Shadow Word generated at Pimp-My-Profile.com
Tampilkan postingan dengan label Sampang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sampang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Februari 2013

Nasib Pengungsi Syiah Terus Mengambang

Pengungsi Sampang
Tak kunjung ada penyelesaian konkrit, Depag dan Depsos hanya berpendapat
Sampang – Keberadaan pengungsi Syiah di tempat penampungan Gedung Olah Raga (GOR) tenis indoor tak kunjung ada penyelesaian konkrit. Bahkan sudah beberapa kali Komisioner  Komnas HAM berkunjung ke Sampang, tetap belum menemukan solusi menyelesaikan konflik tersebut.
M Imdadun Rahmat, Komisioner Sub Komisi Mediasi Komnas HAM, menyatakan permasalahan yang terjadi di Sampang merupakan masalah berat, sehingga rasanya tidak adil jika harus ditanggung sendiri oleh Pemkab Sampang.
Oleh karena itu pihaknya akan mendorong Departemen Agama dan Departemen Sosial, harus ikut memperhatikan kondisi tersebut. ’Kami secepatnya akan mendorong lembaga negara yang sudah mendapat rekomendasi dari Komisi VIII DPR RI untuk ikut serta dalam menuntaskan kasus ini. Selama ini yang ada hanya mengeluarkan pendapat, namun penerapan program-programnya yang sudah di rencanakan belum sepenuhnya diikuti dengan pendanaan,’’ jelas Imdadun, ditemui Rabu (27/2).

Kamis, 10 Januari 2013

Update Pengungsi Syiah Sampang Januari 2013

Mereka juga warga Indonesia, kenapa diabaikan?
Pada peristiwa penyerangan terhadap warga Syiah Sampang I (29 Desember 2011) dan II (26 Agustus 2012) telah terjadi pengrusakan dan pembakaran terhadap properti komunitas Syiah Karanggayam dan Blu’uran Sampang di 49 titik. Sebagaimana telah banyak diberitakan, akibat penyerangan yang kedua (Minggu, 26 Agustus 2012) jatuh korban 1 meninggal (M. Hasyim alias Hamamah), 1 kritis (M. Thohir), puluhan luka-luka dari warga Syiah. Mereka pun sampai kini mengungsi di GOR Sampang.
Berikut ini situasi terkini pengungsian para korban penyerangan terhadap Syiah Sampang:
Dewasa Laki laki            : 56
Dewasa Perempuan       : 61
Anak Laki laki               : 11
Anak Perempuan          : 8
Balita                             : 29
Total                            : 165 0rang
Kondisi GOR

Kamis, 13 September 2012

Sulitnya Anak Warga Syiah Bersekolah

11 Sep. 2012 TEMPO.CO, Sampang–Memasuki hari ke-20 di pengungsian, Muhaimin mulai jenuh. Anak Hamamah, warga Syiah Sampang yang tewas dalam penyerangan massa pada 26 Agustus silam, itu ingin segera kembali ke sekolah. Kegiatannya sehari-hari adalah membantu mengurus ransum untuk pengungsi. “Ingin sekolah biar hilang jenuh dan stres di pengungsian,” katanya Senin 10 September 2012.

Muhaimin adalah satu dari 15 anak warga Syiah yang bertahan di pengungsian. Teman-temannya yang lain sudah diam-diam keluar dari pengungsian sejak beberapa hari lalu. Terakhir pada Ahad lalu, lima anak pengungsi berusia 13-14 tahun hengkang dari pengungsian yang dijaga ketat polisi dan aparat dari Pemerintah Kabupaten Sampang.

Minggu, 15 Juli 2012

Sampang dan Peradilan Sesat (2-habis)


Oleh: Hertasning Ichlas* 

Hukum yang tersesat
Ustadz Tajul Muluk (kiri) saat mengikuti sidang pembacaan vonis di Pengadilan Negeri Sampang, Madura, Kamis (12/7).
Tajul Muluk dan pengikutnya Muslim Syiah di Dusun Nangkernang, Desa Karang Gayam, Omben, Sampang sebenarnya adalah korban. Semula dirinya dan warga Syiah kerap diintimidasi dan diancam keselamatannya oleh sekelompok pihak yang tak suka dengan sepak terjang Tajul Muluk dan ajaran Syiah.

Sebagai solusinya, Tajul rela terusir ke luar Sampang. Dia menuruti kehendak itu demi kepentingan ratusan warga Syiah pengikutnya dan demi ketentraman kampungnya.