Jpr, Minggu, 21-11-10
![]() |
| Ghadir Khum |
Kawan, tiada kata yang tepat 'tuk menggambarkan 'dia' ini. 'Dialah'
yang keras sekaligus lembut wataknya. 'Dia' suka tersenyum tapi tak
jarang 'dia' menangis. 'Dialah' 'sang pembunuh' namun 'dia' lebih
terkenal sebagai seorang penolong. Hatinya setegar gunung. Sifatnya
selembut kapas, bahkan lebih lembut lagi. Wajahnya seteduh embun pagi
yang selalu dikagumi mata para pemandang. Langkah kakinya begitu kuat,
sekuat iman di hatinya. Tutur katanya lebih menghidupkan dibanding mata
air murnih nan jernih. Ilmunya setinggi langit tapi 'dia' lebih
tawadhu' dari Luqman al-Hakim. Kudengar 'dia' pernah berkata 'aku adalah budak orang yang mengajariku meski hanya satu huruf!'
