Shadow Word generated at Pimp-My-Profile.com
Tampilkan postingan dengan label imam Ali bin Abi Thalib as. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label imam Ali bin Abi Thalib as. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Mei 2013

Khulasoh Ta’lim Ustadz Miqdad Turkan: Tirulah Ali, Makmurkan Bumi Ini!


Ustadz Miqdad Turkan
Ta’lim dilaksanakan untuk memperingati milad imam Ali bin Abi Thalib as, di masjid Imam Mahdi afs, Jum’at (25/05). Berikut poin-poin pentingnya:
                ~. Untuk mengetahui sejarah para imam, kita bisa membaca buku-buku sejarah. Namun, untuk memahami perilaku para imam, perlu penjelasan dan perenungan yang tinggi.
                ~. Siapapun yang mempelajari sejarah imam Ali as dari segala sisinya, akan menginspirasikan perubahan dalam dirinya.
                ~. Salah seorang sahabat imam Ali yang bernama Isbath bin Nubatah mengisah: Selepas menemani Imam sepanjang hari, ia pulang bersama Imam ke rumah. Karena lelah, Isbath langsung berbaring di depan rumah Imam. Belum juga tertidur, Isbath melihat Imam sudah terjaga kembali dan hendak keluar. “Apa yang Anda inginkan, Imam?” Isbath bertanya. Jawaban Imam membuatnya terkejut, “aku ingin salat beberapa rakaat untuk Tuhanku.” “Tidakkah engkau ingin beristirahat sedikit, tuanku?” Imam menjawab, “bagaimana mungkin aku bisa tidur? Jika aku tidur di siang hari, aku telah menyia-nyiakan kesadaranku. Dan jika aku tidur di malam hari, maka aku telah menyia-nyiakan diriku (di hadapan Tuhanku.)”
                ~. Kisah ini mengajarkan bahwa

Mengenal Ali as, Mengenal Keagungan Allah swt


Ustadz Alam Firdaus
                Dalam konteks irfan, Allah ingin hamba-Nya melihat keagungan-Nya. Namun, karena mustahil kita melihat langsung keagungan-Nya, maka Allah menciptakan jiwa-jiwa suci yang mampu mencerminkan keagungan-Nya. Imam Ali bin Abi Thalib  adalah salah satu jiwa suci itu. Begitulah ungkapan ustadz Alam Firdaus ketika membuka ceramah beliau dalam peringatan hari lahir imam Ali bin Abi Thalib as di mushalla al-Husaini, Candi, Rabu (22/5).
                Dalam acara yang diselenggarakan PHBI remaja Candi itu, ustadz Alam Firdaus mula-mula menjelaskan bahwa sebagaimana kita tak pernah jemu memandang pemandangan indah, demikian juga kita tak akan merasa bosan mendengar dan mempelajari kemuliaan-kemuliaan imam Ali as.

Kamis, 09 Mei 2013

Yang Terjadi di Bulan Rajab; dari Kelahiran Imam Baqir Hingga Hari Mab’ats




Rajab, Bulannya Allah Ta'ala
Rasulullah saw pernah bersabda, “bulan Rajab adalah bulan Allah yang besar dan bulan kemuliaan. Di dalam bulan ini perang dengan orang kafir diharamkan. Rajab adalah bulan Allah, Sya'ban adalah bulanku, dan Ramadan adalah bulan umatku.”
Ya, Rajab adalah bulan yang mulia dan suci. Banyak peristiwa-peristiwa agung yang terjadi di bulan ini. Seperti kelahiran maupun kesyahidan para imam, peristiwa Isra’ Mi’raj, Hari Bi’tsah (pegangkatan) Nabi Muhammad saw. Berikut beberapa peristiwa besar yang terjadi di bulan Allah ini:
1.       Kelahiran Imam Muhammad Baqir as
Tanggal 1 Rajab 57 Hijriah,

Rabu, 06 Maret 2013

Mengenal Sahabat Maksumin: Kumail bin Ziyad an-Nakhai



Makam Kumail bin Ziyad an-Nakhai ra di Najaf, Irak
Setiap malam Jum’at, umat islam menghabiskan waktunya dengan berdoa. Salah satu doa yang paling disarankan untuk dibaca adalah doa Kumail. Doa Kumail adalah doa panjang yang sangat indah. Di dalamnya, terdapat permohonan-permohonan kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Baik berupa permohonan duniawi maupun ukhrawi. Lihatlah kata-kata indah yang mengalun menyelimuti bumi di malam Jum’at itu, “ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu. Dengan kekuatan-Mu yang dengannya Engkau taklukkan segala sesuatu. Dan dengannya menunduk segala sesuatu... Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang meruntuhkan penjagaan, dosa-dosaku yang menyebabkan petaka, dosa-dosaku yang merusak nikmat, dosa-dosaku yang menghalangi doa, dosa-dosaku yang menurunkan bencana...”
Siapakah Kumail?

Jumat, 22 Februari 2013

20 Hadits dari Imam Mahdi afs

Ya Abas Shalih al-Mahdi

Hadis 1

إن الله تعالى لم يخلق الخلق عبثا و لا أهملهم سدى بل خلقهم بقدرته و جعل لهم أسماعا و أبصارا و قلوبا و ألبابا ثم بعث إليهم النبيين (ع)  مُبَشِّرِينَ وَ مُنْذِرِينَ يأمرونهم بطاعته و ينهونهم عن معصيته و يعرفونهم ما جهلوه من أمر خالقهم و دينهم‏

 بحارالأنوار ج : 53 ص : 194
Imam Mahdi as bersabda:
Sesungguhnya Allah SWT tidak menciptkan mahluknya dengan sia-sia, dan mereka tidak dibiarkan begitu saja, akan tetapi Dia menciptakan mereka dengan kekuasaanNya, dan mereka dianugerahi telinga, mata, hati, dan akal pikiran, kemudian Allah mengutus kepada mereka para nabi untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan, mereka (para nabi) menyeru makhluk untuk taat kepdaNya dan mencegah mereka untuk bermaksiat, dan memberi tahu kepada mereka tentang hal-hal yang tidak mereka ketahui dari perintah tuhan mereka dan agama mereka.

Hadis 2

ثم بعث محمدا ص رحمة للعالمين و تمم به نعمته و ختم به أنبياءه و أرسله إلى الناس كافة

 بحارالأنوار ج : 53 ص : 194
Imam Mahdi as bersabda:
Kemudian Allah SWT mengutus nabi Muhammad saw sebagai rahmat untuk seluruh alam, dan dengan perantara beliau Ia akan merampungkan nikmatNya, dan dengan beliau Allah mengakhiri mata rantai suci kenabian, dan mengirim beliau untuk seluruh ummat manusia.

Hadis 3

و جعل الأمر بعده إلى أخيه و ابن عمه و وصيه و وارثه علي بن أبي طالب ع ثم إلى الأوصياء من ولده واحدا واحدا أحيا بهم دينه و أتم بهم نوره

Imam Mahdi as bersabda:
Dan Allah SWT  menjadikan urusan (kepemimpinan ilahiyah) sepeninggal - nabi saw - kepada saudaranya, anak paman, washi dan sekalian  pewaris beliau yaitu imam Ali bin Abi Thalib as, yang kemudian diserahkan kepada para pengganti selanjutnya yang tak lain anak cucunya satu demi satu, dengan perantara mereka Allah akan menghidupkan agama dan menyempurnakan cahayaNya.

Hadis 4

و جعل بينهم و بين إخوانهم و بني عمهم و الأدنين فالأدنين من ذوي أرحامهم فرقانا بينا يعرف به الحجة من المحجوج و الإمام من المأموم بأن عصمهم من الذنوب و برأهم من العيوب و طهرهم من الدنس و نزههم من اللبس و جعلهم خزان علمه و مستودع حكمته و موضع سره و أيدهم بالدلائل و لو لا ذلك لكان الناس على سواء و لادعى أمر الله عز و جل كل أحد و لما عرف الحق من الباطل و لا العالم من الجاهل‏

بحارالأنوار ج : 53 ص : 195
Imam Mahdi as bersabda:
Dan dijadikan perbedaan yang gamblang diantara (para imam), saudara-saudara dan kemenakan dan kerabat dekat mereka yang jelas sehingga hujjah Allah dapat dikenali oleh masyarakat umum, dan supaya dapat dibedakan antara imam dan makmum. Dari sini mereka dapat terjaga  dari dosa, terbebas dari aib-aib, tersucikan dari kotoran dan bersih dari kerancauan, dan menjadikan mereka –para imam- sebagai gudang-gudang ilmu dan hikmah dan tempat berbagai misteri, dan mereka dikuatkan dengan dalil-dalil dan bukti-bukti, karena jika tidak demikian adanya, maka semua manusia sama dan setiap orang akan mengaku sebagai seorang imam dan pemimpin, sulit menentukan mana yang hak dan mana yang batil, tidak akan ketahuan siapakah yang alim dan siapa yang bodoh.

Hadis 5

و قد أبى الله عز و جل أن يكون الإمامة في أخوين بعد الحسن و الحسين ع‏

 بحارالأنوار ج : 53 ص : 196
Imam Mahdi as bersabda:
Allah SWT tidak mengizinkan dan tidak suka imamah atau kepemimpinan setelah imam Hasan dan imam Husain as terkumpul dalam dua saudara.

Senin, 18 Februari 2013

Beginilah Akhlak Pecinta Ahlulbait

Betapa sulitnya menjadi Syiah!
1. Dari Ayahandaku, semoga Allah swt memberi rahmat kepadanya, ia mengatakan telah meriwayatkan kepadaku Ali Bin Husain Asyad Abadi dari Jabir bin Ju’fi, ia mengatakan telah berkata Abu Ja’far,: “Apakah cukup yang menjadi syiah dengan hanya mengatakan cinta kepada Ahlulbait? Imam menjawab, “Demi Allah , tiada lain Syiah kami adalah mereka yang bertakwa kepada Allah dan mentaati-Nya, Mereka hanya dikenal dengan ketawadhuan, kekhusyu’an, menunaikan amanat, dan banyak berdzikir kepada Allah, shaum, shalat, berbuat baik kepada orang tua, baik kepada tetangga yang miskin, yang fakir, yang punya hutang, anak-anak yatim, jujur, membaca Quran, menjaga lisan kecuali dengan perkataan yang baik, Orang-orang syiah adalah amanah bagi para keluarga mereka”. Jabir kemudian mengatakan,:“Wahai putra Rasulullah saw, kami mengenal mereka tetapi tidak memiliki sifat-sifat seperti ini”. Syeikh Shâduq (305-381)

Selasa, 12 Februari 2013

Musibah dan Kesulitan, Bukti Cinta Allah swt

Zainab, Ummul Masaib
 Ayatullah Murtadha Muthahhari dalam sebuah ceramahnya berkata, “salah seorang di antara wanita islam yang menjadi kebanggaan dunia adalah Zainab al-Kubra as. Sejarah memperlihatkan bahwa berbagai kejadian berdarah dan musibah yang tidak ada bandingannya yang terjadi pada peristiwa Karbala, telah menjadikan Zainab tak ubahnya menjadi sepotong baja yang telah ditempa. Zainab yang keluar dari Madinah tidak sama dengan Zainab yang kembali dari Syam ke Madinah. Zainab yang kembali dari Syam adalah Zainab yang lebih berkembang dan telah kokoh.[i]
                Dalam pembicaraan di atas, Syahid Murtadha Muthahhari ingin menjelaskan bahwa musibah dan kesulitan merupakan pendongkrak kekuatan tersembunyi kita, serta penyuci jiwa dan akhlak kita. Imam Ali as berkata, “sesungguhnya manakala Allah mencintai seorang hamba, niscaya Allah akan menenggelamkan hamba tersebut ke dalam berbagai musibah dan kesulitan.”[ii]
                Pertanyaannya, mengapa Allah membuktikan cinta-Nya dengan cara menenggelamkan seorang hamba ke dalam lautan musibah dan kesulitan? Dengan kata lain, apa efek dan pengaruh dari musibah dan kesulitan? Pertanyaan ini akan terjawab ketika kita mengetahui filsafat musibah dan kesulitan.

Senin, 11 Februari 2013

Ringkasan Taklim Ustadz Alam Firdaus Tentang Persaudaraan

Ahmadinejad dan Hugo Chaves
*. Saudara tidak harus sekandung. Ada pula persaudaraan yang tak berkaitan dengan hubungan darah, tapi berkaitan dengan keimanan. Imam Ali as berkata, "barangkali kau memiliki saudara yang tak dilahirkan ibumu."
*. Salah satu manfaat persaudaraan sejati adalah syafa’at. Rasulullah saw bersabda, "perbanyaklah saudara-saudara kalian. Sesungguhnya tiap mukmin bisa memberi syafa’at di hari kiamat."
*. Hal-hal yang melanggengkan persaudaraan : 1) sikap obyektif 2) saling mengasihi 3) membuang rasa dengki.

Khulasoh Ta’lim Ustadz Alam Firdaus tentang Dusta (al-kidzib)

Dilarang Bohong!
Ta’lim dilaksanakan di masjid Imam Mahdi af. Ada beberapa poin penting yang disimpulkan dari ta’lim ini, antara lain :
1. Para pendusta akan dijauhi malaikat. Rasulullah saww bersabda “ketika seorang hamba berdusta, maka malaikat akan menjauhinya sejarak satu mil akibat bau busuknya.” Di alam malakut sana (alam di mana segala sesuatu terlihat dalam wujud aslinya) berbohong tak ubahnya seperti bau busuk. Ketika manusia menjauhi bangkai karena bau busuknya, maka malaikatpun juga akan menjauhi manusia pendusta karena bau busuk yang dihasilkan dari perbuatan dustanya.
2. Tidak mungkin keimanan bercampur dengan kedustaan. Imam Ja’far ash-Shodiq as pernah ditanya Hasan bin Mahbub, “apakah bisa seorang mukmin menjadi bakhil ?” imam menjawab, “ya”, 
“menjadi pengecut ?”

“ya”
“kalau menjadi pembohong ?”
“tidak”, beliau lantas berkata, “seorang mukmin bisa saja memiliki sifat baik dan buruk kecuali berdusta dan berkhianat.” Ketika keimanan memang ada dalam diri seseorang, mustahil ia akan berdusta. Jadi, harus dipertanyakan keimanan seseorang apabila ia sering berdusta.

Selasa, 18 Desember 2012

Suraya: Bila Harus Percaya Mayoritas, Saya Tidak Perlu Pindah Agama dan Memeluk Syiah

Suraya
Nama saya Suraya. Saya dilahirkan dan dibesarkan di Australia. Kini saya sedang belajar di Iran. Saya yakin bahwa Allah ada dalam semua jiwa kita. Keberadaan ini merupakan suatu hal yang fitrah. Tidak peduli apakah sebagian dari manusia memilih dan mengakui serta berserah diri kepada Yang Maha Kuasa,  sementara yang lain tidak peduli dengan-Nya dan melewati kehidupan menurut keinginan dan kehendaknya sendiri.

Sebagai seorang anak, saya merasakan keberadaan Tuhan dalam hati saya dan keinginan untuk berserah diri Sekalipun demikian saya tidak tahu jalan yang dapat mengantarkan saya ke pada tujuan itu. Saya sering merenung dari mana saya datang, mengapa saya di sini dan kemana saya akan pergi?

Kamis, 18 Oktober 2012

Dialah...


Jpr, Minggu, 21-11-10

Ghadir Khum


          Kawan, tiada kata yang tepat 'tuk menggambarkan 'dia' ini. 'Dialah' yang keras sekaligus lembut wataknya. 'Dia' suka tersenyum tapi tak jarang 'dia' menangis. 'Dialah' 'sang pembunuh' namun 'dia' lebih terkenal sebagai seorang penolong. Hatinya setegar gunung. Sifatnya selembut kapas, bahkan lebih lembut lagi. Wajahnya seteduh embun pagi yang selalu dikagumi mata para pemandang. Langkah kakinya begitu kuat, sekuat iman di hatinya. Tutur katanya lebih menghidupkan dibanding mata air murnih nan jernih. Ilmunya setinggi langit tapi 'dia' lebih tawadhu'  dari Luqman al-Hakim. Kudengar 'dia' pernah berkata 'aku adalah budak orang yang mengajariku meski hanya satu huruf!'

Mereka Bertanya Ali Bin Abi Thalib as Menjawab


Ya Ali!
1. “Lihatlah nabi Hud as” kata orang yahudi. “Allah telah menolongnya dengan mengirimkan angin. Apakah Allah berbuat serupa terhadap Muhammad?” tanyanya. “ya, itu benar” jawab Amirul Mukminin Ali bin Abi thalib as. “Muhammad saw telah diberi sesuatu yang lebih dari itu. Allah juga telah menolongnya dari musuh-musuhnya dengan angin. Dalam perang Khandaq, Allah swt mengirimkan angin kencang sehingga kerikil-kerikil tajam beterbangan. Lebih dari itu, Allah memperkuat pasukan beliau dengan delapan ribu pasukan malaikat. Allah swt berfirman ‘wahai orang-orang beriman, ingatlah akan nikmat Allah atas kalian, ketika dating kepada kalian tentara-tentara, lalu kami kirim kepada mereka angin dan pasukan yang tidak kalian lihat’ (Q S Al-ahzab:9)”

Rabu, 17 Oktober 2012

Memperingati Yaumul Mahabbah, Mengetahui Kemuliaan Sayyidah Fathimah as


Ustadz Miqdad Turkan ketika memberi sambutan
Jepara-Yayasan Darut Taqrib Jepara mengadakan majlis Peringatan Yaumul Mahabbah di Pondok Pesantren Darut Taqrib pada Selasa malam (16/10). Dalam majlis yang dimulai pada sekitar pukul delapan malam itu,  itu para hadirin menimba ilmu dari Syekh Muhammad Haydar selaku pembicara.
Yaumul Mahabbah yang dalam bahasa Indonesia berarti ‘hari kecintaan’, adalah hari pernikahan dua manusia suci yakni Imam Ali bin Abi Thalib as dan Sayyidah Fathimah az-Zahra as yang tercatat pada tanggal 1 Dzulhijjah.

Kamis, 28 Juni 2012

Sebaik-baik Makhluk (Khairul Bariyyah)


Ali, Khairul Bariyyah
                “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, mereka itulah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka adalah Surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang-orang yang takut kepada Tuhannya.” (Al-bayyinah, ayat 7-8)
                Satu pertanyaan mendasar yang pertama kali muncul ketika membaca ayat di atas ialah, ‘siapakah Khairul Bariyyah itu ?’Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita telaah 3 poin berikut :

Sabtu, 23 Juni 2012

Munajat Sya'baniyyah



Munajat ini adalah salah satu dari sekian munajat para imam ma’shûm as yang sangat agung kedudukannya dan mengandung makna yang sangat tinggi. Jika hati kita memiliki kesiapan, pada waktu itulah saat yang tepat untuk membacanya.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ، وَ اسْمَعْ دُعَائِيْ إِذَا دَعَوْتُكَ، وَ اسْمَعْ نِدَائِيْ إِذَا نَادَيْتُكَ، وَ أَقْبِلْ 
Ya Allah, Curahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, dengarkanlah doau ketika aku berdoa kepada-Mu, dengarkanlah seruanku ketika aku menyeru-Mu, dan menghadaplah
عَلَيَّ إِذَا نَاجَيْتُكَ، فَقَدْ هَرَبْتُ إِلَيْكَ وَ وَقَفْتُ بَيْنَ يَدَيْكَ مُسْتَكِيْنًا لَكَ مُتَضَرِّعًا إِلَيْكَ رَاجِيًا لِمَا لَدَيْكَ
kepadaku ketika aku memanggil-Mu. Aku t’lah lari ke (haribaan)-Mu dan berdiri di hadapan-Mu dengan merendahkan diri kepada-Mu dan mengharap pahalaku karena rahmat luas yang ada di sisi-Mu,
ثَوَابِيْ وَ تَعْلَمُ مَا فِيْ نَفْسِيْ وَ تَخْبُرُ حَاجَتِيْ وَ تَعْرِفُ ضَمِيْرِيْ، وَ لاَ يَخْفَى عَلَيْكَ أَمْرُ مُنْقَلَبِيْ وَ
sedangkan Engkau mengetahui isi hatiku, mengetahui hajatku, dan mengenal kalbuku, serta tak tersembunyi bagi-Mu urusan dunia dan

Kamis, 07 Juni 2012

Peringatan Wiladah dan Syahadah Ahlulbayt Adalah Identitas Pecinta Ahlulbayt

Di tengah maraknya modus pengkafiran sesama muslim, yang dihembuskan oleh kelompok takfiri, para pecinta Ahlulbayt harus selalu tegar dalam menapaki jalan Ahlulbayt. Mereka tidak boleh melupakan Ahlulbayt selaku Imam dan pembimbing mereka. Maka, memperingati wiladah maupun syahadah Ahlulbayt merupakan sebuah kemestian.

Sabtu, 19 Februari 2011

Khutbah Amirul Mukminin as dalam Nahjul Balaghah Berkenaan dengan Nabi saww


Ya Rasulallah!
"Allah mengutus Nabi saww ketika misi para nabi lainnya as telah berhenti dan manusia sedang tertidur lama. Kejahatan sedang mengangkat kepala, semua urusan sedang dalam keterbengkalaian dan api peperangan bergejolak, sementara dunia kosong dari cahaya dan penuh dengan tipu daya terang-terangan. Daun-daunnya telah menguning, tak ada harapan akan buahnya, sementara air menghilang ke bawah bumi. Menara petunjuk telah lenyap dan tanda-tanda kehancuran telah muncul. Ia (dunia) keras terhadap manusianya dan membelalak ke wajah pencarinya. Buahnya adalah fitnah, makanannya bangkai. Busana batinnya adalah ketakutan sedang busana lahirnya pedang..." (Khutbah ke 89)

Sabtu, 12 Februari 2011

Sekilas Tentang Wilayatul Faqih



Sayyid Ali Khamenei dan Sayyid Ruhullah Musawi
                Wilayatul faqih adalah niyabah (pemegang wewenang sementara) Imam Mahdi afs dalam memimpin umat islam dan menegakkan hukum Allah swt yang merupakan mandat dari beliau afs. Wilayatul faqih merupakan pancaran cahaya, sinaran inti bintang dan ranting dari dahan pohon suci beliau afs.

Al-wilayah, perlindungan
                Harus diketahui bahwa agama menetapkan wilayah (otoritas atau kekuasaan untuk mengatur, memerintah dan melarang) sebagian orang atas sebagian yang lain adalah untuk menjaga orang yang berada didalam naungan wilayah tersebut. Misalnya, wilayah (perwalian) seorang ayah atas anaknya yang masih kecil, perwalian seorang ayah dalam menikahkan anak gadisnya dst. Wilayatul faqih berfungsi menjaga kepentingan umum dan melindungi masyarakat dari penyimpangan, kerusakan dll. Wilayah terikat untuk menjaga kepentingan orang yang berada di naungan perwalian, sang wakil tidak berhak mengatur berdasarkan hawa nafsu, kepentingan dan hasrat pribadinya.

Kamis, 03 Februari 2011

Kepergian Sayyidul Mursalin Muhammad saw

Muhammad Rasulullah saww


                Ali selalu bersama Nabi saww, bak pohon dengan bayangannya sampai akhir hidup beliau yang mulia. Nabi saww berwasiat kepadanya, mengajarinya dan menyampaikan rahasia kepadanya. Dan pada detik-detik terakhir hidupnya, Rasulullah saww berkata ‘panggilkanlah saudaraku Ali.’ Saat itu, Ali sedang melaksanakan urusan yang diperintahkan oleh Nabi saww. Lalu sebagian muslim mendatangkannya. Kemudian beliau berkata kepada Ali, ‘mendekatlah kepadaku.’ Lalu Ali pun mendekat dan Nabi saww bersandar padanya. Nabi saww terus berbicara padanya sambil menyandar padanya hingga tanda-tanda sakaratul maut menghampirinya.[i] Rasul saww meninggal dunia di pangkuan Ali, sebagaimana yang dijelaskan oleh Ali as sendiri dalam salah satu khotbahnya[ii] yang terkenal.

Kamis, 13 Januari 2011

Kenapa kita mesti membahas imamah ?



Awal perpecahan umat islam setelah wafatnya Nabi saww adalah perselisihan dalam masalah imamah (kepemimpinan pasca rasul). Sehingga islam terpecah menjadi dua golongan . yang satu mengikuti imam Ali bin Abi Thalib as dan yang lain mengikuti para khalifah selain imam Ali as. Pembahasan seputar bagaimana proses perpecahan ini dan penyebab-penyebabnya di luar pembahasan kita. Karena, pembahasan itu adalah pembahasan sejarah. Sedangkan yang dibahas di sini ialah penguraian hakikat imamah dan syarat-syaratnya menurut syiah maupun sunni berdasarkan cahaya akal, wahyu dan kejadian sejarah.