mari kita lihat betapa pentingnya membaca al-qur’an menurut Ahlulbayt nabi saw.

Imam Muhammad al-baqir as berkata “Pengikut Ali adalah yang banyak melakukan shalat dan banyak pula membaca al-qur’an” (Shifat asy-syiah, hal 167)

Imam Ali al-murtadha as berkata “ketahuilah! Al-qur’an itu pemberi petunjuk pada siang hari, dan cahaya untuk malam gulita bagi yang harus membanting tulang dan ada dalam kesulitan” (al-kafi, juz 2, hal 439)

Dari dua hadits ini dapat kita ambil hikmah yaitu seorang pengikut Ali, yang menurut Rasul saw adalah sebaik-baik makhluk, haruslah banyak membaca al-qur’an karena menurut imam Ali al-qur’an adalah penolong kita dalam menghadapi dunia ini.

Tapi ada sebuah peringatan bagi kita. Bahwasannya kita tidak boleh memmpermainkan ayat-ayat al-qur’an. Imam Ali al-murtadha as berkata
“siapa yang membaca al-qur’an dari umat ini, tapi masuk neraka, penyebabnya karena telah mempermainkan ayat-ayat al-qur’an” (tafsir ayasyi, juz 1, hal 120)

“Ya Allah, sebagaimana dengan Al-qur’an Kau jadikan Muhammad petunjuk jalan
Dan melalui keluarganya Kau jelaskan jalan untuk mencapai ridhoMu
Sampaikan Shalawat kepada Muhammad dan keluarganya
Jadikanlah Al-qur’an
wasilah kami untuk mencapai kedudukan kemuliaan tertinggi
tangga agar kami naik ke temapt kesejahteraan
sebab untuk mendapatkan pahala keselamatan dipadang kiamat
sarana untuk mencapai kenikmatan taman abadi”
(Imam Ali zainal abidin as dalam Shahifah Sajjadiyah, doa ke 42, bait ke 8)


Kpg, 13-09-10