Shadow Word generated at Pimp-My-Profile.com

Kamis, 30 Juni 2011

Gelorakan Jihad Islam Hancurkan Zionis

Melihat Hegemoni Barat terutamanya Amerika terhadap perlakuan yang tidak adil USA dan sekutunya, terutama sikap standar ganda yang korup dan dzhalim atas sesama kaum muslimin dan nasib kaum mustadh'afin selama ini.
Di mana kaum muslimin diberikan sanksi sebagai jaringan Teroris Internasional, sementara pada saat yang sama rezim jahat Israel dibiarkan sedemikian rupa menjajah Palestina, dan menguatkan cengkramannya atas kaum muslimin Palestina. Hal ini, kembali memperlihatkan kecongkakan dan tiraninya dengan melanggar kehormatan, mencemari lingkungan suci Masjdil Aqsha serta membunuhi umat Islam. Rezim ini telah menumpahkan darah para jamaah shalat dan memberondong seorang bocah kecil dalam pelukan ayahnya dengan peluru hingga gugur sebagai syahid. Adegan ganas dan brutal yang dilakukan rezim ini dalam kurun waktu 50 tahun sekarang kembali diperagakan, anehnya Amerika Serikat bungkam seribu bahasa. Bahkan melindungi dan membiarkan perlakuan Zionis Israel tersebut.
Kini kita lihat Tragedi Kemanusiaan di Iraq, setelah diberlakukan embargo ekonomi, kemudian dilucuti senjatanya atas nama PBB, apa yang yang kita perhatikan saat ini. Rezim Amerika dan tentara koalisi Inggris, Ausralia membombardir jutaan amunisi ke seluruh pelosok wilayah kedaulatan Irak. Tak ubahnya mereka sedang beronani di tengah-tengah penderitaan dan ketidak berdayaan rakyat Irak. Rezim ini berangan-angan bahwa mereka akan bisa memadamkan kobaran jihad untuk memperjuangkan kemerdekaan dan kebenaran yang tak kenal lelah. Mereka akan dapat melicinkan proses perdamaian dan memaksakan ambisi secara lebih keras terhadap pihak yang pro-perdamaian.

Iran vs AS: 'AS & Israel Akar Masalah Masyarakat Internasional'

"Kemanusiaan adalah masalah paling menderita karena hasil dari aturan ekspansionis dan non-ilahi Amerika Serikat dan kejahatan yang bergantung pada, rezim Zionis [Israel]," kata Ahmadinejad pada upacara pembukaan Musabaqah Internasional Qur 'an ke 28 di Tehran pada hari Rabu, IRNA melaporkan.

Iran (Siap) Gagalkan Serangan Cyber AS

Menteri Intelijen Republik Islam Iran Heidar Moslehi mengatakan Iran telah mengembangkan cara untuk melawan proyek rahasia cyber Amerika Serikat.
"Ini bukan gerakan baru. Intelejen Amerika dan sekutunya, bahkan sejumlah negara regional, menggunakan cyber untuk memicu keonaran di tahun 2009," kata Moslehi pada hari Rabu (29/6), mengacu pada kerusuhan setelah pemilihan presiden Iran dua tahun lalu.
"Obama telah beberapa kali mengaku di Kongres AS dan tempat-tempat lain mengenai perang cyber melawan Republik Islam yang belum berhasil dan mengaku kalah," kata Moslehi seperti dikutip kantor berita Fars.

Senin, 27 Juni 2011

Rahbar: Palestina Akan Bebas

Dua Manusia Ilahi
Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatollah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei Sabtu (4/6) dalam acara peringatan haul Imam Khomeini (ra) ke-22 yang dihadiri oleh lautan manusia yang memadati komplek makam Pendiri Republik Islam dan Pemimpin Agung Revolusi Islam, menyatakan bahwa kebangkitan bangsa-bangsa Muslim di kawasan saat ini telah diramalkan oleh Imam Khomeini. Menyinggung khittah Imam Khomeini, beliau mengatakan, dalam khittah ini spiritualitas, rasionalitas dan keadilan adalah rukun utamanya. "Loyalitas dan komitmen dengan warisan beliau yang luhur ini akan menghadiahkan kemuliaan, kemajuan dan ketinggian bagi bangsa Iran seperti yang selama ini terjadi," kata beliau.

Jumat, 03 Juni 2011

Kisah Salman al-Farisi Mencari Kebenaran

Kisah Salman diceritakan langsung kepada seorang sahabat dan keluarga dekat Nabi Muhammad bernama Abdullah bin Abbas:
Salman dilahirkan dengan nama Persia, Rouzbeh, di kota Kazerun, Fars, Iran. Ayahnya adalah seorang Dihqan (kepala) desa. Dia adalah  orang terkaya di sana dan memiliki rumah terbesar. Ayahnya menyayangi dia, melebihi siapa pun. Seiring waktu berlalu, cintanya kepada Salman semakin kuat dan membuatnya semakin takut kehilangan Salman. Ayahnya pun menjaga dia di rumah, seperti penjara.
Ayah Salman memiliki sebuah kebun yang luas, yang menghasilkan pasokan hasil panen berlimpah. Suatu ketika ayahnya meminta dia mengerjakan sejumlah tugas di tanahnya. Tugas dari ayahnya itulah yang menjadi awal pencarian kebenaran.
"Ayahku memiliki areal tanah subur yang luas. Suatu hari, ketika dia sibuk dengan pekerjaannya, dia menyuruhku untuk pergi ke tanah itu dan memenuhi beberapa tugas yang dia inginkan. Dalam perjalanan ke tanah tersebut, saya melewati gereja Nasrani. Saya mendengarkan suara orang-orang shalat di dalamnya. Saya tidak mengetahui bagaimana orang-orang di luar hidup, karena ayahku
membatasiku di dalam rumahnya! Maka ketika saya melewati orang-orang itu (di gereja) dan mendengarkan suara mereka, saya masuk ke dalam untuk melihat apa yang mereka lakukan." "Ketika saya melihat mereka, saya menyukai salat mereka dan menjadi tertarik terhadapnya (yakni agama). Saya berkata (kepada diriku), 'Sungguh, agama ini lebih baik daripada agama kami'".
Salman memiliki pemikiran yang terbuka, bebas dari taklid buta. "Saya tidak meninggalkan mereka sampai matahari terbenam. Saya tidak pergi ke tanah ayahku."
Dan ketika pulang, ayahnya bertanya. Salman pun menceritakan bertemu dengan orang-orang Nasrani dan mengaku tertarik. Ayahnya terkejut dan berkata: "Anakku, tidak ada kebaikan dalam agama itu. Agamamu dan agama nenek moyangmu lebih baik."
"Tidak, agama itu lebih baik dari milik kita," tegas Salman.
Ayah Salman pun bersedih dan takut Salman akan meninggalkan agamanya. Jadi dia mengunci Salman di rumah dan merantai kakinya.
Salman tak kehabisan akan dan mengirimkan sebuah pesan kepada penganut Nasrani, meminta mereka mengabarkan jika ada kafilah pedagang yang pergi ke Suriah. Setelah informasi didapat, Salman pun membuka rantai dan kabur untuk bergabung dengan rombongan kafilah.
Ketika tiba di Suriah, dia meminta dikenalkan dengan seorang pendeta di gereja. Dia berkata: "Saya ingin menjadi seorang Nasrani dan memberikan diri saya untuk melayani, belajar dari anda, dan salat dengan anda."
Sang pendeta menyetujui dan Salman pun masuk ke dalam gereja. Namun tak lama kemudian, Salman menemukan kenyataan bahwa sang pendeta adalah seorang yang korup. Dia memerintahkan para jemaah untuk bersedekah, namun ternyata hasil sedekah itu ditimbunnya untuk memperkaya diri sendiri.
Ketika pendeta itu meninggal dunia dan umat Nasrani berkumpul untukmenguburkannya, Salman mengatakan bahwa pendeta itu korup dan menunjukkan bukti-bukti timbunan emas dan perak pada tujuh guci yang dikumpulkan dari sedekah para jemaah.
Setelah pendeta itu wafat, Salman pun pergi untuk mencari orang saleh lainnya, di Mosul, Nisibis, dan tempat lainnya.
Pendeta yang terakhir berkata kepadanya bahwa telah datang seorang nabi di tanah Arab, yang memiliki kejujuran, yang tidak memakan sedekah untuk dirinya sendiri.
Salman pun pergi ke Arab mengikuti para pedagang dari Bani Kalb, dengan memberikan uang yang dimilikinya. Para pedagang itu setuju untuk membawa Salman. Namun ketika mereka tiba di Wadi al-Qura (tempat antara Suriah dan Madinah), para pedagang itu
mengingkari janji dan menjadikan Salman seorang seorang budak, lalu menjual dia kepada seorang Yahudi.
Singkat cerita, akhirnya Salman dapat sampai ke Yatsrib (Madinah) dan bertemu dengan rombongan yang baru hijrah dari Makkah. Salman dibebaskan dengan uang tebusan yang dikumpulkan oleh Rasulullah SAW dan selanjutnya mendapat bimbingan langsung dari beliau.
Betapa gembira hatinya, kenyataan yang diterimanya jauh melebihi apa yang dicita-citakannya, dari sekadar ingin bertemu dan berguru menjadi anugerah pengakuan sebagai muslimin di tengah-tengah kaum Muhajirin dan kaum Anshar yang disatukan sebagai
saudara.
Kisah kepahlawanan Salman yang terkenal adalah karena idenya membuat parit dalam upaya melindungi kota Madinah dalam Perang
Khandaq. Ketika itu Madinah akan diserang pasukan Quraisy yang mendapat dukungan dari suku-suku Arab lainnya yang berjumlah 10.000 personel.
Pemimpin pasukan itu adalah Abu Sufyan. Ancaman juga datang dari dalam Madinah, di mana penganut Yahudi dari Bani Quradhzah akan mengacau dari dalam kota.
Rasulullah SAW pun meminta masukan dari sahabat-sahabatnya bagaimana strategi menghadapi mereka. Setelah bermusyawarah akhirnya saran Salman Al Farisi atau yang biasa dipanggil Abu Abdillah diterima. Strategi Salman memang belum pernah dikenal oleh
bangsa Arab pada waktu itu. Namun atas ketajaman pertimbangan Rasulullah SAW, saran tersebut diterima.
Atas saran Salman itulah perang dengan jumlah pasukan yang tak seimbang dimenangkan kaum Muslimin.
Setelah meninggalnya Nabi Muhammad, Salman dikirim untuk menjadi gubernur di daerah kelahirannya, hingga dia wafat.

Kriteria Pengikut Imam Zaman afs



Satu lagi syarat dan mukadimah lazim yang harus terpenuhi dalam terwujudnya kebangkitan adalah adanya para pengikut yang baik untuk mendukung pergerakan dan pelaksanaan roda pemerintahan. Dan jelas, saat sebuah revolusi dunia yang global yang akan dipimpin oleh seorang pemimpin ideal itu membutuhkan para pengikut yang sesuai dengannya. Dan tidak semua orang yang mengklaim sebagai pengikut dapat hadir di barisan sang pemimpin.

Kamis, 05 Mei 2011

Menghidupkan Kembali Semangat Penantian

Baqiyyatullah
            Salah satu asas penting dalam ajaran islam adalah kepercayaan akan kehadiran sosok serba sempurna yang mampu memenuhi dunia dengan keadilan dan kebajikan di akhir zaman. Islam mengajarkan pada umatnya bahwa Allah pasti akan memenangkan agama-Nya di atas seluruh agama. Selain itu, islam mengajarkan bahwa di akhir zaman nanti, manusia akan hidup dengan penuh ketenangan dan kebahagiaan. Dengan kepercayaan ini, sedikit banyak, mampu menumbuhkan secercah asa di hati kaum muslim.

Sabtu, 30 April 2011

Kisah-kisah Rahbar (Sayyid Ali Khamenei)


Ketegaran Shalat Jum’at
Sayyid Ali Khamenei (Rahbar)
Suatu ketika di masa perang Iran-Irak, Ayatollah Khamenei yang saat itu menjabat sebagai presiden Republik Islam Iran, sedang menyampaikan khutbah Jum'at di Tehran. Musuh-musuh Islam telah merancang untuk meledakkan bom di tempat penyelenggaraan shalat Jum'at. Meski terjadi ledakan beliau tetap tenang dan tegar. Jamaah yang hadir pun nampak sabar dan tetap bersemangat sehingga keadaan langsung terkendali dan Ayatollah Khamenei melanjutkan khutbahnya. Seakan tidak ada peristiwa apapun yang terjadi. Padahal di dekat mereka baru saja terjadi ledakan yang menjatuhkan korban syuhada dengan tubuh yang tercabik-cabik dan warga menyaksikan hal itu. Inilah peristiwa yang selalu dikenang dalam lembaran sejarah revolusi Islam Iran.
(Diceritakan kembali oleh Hujjatul Islam Mohammadi Iraki)

Ketua MUI: Syiah Itu Sah dan Benar sebagai Mazhab dalam Islam

Menurut Kantor Berita ABNA, dalam kunjungannya ke Iran atas undangan  Majma Taghrib bainal Mazahib Ketua MUI Pusat Prof. DR. KH. Umar Shihab beserta beberapa anggota rombongan menyempatkan mengadakan tatap muka dan pertemuan dengan pelajar Indonesia yang sedang menuntut ilmu di kota suci Qom, Iran kamis (28/4) sore pukul 18.00 waktu setempat. Pertemuan yang dimediasi oleh Sayyid Farid, salah seorang ulama Iran yang sering berkunjung ke Indonesia bertempat di kediaman beliau di Mujtama Maskuni Ayatullah Sistani, Qom. Hadir lebih dari seratus pelajar Indonesia beserta keluarganya dalam pertemuan sederhana yang berlangsung kurang lebih dua jam tersebut.

Jumat, 29 April 2011

Srikandi-Srikandi Hawzah




            Peran perempuan dalam fiqih dan ushul fiqih Ahlulbayt cukup menarik perhatian. Meskipun sebagian besar fukaha berpendapat bahwa wanita hanya berpeluang menjadi mujtahid dan tidak memenuhi syarat menjadi marja' taqlid, kontribusi wanita dalam pendidikan dan penulisan literatur fiqih serta ushul fiqih di dunia Ahlulbayt cukup mengagumkan. Berikut sebagian kecil nama mujtahidah di kalangan madzhab Ahlulbayt.

Aminah Majlisi
            Beliau adalah putri Mulla Taqi Majlisi dan saudari Mulla Muhammad Baqir Majlisi. Beliau menikah dengan Mulla Muhammad Saleh Mazandarani, yang juga murid Muhammad Taqi Majlisi II dan melahirkan sejumlah ulama dan fukaha besar, diantaranya Syaikh Hadi Mazandarani dan Syaikh Nuruddin Muhammad Mazandarani.
            Wanita agung ini menyelesaikan studi dasar, menengah dan atas dibawah bimbingan ayahnya, Majlisi II hingga menjadi faqihah  (memperoleh gelar mujtahidah). Beliau kemudian mewariskan sejumlah karya, antara lain : Syarh al-afiyah karya syahid awwal Amili dan Syarh 'ala asy-syawahid Jalaluddin Suyuthi. Beliau juga merupakan teman diskusi suaminya dalam fiqih dan ushul fiqih. Riwayat hidup beliau dikutip dan dipuji dalam berbagai kitab sejarah agama (tarajim). Beliau wafat di Isfahan. Hingga kini makamnya menjadi tujuan para peziarah.

Rabu, 20 April 2011

Diantara Karomah Sayyidah Fathimah binti Muhammad 'alaihas salam

            Rasulullah saww pernah bersabda 'Fathimah adalah bagian dari diriku, barangsiapa yang membuatnya marah maka ia telah membuatku marah.' (Shahih Bukhari, kitab awal penciptaan, bab manaqib keluarga dekat Rasulullah saww)
Dengan satu hadits ini saja, kita setidaknya sudah bisa meraba-raba betapa mulianya putri Rasulullah saww ini. Apalagi setelah kita melihat paparan karomah-karomah yang dimiliki Sayyidah Fathimah as berikut ini, akan membuat kita berani berkata dengan tegas 'Sayyida Fathimah adalah wanita mulia yang tak mampu disaingin oleh siapapun'. Rasul saww pernah ditanya perihal putri beliau, 'wahai Rasul, apakah Fathimah merupakan penghulu wanita di zamannya ?' kontan saja Rasulullah saww bersabda 'itu adalah Maryam binti Imran (Ibunda Nabiullah Isa as). Adapun putriku, Fathimah, merupakan penghulu kaum wanita di alam semesta, sejak awal sampai akhir.' (Al-bihar, juz 43, hal 24)

Karomah-karomah beliau as :
1. Berbicara dalam kandungan ibunya
Rasulullah saw bersabda: “Jibril datang kepadaku dengan membawa buah apel dari surga, kemudian aku memakannya lalu berhubungan dengan Khadijah kemudian ia mengandung Fatimah.” Khadijah berkata: Aku hamil dengan kandungan yang ringan. Ketika engkau keluar rumah janin dalam kandunganku ngajak bicara denganku. Ketika aku akan melahirkan janinku aku mengirim utusan pada perempuan-perempuan Quraisy agar membatuku untuk melahirkan janinku, tapi mereka tidak mau datang bahkan mereka berkata: Kami tidak akan datang untuk menolong isteri Muhammad. Ketika itulah datang empat perempuan yang berwajah cantik dan bercahaya, salah dari mereka berkata: Aku adalah ibumu Hawa’; yang satu lagi berkata: Aku adalah Asiyah binti Muzahim; yang lain berkata: Aku adalah Kultsum saudara Musa; dan yang lain lagi berkata: Aku adalah Maryam binti Imran ibunda Isa. Kami datang untuk menolong urusanmu ini. Kemudian Khadijah berkata: Maka lahirlah janinku dalam kedaan sujud dan dengan jari-jarinya terangkat (seperti orang berdoa). (Dzakhair Al-‘Uqba, hal 44)
2. Malaikat membantu sayyidah Fathimah as
            Abu Dzar al-ghifari ra berkata 'aku diutus Rasulullah saww untuk memanggil imam Ali. Aku bergegas mendatangi rumah beliau. Pada saat aku memanggil-manggil beliau, tak seorangpun yang menjawab panggilanku. Namun aku melihat alat penggilingan sedang berputar tanpa seorangpun yang kulihat ada disana. Kembali aku memanggil beliau; tak lama kemudian, beliau pun keluar dan kuajak menemui Rasulullah saww. Kemudian Rasulullah  mengatakan sesuatu sambil berbisik kepada beliau, yang tidak dapat kudengar. Lalu aku berkata 'sungguh mengherankan penggilingan di rumah Ali yang berputar sendiri tanpa seorangpun yang menggerakkan.' Rasulullah kemudian menjawab 'sesunguhnya Allah telah memenuhi hati dan sekujur tubuh putriku, Fathimah, dengan keimanan dan keyakinan. Dan sesungguhnya Allah telah mengetahui kelemahannya sehingga Dia membantunya sepanjang masa..,' (Al-bihar, juz 43, hal 29)
3. Makanan dari sisi Allah swt
            Jabir anshari ra berkisah bahwa beberapa Rasulullah saww tidak makan sedikitpun makanan sehingga dirinya lemas, kemudian beliau mendatangi istri-istrinya untuk mendapat sesuap makanan, tapu hasilnya nihil. Lalu beliau mendatangi sayyidah Fathimah as dan berkata 'wahai putriku, apakah engkau punya makanan untuk aku, aku lapar.' Sayyidah Fathimah as berkata 'demi Allah, demi ayah dan ibuku, aku tidak punya makanan.'
ketika Rasul saww keluar dari rumah sayyidah Fathimah as, ada seorang perempuan mengirimkan dua potong roti dan sepotong daging, lalu sayyidah Fathimah as mengambilnya dan meletakkannya dalam mangkok besar dan menutupinya. sayyidah Fathimah as berkata, 'sungguh makanan ini akan kuutamakan untuk Rasulullah saww daripada diriku dan keluargaku. Meski mereka juga membutuhkan sesuap makanan.'
Sayyidah Fathimah as berkata 'lalu aku mengutus Hasan dan Husain kepada kakeknya, Rasulullah saww. Kemudian Rasulullah datang kepadaku. Aku berkata 'ya Rasulallah, demi ayah dan ibuku, Allah telah mengaruniakan kepada kami sesuatu, lalu aku menyimpannya untuk kupersembahkannya kepadamu.' beliau as melanjutkan, 'ada seseorang mengantarkan makanan padaku, lalu aku meletakkannya dalam mangkok besar dan aku menutupinya. Saat itu juga, dalam mangkok itu penuh dengan roti dan daging. Ketika aku melihatnya, aku merasa takjub. Aku tahu bahwa itu adalah keberkahan dari Allah swt, lalu aku memujiNya dan bershalawat kepada nabiNya.'
Rasul lalu bertanya, 'dari mana makanan ini wahai putriku ?' sayyidah Fathimah as menjawab 'makanan ini datang dari sisi Allah, Allah mengaruniakan rejeki kepada orang yang dikehendakiNya secara tak terduga. Kemudian Rasul mengutus seseorang kepada imam Ali as, lalu ia datang. Rasulullah, imam Ali, sayyidah Fathimah as, imam Hasan as dan imam Husain as serta semua istri Nabi makan makanan itu hingga mereka kenyang. Namun makanan itu tetap memenuhi mangkok itu. Lalu aku juga mengantarkan makanan itu pada semua tetanggaku. Allah menjadikan dalam makanan itu keberkahan dan kebaikan yang panjang waktunya. Padahal awalnya, makanan dalam mangkok itu hanya dua potong roti dan sepotong daging, selebihnya adalah keberkahan dari Allah.'
Dalam  hadits lain, disebutkan bahwa Rasul bersabda kepada sayyidah Fathimah as dan imam Ali as, 'segala puji bagi Allah yang tidak mengeluarkan kalian berdua dari dunia sehingga Allah menjadikan bagimu (Ali) apa yang telah terjadi pada Zakaria, dan menjadikan bagimu wahai Fathimah apa yang telah terjadi pada Maryam. Inilah yang dimaksudkan dalam Firman Allah, 'setiap Zakaria masuk untuk menemui Maryam di mihrabnya, ia dapati makanan disisinya. (Ali Imran : 37)' (Tafsir al-kasysyaf, karya Zamakhsyari, tentang tafsir ayat diatas)
Jpr, Minggu pagi, 16-04-11

           

Kamis, 14 April 2011

Kemuliaan Sayyidah Fathimah Az-Zahra' as




'Mereka memenuhi nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata dimana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. (sambil berkata) 'sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridhoan Allah, kami tidak mengharap balasan dan terima kasih darimu. Sungguh, kami takut akan azab Tuhan pada hari ketika orang-orang berwajah masam penuh kesulitan'.'i

Rasulullah saww bersabda 'Fathimah adalah bagian dariku, siapa yang mengganggunya berarti telah menggangguku dan siapa yang menyakitinya berarti menyakitiku.'ii

Jumat, 08 April 2011

دعاء العهد (do'a al-'ahd)

diriwayatkan dari imam Jakfar as-Shadiq (as), beliau berkata: barang siapa yang berdoa kepada Allah selama empat puluh hari seusai shalat subuh dengan membaca perjanjian ini, maka ia tergolong penolong al-Qo’im (imam Mahdi .pen), jika ia mati sebelum kedatangannya maka Allah akan mengeluarkannya dari kubur ,dan Allah akan menganugerahkannya dari setiap kata seribu kebaikan dan menghapus darinya seribu kejelekan. Doa tersebut adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ رَبَّ النُّوْرِ الْعَظِيْمِ وَ رَبَّ الْكُرْسِيِّ الرَّفِيْعِ وَ رَبَّ الْبَحْرِ الْمَسْجُوْرِ وَ مُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَ الْإِنْجِْيلِ وَ الزَّبُوْرِ
‎Ya Allah, Tuhan cahaya yang agung, Tuhan singgasana yang tinggi, Tuhan lautan yang terbentang, Penurun Taurat,Injil dan Zabur
وَ رَبَّ الظِّلِّ وَ الْحَرُوْرِ وَ مُنْزِلَ الْقُرْآنِ (الْفُرْقَانِ) الْعَظِيْمِ وَ رَبَّ الْمَلائِكَةِ

Kamis, 31 Maret 2011

Kisah Hikmah Para Ulama


Tetangga
Ada seorang ulama besar yang bersama Sayyid Jawad Amuli. Pada suatu saat, ketika beliau sedang bersantap malam, terdengar ketukan pintu. Telah datang seseorang yang membawa pesan dari guru beliau, Sayyid Mahdi Bahrul Ulum.
'Guru anda memanggil anda dengan segera. Dia menolak untuk makan malam hingga bertemu anda' kata si pembawa pesan. Sayyid Jawad Amuli langsung meninggalkan makan malamnya dan dengan tergesa-gesa menuju rumah gurunya. Ketika masuk ke dalam rumah, beliau melihat gurunya sangat marah. Begitu melihat Sayyid Jawad Amuli, sang guru berkata, '...tidakkah engkau malu pada dirimu sendiri... apakah engkau tidak menghormati Allah... ?' Sayyid Jawad bingung! Beliau tak mengetahui kesalahan apa yang telah beliau perbuat, sehingga beliau meminta kepada guru beliau untuk memberi tahu kesalahannya. Sayyid Mahdi berkata, 'sekarang ini, sudah seminggu penuh tetanggamu dan keluarganya tidak memiliki makanan. Tetanggamu meminta dari penjual beberapa butir kurma seraya mengatakan bahwa akan membayarnya ketika telah memiliki uang. Namun, penjual makanan itu menolaknya. Tetanggamu pulang ke rumahnya dengan tangan hampa, tanpa ada makanan bagi keluarganya.' Sayyid Jawad berkata bahwa dia tidak mengetahui hal ini. 'itulah mengapa kau marah kepadamu. Bagaimana bisa engkau tidak mengetahui (tidak peduli terhadap) tetanggamu ? Mereka selama tujuh hari berada dalam kesulitan sementara engkau tidak mengetahui hal itu ! Baiklah ! Jika telah tahu tetapi tetap tidak berbuat sesuatupun, maka engkau sama sekali bukan seorang muslim' kata Sayyid Mahdi. Kemudian Sayyid Mahdi berkata kepada Sayyid Jawad untuk mengambil semua makanan yang ada padanya dan membawanya kepada tetangganya. 'duduklah bersamanya ketika makan sehingga dia tidak merasa malu. Bawalah uang ini untuknya lalu letakkan dibawah bantal atau permadaninya sehingga dia tidak merasa dipermalukan. Saat engkau telah melaksanakan hal ini, beri tahu saya! Saya tidak akan makan hingga semuanya selesai dilaksanakan.'