‘Sungguh telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik (yaitu) bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat sedang dia banyak mengingat Allah’ (Q S Al-ahzab : 33)
 |
| Muhammad, Rahmatan Lil 'Alamin |
Dewasa ini, kaum muslim mulai meninggalkan pribadi-pribadi agung yang terlahir sebagai pahlawan islam. Sebaliknya, dengan berbangga hati kaum muslim akan mengatakan bahwa mereka adalah salah seorang pecinta manusia-manusia biasa yang tiada pernah menjadi pujaan malaikat. Anak-anak muda sekarang lebih mengenal Justin Bieber dibanding Husen Fahmideh, seorang pemuda yang berani meluluh-lantahkan dirinya demi menjaga negeri tercinta. Ini jelas-jelas merupakan krisis percaya diri dan karakter. Umat islam akan malu menggunakan ‘peci’, sebaliknya akan sangat bangga ketika rambutnya disisir meniru gaya rambut artis-artis dalam maupun luar negeri.
Krisis percaya diri inilah yang diinginkan manusia-manusia setan. Karena, setelah umat islam mulai meninggalkan para pahlawan-pahlawan islam dan berpaling pada pahlawan-pahlawan palsu ala setan, otomatis islam hanya akan tinggal nama. Kejayaan islam yang telah dirintis dengan darah dan keringat akan segera roboh setelah umat islam tidak lagi mengenal manusia-manusia Tuhan, setelah umat islam melupakan nama Muhammad bin Abdullah saww. Ketika ini terjadi, para malaikat yang menyaksikan proses lahirnya agama sempurna ini hanya akan menunduk kalah terhadap setan-setan yang berhasil membujuk konco-konconya untuk bersama-sama menghapus islam dari ingatan manusia.