Shadow Word generated at Pimp-My-Profile.com

Kamis, 05 Mei 2011

Menghidupkan Kembali Semangat Penantian

Baqiyyatullah
            Salah satu asas penting dalam ajaran islam adalah kepercayaan akan kehadiran sosok serba sempurna yang mampu memenuhi dunia dengan keadilan dan kebajikan di akhir zaman. Islam mengajarkan pada umatnya bahwa Allah pasti akan memenangkan agama-Nya di atas seluruh agama. Selain itu, islam mengajarkan bahwa di akhir zaman nanti, manusia akan hidup dengan penuh ketenangan dan kebahagiaan. Dengan kepercayaan ini, sedikit banyak, mampu menumbuhkan secercah asa di hati kaum muslim.

Sabtu, 30 April 2011

Kisah-kisah Rahbar (Sayyid Ali Khamenei)


Ketegaran Shalat Jum’at
Sayyid Ali Khamenei (Rahbar)
Suatu ketika di masa perang Iran-Irak, Ayatollah Khamenei yang saat itu menjabat sebagai presiden Republik Islam Iran, sedang menyampaikan khutbah Jum'at di Tehran. Musuh-musuh Islam telah merancang untuk meledakkan bom di tempat penyelenggaraan shalat Jum'at. Meski terjadi ledakan beliau tetap tenang dan tegar. Jamaah yang hadir pun nampak sabar dan tetap bersemangat sehingga keadaan langsung terkendali dan Ayatollah Khamenei melanjutkan khutbahnya. Seakan tidak ada peristiwa apapun yang terjadi. Padahal di dekat mereka baru saja terjadi ledakan yang menjatuhkan korban syuhada dengan tubuh yang tercabik-cabik dan warga menyaksikan hal itu. Inilah peristiwa yang selalu dikenang dalam lembaran sejarah revolusi Islam Iran.
(Diceritakan kembali oleh Hujjatul Islam Mohammadi Iraki)

Ketua MUI: Syiah Itu Sah dan Benar sebagai Mazhab dalam Islam

Menurut Kantor Berita ABNA, dalam kunjungannya ke Iran atas undangan  Majma Taghrib bainal Mazahib Ketua MUI Pusat Prof. DR. KH. Umar Shihab beserta beberapa anggota rombongan menyempatkan mengadakan tatap muka dan pertemuan dengan pelajar Indonesia yang sedang menuntut ilmu di kota suci Qom, Iran kamis (28/4) sore pukul 18.00 waktu setempat. Pertemuan yang dimediasi oleh Sayyid Farid, salah seorang ulama Iran yang sering berkunjung ke Indonesia bertempat di kediaman beliau di Mujtama Maskuni Ayatullah Sistani, Qom. Hadir lebih dari seratus pelajar Indonesia beserta keluarganya dalam pertemuan sederhana yang berlangsung kurang lebih dua jam tersebut.

Jumat, 29 April 2011

Srikandi-Srikandi Hawzah




            Peran perempuan dalam fiqih dan ushul fiqih Ahlulbayt cukup menarik perhatian. Meskipun sebagian besar fukaha berpendapat bahwa wanita hanya berpeluang menjadi mujtahid dan tidak memenuhi syarat menjadi marja' taqlid, kontribusi wanita dalam pendidikan dan penulisan literatur fiqih serta ushul fiqih di dunia Ahlulbayt cukup mengagumkan. Berikut sebagian kecil nama mujtahidah di kalangan madzhab Ahlulbayt.

Aminah Majlisi
            Beliau adalah putri Mulla Taqi Majlisi dan saudari Mulla Muhammad Baqir Majlisi. Beliau menikah dengan Mulla Muhammad Saleh Mazandarani, yang juga murid Muhammad Taqi Majlisi II dan melahirkan sejumlah ulama dan fukaha besar, diantaranya Syaikh Hadi Mazandarani dan Syaikh Nuruddin Muhammad Mazandarani.
            Wanita agung ini menyelesaikan studi dasar, menengah dan atas dibawah bimbingan ayahnya, Majlisi II hingga menjadi faqihah  (memperoleh gelar mujtahidah). Beliau kemudian mewariskan sejumlah karya, antara lain : Syarh al-afiyah karya syahid awwal Amili dan Syarh 'ala asy-syawahid Jalaluddin Suyuthi. Beliau juga merupakan teman diskusi suaminya dalam fiqih dan ushul fiqih. Riwayat hidup beliau dikutip dan dipuji dalam berbagai kitab sejarah agama (tarajim). Beliau wafat di Isfahan. Hingga kini makamnya menjadi tujuan para peziarah.

Rabu, 20 April 2011

Diantara Karomah Sayyidah Fathimah binti Muhammad 'alaihas salam

            Rasulullah saww pernah bersabda 'Fathimah adalah bagian dari diriku, barangsiapa yang membuatnya marah maka ia telah membuatku marah.' (Shahih Bukhari, kitab awal penciptaan, bab manaqib keluarga dekat Rasulullah saww)
Dengan satu hadits ini saja, kita setidaknya sudah bisa meraba-raba betapa mulianya putri Rasulullah saww ini. Apalagi setelah kita melihat paparan karomah-karomah yang dimiliki Sayyidah Fathimah as berikut ini, akan membuat kita berani berkata dengan tegas 'Sayyida Fathimah adalah wanita mulia yang tak mampu disaingin oleh siapapun'. Rasul saww pernah ditanya perihal putri beliau, 'wahai Rasul, apakah Fathimah merupakan penghulu wanita di zamannya ?' kontan saja Rasulullah saww bersabda 'itu adalah Maryam binti Imran (Ibunda Nabiullah Isa as). Adapun putriku, Fathimah, merupakan penghulu kaum wanita di alam semesta, sejak awal sampai akhir.' (Al-bihar, juz 43, hal 24)

Karomah-karomah beliau as :
1. Berbicara dalam kandungan ibunya
Rasulullah saw bersabda: “Jibril datang kepadaku dengan membawa buah apel dari surga, kemudian aku memakannya lalu berhubungan dengan Khadijah kemudian ia mengandung Fatimah.” Khadijah berkata: Aku hamil dengan kandungan yang ringan. Ketika engkau keluar rumah janin dalam kandunganku ngajak bicara denganku. Ketika aku akan melahirkan janinku aku mengirim utusan pada perempuan-perempuan Quraisy agar membatuku untuk melahirkan janinku, tapi mereka tidak mau datang bahkan mereka berkata: Kami tidak akan datang untuk menolong isteri Muhammad. Ketika itulah datang empat perempuan yang berwajah cantik dan bercahaya, salah dari mereka berkata: Aku adalah ibumu Hawa’; yang satu lagi berkata: Aku adalah Asiyah binti Muzahim; yang lain berkata: Aku adalah Kultsum saudara Musa; dan yang lain lagi berkata: Aku adalah Maryam binti Imran ibunda Isa. Kami datang untuk menolong urusanmu ini. Kemudian Khadijah berkata: Maka lahirlah janinku dalam kedaan sujud dan dengan jari-jarinya terangkat (seperti orang berdoa). (Dzakhair Al-‘Uqba, hal 44)
2. Malaikat membantu sayyidah Fathimah as
            Abu Dzar al-ghifari ra berkata 'aku diutus Rasulullah saww untuk memanggil imam Ali. Aku bergegas mendatangi rumah beliau. Pada saat aku memanggil-manggil beliau, tak seorangpun yang menjawab panggilanku. Namun aku melihat alat penggilingan sedang berputar tanpa seorangpun yang kulihat ada disana. Kembali aku memanggil beliau; tak lama kemudian, beliau pun keluar dan kuajak menemui Rasulullah saww. Kemudian Rasulullah  mengatakan sesuatu sambil berbisik kepada beliau, yang tidak dapat kudengar. Lalu aku berkata 'sungguh mengherankan penggilingan di rumah Ali yang berputar sendiri tanpa seorangpun yang menggerakkan.' Rasulullah kemudian menjawab 'sesunguhnya Allah telah memenuhi hati dan sekujur tubuh putriku, Fathimah, dengan keimanan dan keyakinan. Dan sesungguhnya Allah telah mengetahui kelemahannya sehingga Dia membantunya sepanjang masa..,' (Al-bihar, juz 43, hal 29)
3. Makanan dari sisi Allah swt
            Jabir anshari ra berkisah bahwa beberapa Rasulullah saww tidak makan sedikitpun makanan sehingga dirinya lemas, kemudian beliau mendatangi istri-istrinya untuk mendapat sesuap makanan, tapu hasilnya nihil. Lalu beliau mendatangi sayyidah Fathimah as dan berkata 'wahai putriku, apakah engkau punya makanan untuk aku, aku lapar.' Sayyidah Fathimah as berkata 'demi Allah, demi ayah dan ibuku, aku tidak punya makanan.'
ketika Rasul saww keluar dari rumah sayyidah Fathimah as, ada seorang perempuan mengirimkan dua potong roti dan sepotong daging, lalu sayyidah Fathimah as mengambilnya dan meletakkannya dalam mangkok besar dan menutupinya. sayyidah Fathimah as berkata, 'sungguh makanan ini akan kuutamakan untuk Rasulullah saww daripada diriku dan keluargaku. Meski mereka juga membutuhkan sesuap makanan.'
Sayyidah Fathimah as berkata 'lalu aku mengutus Hasan dan Husain kepada kakeknya, Rasulullah saww. Kemudian Rasulullah datang kepadaku. Aku berkata 'ya Rasulallah, demi ayah dan ibuku, Allah telah mengaruniakan kepada kami sesuatu, lalu aku menyimpannya untuk kupersembahkannya kepadamu.' beliau as melanjutkan, 'ada seseorang mengantarkan makanan padaku, lalu aku meletakkannya dalam mangkok besar dan aku menutupinya. Saat itu juga, dalam mangkok itu penuh dengan roti dan daging. Ketika aku melihatnya, aku merasa takjub. Aku tahu bahwa itu adalah keberkahan dari Allah swt, lalu aku memujiNya dan bershalawat kepada nabiNya.'
Rasul lalu bertanya, 'dari mana makanan ini wahai putriku ?' sayyidah Fathimah as menjawab 'makanan ini datang dari sisi Allah, Allah mengaruniakan rejeki kepada orang yang dikehendakiNya secara tak terduga. Kemudian Rasul mengutus seseorang kepada imam Ali as, lalu ia datang. Rasulullah, imam Ali, sayyidah Fathimah as, imam Hasan as dan imam Husain as serta semua istri Nabi makan makanan itu hingga mereka kenyang. Namun makanan itu tetap memenuhi mangkok itu. Lalu aku juga mengantarkan makanan itu pada semua tetanggaku. Allah menjadikan dalam makanan itu keberkahan dan kebaikan yang panjang waktunya. Padahal awalnya, makanan dalam mangkok itu hanya dua potong roti dan sepotong daging, selebihnya adalah keberkahan dari Allah.'
Dalam  hadits lain, disebutkan bahwa Rasul bersabda kepada sayyidah Fathimah as dan imam Ali as, 'segala puji bagi Allah yang tidak mengeluarkan kalian berdua dari dunia sehingga Allah menjadikan bagimu (Ali) apa yang telah terjadi pada Zakaria, dan menjadikan bagimu wahai Fathimah apa yang telah terjadi pada Maryam. Inilah yang dimaksudkan dalam Firman Allah, 'setiap Zakaria masuk untuk menemui Maryam di mihrabnya, ia dapati makanan disisinya. (Ali Imran : 37)' (Tafsir al-kasysyaf, karya Zamakhsyari, tentang tafsir ayat diatas)
Jpr, Minggu pagi, 16-04-11

           

Kamis, 14 April 2011

Kemuliaan Sayyidah Fathimah Az-Zahra' as




'Mereka memenuhi nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata dimana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. (sambil berkata) 'sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridhoan Allah, kami tidak mengharap balasan dan terima kasih darimu. Sungguh, kami takut akan azab Tuhan pada hari ketika orang-orang berwajah masam penuh kesulitan'.'i

Rasulullah saww bersabda 'Fathimah adalah bagian dariku, siapa yang mengganggunya berarti telah menggangguku dan siapa yang menyakitinya berarti menyakitiku.'ii

Jumat, 08 April 2011

دعاء العهد (do'a al-'ahd)

diriwayatkan dari imam Jakfar as-Shadiq (as), beliau berkata: barang siapa yang berdoa kepada Allah selama empat puluh hari seusai shalat subuh dengan membaca perjanjian ini, maka ia tergolong penolong al-Qo’im (imam Mahdi .pen), jika ia mati sebelum kedatangannya maka Allah akan mengeluarkannya dari kubur ,dan Allah akan menganugerahkannya dari setiap kata seribu kebaikan dan menghapus darinya seribu kejelekan. Doa tersebut adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ رَبَّ النُّوْرِ الْعَظِيْمِ وَ رَبَّ الْكُرْسِيِّ الرَّفِيْعِ وَ رَبَّ الْبَحْرِ الْمَسْجُوْرِ وَ مُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَ الْإِنْجِْيلِ وَ الزَّبُوْرِ
‎Ya Allah, Tuhan cahaya yang agung, Tuhan singgasana yang tinggi, Tuhan lautan yang terbentang, Penurun Taurat,Injil dan Zabur
وَ رَبَّ الظِّلِّ وَ الْحَرُوْرِ وَ مُنْزِلَ الْقُرْآنِ (الْفُرْقَانِ) الْعَظِيْمِ وَ رَبَّ الْمَلائِكَةِ

Kamis, 31 Maret 2011

Kisah Hikmah Para Ulama


Tetangga
Ada seorang ulama besar yang bersama Sayyid Jawad Amuli. Pada suatu saat, ketika beliau sedang bersantap malam, terdengar ketukan pintu. Telah datang seseorang yang membawa pesan dari guru beliau, Sayyid Mahdi Bahrul Ulum.
'Guru anda memanggil anda dengan segera. Dia menolak untuk makan malam hingga bertemu anda' kata si pembawa pesan. Sayyid Jawad Amuli langsung meninggalkan makan malamnya dan dengan tergesa-gesa menuju rumah gurunya. Ketika masuk ke dalam rumah, beliau melihat gurunya sangat marah. Begitu melihat Sayyid Jawad Amuli, sang guru berkata, '...tidakkah engkau malu pada dirimu sendiri... apakah engkau tidak menghormati Allah... ?' Sayyid Jawad bingung! Beliau tak mengetahui kesalahan apa yang telah beliau perbuat, sehingga beliau meminta kepada guru beliau untuk memberi tahu kesalahannya. Sayyid Mahdi berkata, 'sekarang ini, sudah seminggu penuh tetanggamu dan keluarganya tidak memiliki makanan. Tetanggamu meminta dari penjual beberapa butir kurma seraya mengatakan bahwa akan membayarnya ketika telah memiliki uang. Namun, penjual makanan itu menolaknya. Tetanggamu pulang ke rumahnya dengan tangan hampa, tanpa ada makanan bagi keluarganya.' Sayyid Jawad berkata bahwa dia tidak mengetahui hal ini. 'itulah mengapa kau marah kepadamu. Bagaimana bisa engkau tidak mengetahui (tidak peduli terhadap) tetanggamu ? Mereka selama tujuh hari berada dalam kesulitan sementara engkau tidak mengetahui hal itu ! Baiklah ! Jika telah tahu tetapi tetap tidak berbuat sesuatupun, maka engkau sama sekali bukan seorang muslim' kata Sayyid Mahdi. Kemudian Sayyid Mahdi berkata kepada Sayyid Jawad untuk mengambil semua makanan yang ada padanya dan membawanya kepada tetangganya. 'duduklah bersamanya ketika makan sehingga dia tidak merasa malu. Bawalah uang ini untuknya lalu letakkan dibawah bantal atau permadaninya sehingga dia tidak merasa dipermalukan. Saat engkau telah melaksanakan hal ini, beri tahu saya! Saya tidak akan makan hingga semuanya selesai dilaksanakan.'

Kamis, 24 Maret 2011

Syiah Indonesia Antara Janji dan Harapan

Mungkin disini kita perlu mengkaji sejauh mungkin perjalanan syiar Ahlulbait as di Indonesia ini pada tahapan metodelogis, gerak dan siasat syiar bukan hanya pada tatanan teori yang bersumber pada tatanan yang benar tanpa melupakan unsur budaya lokal, sejarah, kondisi dan situasi masyarakat Indonesia secara umum baik yang berupa keyakinan, pemikiran, kehidupan serta mitos yang ada padanya.
Mohammad Habri Zen S.Si

Peran Wanita dalam Revolusi Imam Zaman afs (‘ajjalallahu farajahu asy-syarif)



Ini Baru Wanita Muslim !
 Dalam riwayat disebutkan bahwa sebagian besar pengikut Dajjal adalah wanita dan orang-orang Yahudi [1]. Namun ini tak berarti bahwa dalam revolusi Imam Zaman tak ada peran bagi wanita. Sebab, menurut sebagian riwayat yang lain, para wanita memiliki andil yang besar dalam revolusi Imam Zaman afs.

            Dari Mufadhdhal bin Umar ra yang mengatakan ‘aku mendengar Imam Ja’far ash-shodiq as berkata ‘akan bersama al-qo’im (Imam Zaman) 300 perempuan.’ Aku bertanya ‘apa tugas mereka ?’ beliau as menjawab ‘mereka mengobati orang-orang yang menderita luka dan merawat orang-orang yang sakit sebagaimana yang dilakukan wanita-wanita di zaman Rasulullah saww...’[2]

Kamis, 17 Maret 2011

Imam Hasan bin Ali al-askari as, ayahanda Imam Mahdi al-muntadzar afs




Rasulullah saww adalah penutup para nabi dan rasul. Setelah beliau wafat, wahyu ilahi tidak pernah lagi turun ke bumi. Risalah Tuhan telah disempurnakan oleh Rasulullah saww. Ajaran islam yang dibawa oleh Rasulullah adalah agama terakhir dari rangkaian agama-agama samawi. Umat islam adalah umat terbaik. Begitu pula ajaran dan syariatnya. Hal ini jelas diketahui oleh Allah dan RasulNya, keadilan dan kasih sayangNya menuntut keberadaan islam yang akan terus lestari hingga kiamat ini harus dijaga oleh manusia-manusia yang pantas dan tepat. Allah swt tak akan membiarkan umat islam tanpa pemimpin yang ditunjuk langsung olehNya.akal pun menghukumi bahwa islam (agama tersempurna) harus dipimpin oleh orang-orang yang juga sempurna, dari segi apapun. Baik ilmu, akhlak, ibadah, dst. Mengingat pentingnya keberadaan pemimpin (imam) setelah Rasulullah saww wafat, beliau jauh-jauh hari sudah mengenalkan pada umat islam siapa pemimpin mereka. siapa manusia sempurna yang paling cakap memimpin umat. Beliau saww bersabda ‘aku tinggalkan dua pusaka berharga ditengah kalian, al-qur’an dan keturunanku (ahlulbaytku). Keduanya tidak akan berpisah selamanya, dan jika kalian berpegang teguh kepada keduanya, kalian tidak akan pernah tersesat’ (HR Muslim)
Assalamu alaika ya Aba Muhammad Hasan Ibn Ali as
Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan mencoba mengenal salah satu manusia suci pusaka Rasul itu, beliaulah Imam Hasan bin Ali bin Muhammad bin Ali bin Musa bin Ja’far bin Muhammad bin Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib ‘alaihimus salam.

Sabtu, 26 Februari 2011

Teman, Imam Zaman selalu memerhatikanmu dimanapun kau berada

Sore itu, Hasan membuka kotak masuk di akun Facebooknya. Seperti dugaannya, terdapat pesan dari sahabat karibnya, Rasyid. Semenjak Rasyid meninggalkan Indonesia demi mengejar setetes ilmu di negeri paman sam (Amerika), dua sahabat ini hanya berhubungan lewat dunia maya. Sudah hampir dua bulan ini, Rasyid tak pernah menghubunginya. Kali ini, Rasyid menghubunginya namun seakan dia telah berubah jauh. Rasyid tengah dilanda kejenuhan dan keraguan. Rasyid baru saja mengenal Ahlulbayt, tapi sekarang dia harus hidup tanpa seorang temanpun yang meyakini imamah Ahlulbayt as. Di Amerika sana, Rasyid sedemikian sibuk mencari ilmu yang tak mengantarnya menuju Tuhan. Karena paksaan orang tua, dia harus menjadi seorang seniman. Inilah sebabnya, kenapa sekarang dia tengah berada di negeri para pemuja nafsu itu. Dia tak pernah ingin menjadi seniman. Apa boleh dikata, dia hanya bisa menuruti pilihan orang tua yang amat dia sayangi. Lima tahun sudah Rasyid dirundung gelisah. Bagaimana tidak, kata ‘seniman’ tak pernah ada dalam kamus masa depannya, ditambah perasaan menyesal tak mampu memperdalam ilmu-ilmu Ahlulbayt yang bak mutiara itu. Semakin hari, kecintaannya pada Ahlulbayt semakin berkurang. Hingga akhirnya ia mulai meragukan keberadaan Imam Zaman afs. buktinya Imam Zaman tak pernah memerhatikannya. Berulang-ulang kali ia memastikan hati dan pikirannya bahwa Imam Zaman selalu menyertainya, namun berkali-kali ia gagal. Hampir saja ia melepas keyakinannya di tengah arus pengkafiran yang dahsyat di Amerika sana. Beruntung, ia masih memiliki Hasan, saudara seiman yang tak pernah berhenti meyakinkan dirinya bahwa Ahlulbayt itu adalah cahaya, maka jangan pernah kau pergi menjauh darinya, atau kau hanya akan berteman kegelapan dan kehancuran.
Ya Mahdi Adrikna !

Sabtu, 19 Februari 2011

Mengidolakan Rasulullah saww


‘Sungguh telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik (yaitu) bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat sedang dia banyak mengingat Allah’ (Q S Al-ahzab : 33)

Muhammad, Rahmatan Lil 'Alamin
Dewasa ini, kaum muslim mulai meninggalkan pribadi-pribadi agung yang terlahir sebagai pahlawan islam. Sebaliknya, dengan berbangga hati kaum muslim akan mengatakan bahwa mereka adalah salah seorang pecinta manusia-manusia biasa yang tiada pernah menjadi pujaan malaikat. Anak-anak muda sekarang lebih mengenal Justin Bieber dibanding Husen Fahmideh, seorang pemuda yang berani meluluh-lantahkan dirinya demi menjaga negeri tercinta. Ini jelas-jelas merupakan krisis percaya diri dan karakter. Umat islam akan malu menggunakan ‘peci’, sebaliknya akan sangat bangga ketika rambutnya disisir meniru gaya rambut artis-artis dalam maupun luar negeri.
Krisis percaya diri inilah yang diinginkan manusia-manusia setan. Karena, setelah umat islam mulai meninggalkan para pahlawan-pahlawan islam dan berpaling pada pahlawan-pahlawan palsu ala setan, otomatis islam hanya akan tinggal nama. Kejayaan islam yang telah dirintis dengan darah dan keringat akan segera roboh setelah umat islam tidak lagi mengenal manusia-manusia Tuhan, setelah umat islam melupakan nama Muhammad bin Abdullah saww. Ketika ini terjadi, para malaikat yang menyaksikan proses lahirnya agama sempurna ini hanya akan menunduk kalah terhadap setan-setan yang berhasil membujuk konco-konconya untuk bersama-sama menghapus islam dari ingatan manusia.

Khutbah Amirul Mukminin as dalam Nahjul Balaghah Berkenaan dengan Nabi saww


Ya Rasulallah!
"Allah mengutus Nabi saww ketika misi para nabi lainnya as telah berhenti dan manusia sedang tertidur lama. Kejahatan sedang mengangkat kepala, semua urusan sedang dalam keterbengkalaian dan api peperangan bergejolak, sementara dunia kosong dari cahaya dan penuh dengan tipu daya terang-terangan. Daun-daunnya telah menguning, tak ada harapan akan buahnya, sementara air menghilang ke bawah bumi. Menara petunjuk telah lenyap dan tanda-tanda kehancuran telah muncul. Ia (dunia) keras terhadap manusianya dan membelalak ke wajah pencarinya. Buahnya adalah fitnah, makanannya bangkai. Busana batinnya adalah ketakutan sedang busana lahirnya pedang..." (Khutbah ke 89)